10 etika bisnis

Bagaimana Fungsi Hukum Perlihatkan Nilai Bagi Sebuah Bisnis?

10 etika bisnis

Sisi pertama dari seri dua bagian ini mengkaji mengapa peranan hukum merasakan kesulitan membuktikan nilainya buat bisnis. Fragmen ini menjajakan bagaimana hal semacam itu dapat berlangsung. Artikel kali ini membahas tentang

10 etika bisnis

Pembela perkara merupakan rintangan terbesar guna hukum buat memberikan nilai bisnis. Mayoritas cerdik, fokus, rajin, analitis, serta mengarah pada maksud yakni pembawaan tenaga kerja yang diharapkan . Sehingga di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pendidikan, indoktrinasi, struktur, dan keangkuhan.

Budaya hukum ialah terkait pengacara, bukan konsumen. Itu bukan permulaan di zaman alih bentuk digital di mana semuanya ditempatkan buat meningkatkan pengalaman konsumen setia.

 10 etika bisnis

 

 

Pendahuluan: Pola Pikir Bisnis Buat Remit Hukum yang Diperluas

Fungsi hukum sedang ditata ulang buat menyesuaikan dengan keperluan perusahaan digital serta pelanggan mereka. Bisnis serta sejumlah penyedia model baru ada di garda terdepan dalam penataan kembali, bukan penciptaan hukum. Perancangan ulang guna hukum dimulai dari sudut pandang pelanggan, apa yang diperlukan hukum untuk layani keperluannya dengan lebih bagus?

Buat mencapai kepuasan konsumen setia di masa digital, guna hukum harus mengerti kendala pelanggannya dan menjadi bagian dari pemecahan mereka. Ini memerlukan hukum buat adopsi pola pikir bisnis untuk penuhi manfaat hukum yang diperluas. Untuk melayani perusahaan digital serta konsumen mereka, manfaat hukum mesti bekerja jadi pembela perusahaan yang pro-aktif dan didorong oleh data serta berkolaborasi dengan unit bisnis lain untuk memajukan nilai perusahaan. Tetapi bagaimana metodenya?

Mengeruk bisa lebih banyak dari fungsi hukum mulai dengan budaya serta perjalanan manajemen transisi. Ini mengikutsertakan kolaborasi guna hukum dengan serta adaptasi pada sumber daya bisnis yang ada, langkah pemecahan kasus, metrik, proses, tehnologi, serta data. Focusnya yaitu pada bagaimana mereka bisa dipakai, diperbaharui, dan dibagikan tidak sekedar dalam peran hukum namun juga di semua perusahaan.

 

10 etika bisnis

Guna hukum tidak bisa kembali didiamkan. Itu mesti menjadi bagiab dari perjalanan digital perusahaan yang misinya yakni tingkatkan hasil, nilai, dan pengalaman konsumen. Buat layani bisnis dengan lebih baik dan berkolaborasi dalam penciptaan nilainya, fungsi hukum harus pandai ke bahasa bisnis, proses, manajemen efek, analitik data, kelincahan, kecepatan, pemerolehan dan manajemen bakat, kemungkinan, persaingan, serta layanan konsumen.

Ini jauh dari pekerjaan hukum buat  menciptakan “pekerjaan hukum yang sangat baik” yang diproklamirkan sendiri. Advokat dan profesional hukum terkait, tak perduli oleh siapa mereka diperbantukan, harus memanfaatkan kolaborasi laten praktek hukum serta pemberian service hukum dalam jumlah besar. Elemen praktek dan bisnis dari layanan hukum butuh keterampilan dan tenaga kerja yang berlainan akan tetapi mempunyai sudut pandang yang serupa.

Mereka ialah unsur yang serupa pentingnya dari manfaat hukum yang wajib beroperasi dengan lancar, tangkas, serta lancar bukan cuma dalam guna hukum tetapi juga dengan pemangku kepentingan bisnis lainnya di semuanya perusahaan. Integrasi praktik hukum dan bisnis pemberian layanan hukum (operasi hukum) mempertingkat efisiensi fungsional hukum. Ini yakni pilar dasar pembuatan nilai.

Langkah kedua serta yang lebih mengganti paradigma dlam perjalanan transformasi digital manfaat hukum merupakan penyelarasannya dengan bisnis buat membentuk nilai bagi perusahaan serta konsumennya. Ini libatkan rekonfigurasi holistik dari peran, relevansi, serta sistem penghargaan dari manfaat hukum. Hasil akhir adalah menciptakan kepuasan pelanggan.

Di bawah ini adalah cara-cara buat membebaskan kemampuan laten fungsi hukum untuk berbeda dari hambatan budget serta rintangan kemungkinan bisnis menjadi pusat untung, kolaborator nilai perusahaan, dan kepuasan konsumen setia.

 

Manfaat Hukum yang Menanggapi Keperluan Bisnis

Fungsi hukum mesti manipulasi balik dianya dari perspektif pelanggan, bagaimana dia dapat|bisa memenuhi dan melewati kepentingan dan angan-angan pengalaman konsumen. Ini perlu restrukturisasi organisasi tiada rintangan dari fungsi hukum yang berfokus di bagaimana ia bisa mengatur ulang buat melayani bisnis yang berganti secara digital dan pelanggannya dengan lebih baik.

Tidak ada peta jalan digital legal yang sesuai untuk seluruhnya, namun,tetapi, bagian umum meliputi:

-mengganti banyak layanan lewat produk yang memasukkan alat bantu berdikari dan jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk membuat alat tehnologi yang sama dengan tujuan buat kegunaan hukum serta memanfaatkan alat “hukum” yang ada buat melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang serta menganalisa data tidak terancang yang ada pada kegunaan hukum untuk pemanfaatan perusahaan yang bertambah luas dan kontributor pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa melakukan apa” berdasarkan kompetensi yang ditunjang data, pengalaman yang sama, cost,  adanya, serta hasil;

– menantang pola peninggalan hukum serta menggantinya dengan susunan, style, metrik, proses, serta tenaga kerja anyar yang menanggapi keperluan serta keinginan konsumen setia lebih baik;

– mengenyahkan ketidakcocokan hasil pengacara antara tipe pemasok (in-house, firma, firma hukum, dan sebagainya.);

– menyediakan tenaga kerja berbasiskan platform, lincah, kolaboratif, mulus, serta terpusat pada konsumen setia yang terdiri dalam beraneka sumber daya;

-memberikan nasehat yang disokong data

– fokus pada penciptaanan nilai untuk bisnis serta konsumen setianya dan menciptakan pengalaman konsumen setia komplet yang unggul;

– berinvestasi dalam penambahan ketrampilan dan training tenaga kerja untuk memenuhi rintangan itu.

 

Tetapkan Metrik yang Mematuhi Bisnis Dan Dijalankan Olehnya

Peter Drucker memonitor, “Anda tidak dapat mengelola apa yang tidak bisa Anda ukur.” Metrik hukum secara sejarah jarang-jarang serta berkaitan dengan profitabilitas, bukan kepuasan pelanggan. Bisnis, terlebih di waktu digital, miliki sekelompok metrik yang sama sekali berbeda yang berfokus pada konsumen setia.

Bisnis mengawasi kemudahan akses konsumen setia, pengangkutan tepat waktu, hasil yang sukses, uraian medsos, nilai promotor bersih, serta indek yang lain menghitung kepuasan/pengalaman konsumen setia. Ini yaitu kunci kelanjutan, skalabilitas, keuntungan, dan komitmen brand di dunia digital.

Bisnis memposisikan nilai tinggi pada adaptasi hukum dari metriknya. Analisis Perubahan Hukum Digital menemukan jika 97% informan bisnis menjelaskan mereka mau metrik sukses manfaat hukum sesuai dengan arah bisnis. Masa-masa fungsi hukum mendapat aplaus untuk menyeimbangkan biayanya udah berakhir. Untuk menetapkan nilai untuk bisnis, ia harus menyesuaikan dengan metrik yang sama yang dipraktekkan pada kegunaan perusahaan yang lain.

 

Memakai Kemampuan Data

Bisnis berjalan dengan data. Peranan hukum harus juga. Itu tidak berarti pembela perkara harus menambahkan analitis data menjadi kapabilitas inti. Namun, mereka mesti bersinergi dengan analisis data, technologi, dan professional hukum terkait lainnya serta memperlakukan mereka menjadi partner yang setara. Tim multidisiplin yang mulus, tangkas, dan terpadu adalah apa yang dibutuhkan buat memenuhi keharusan digital hukum yang diperluas.

Data yakni sumber pembuatan nilai yang luas dan belum dimanfaatkan buat peranan hukum. Dia mempunyai kekuatan buat menukar prediksi serta perkiraan dengan penglihatan ke depan dan wawasan berbasiskan sains. Data yang sama adalah data yang material buat peramalan yang akurat, diagnosa risiko awal, mitigasi, efektivitas, perumusan strategi cepat, hasil yang lebih baik, dan penangkalan hasil “surprise” (semisalnya, dampak yang terlampau rendah) ialah alat anyar yang kurang diperlukan oleh hukum.

 

10 etika bisnis

Data bukan cuma memiliki kekuatan laten buat memercepat kecepatan, efektivitas, akurasi, serta kapasitas manfaat hukum, tetapi bisa juga mendorong penciptaan nilai perusahaannya. Misalnya termasuk pelaksanaan data material buat kontrak, litigasi, pengusutan dan perselisihan komersil lainnya, permasalahan ketetapan, serta monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data bukan pengganti|alternatif penilaian hukum, itu yakni peningkat. Pembela perkara yang didukung data bercakap bahasa bisnis serta lebih meyakinkan  dibanding yang “berbasis firasat”. Tak ada “data hukum;” ada data yang berada dalam guna hukum yang dapat dibagi dengan unit bisnis lain untuk pecahkan “hambatan hibrida” yang memajukan nilai perusahaan.

Management kemungkinan, kepatuhan, perampingan kontrak buat mendesak transisi penjualan, serta penghindaran litigasi adalah beberapa dari sejumlah contoh. Masing-masing menyiapkan manfaat hukum dengan kekuatan yang besar sekali buat membuat dan menyatakan nilai.

Dari Pusat Biaya Menjadi Pencipta Nilai

Bisnis secara tradisionil memandang hukum sebagai penghambat kemungkinan perusahaan serta pusat ongkos. Itu berganti. C-Suite mengakui kewajiban digital berlaku untuk kegunaan hukum seperti untuk unit bisnis lainnya. Tanpa adopsinya, hukum tidak bisa penuhi tugasnya yang diperlebar buat berperan jadi:

1.Pendeteksi awal risiko|resiko perusahaan yang pro aktif, mitigasi risiko, dan pemecah masalah; dan

2.Kolaborator yang aktif serta gesit dengan manfaat bisnis yang lain buat menciptakan pemasukan serta kemungkinan pasar baru untuk perusahaan serta pelangganya.

Manfaat hukum yang memenuhi keharusan mereka yang diperlebar akan tunjukkan nilai serta menikmati posisi perusahaan yang lebih tinggi. Lebih kurang tiga perempat (74%) responden bisnis dalam studi yang telah dilakukan oleh The Digital Legal Exchange menyampaikan penting/sangat penting untuk hukum untuk membikin penghasilan dan kesempatan pasar anyar.

Mereka menganggap hukum sebagai mitra sinergis bisnis, bukan menjadi departemen tertutup yang cuma focus pada “tugas hukum”. Hukum harus manfaatkan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan serta konsumen setia, keterampilan, pengalaman, dan kegesitannya buat menandai serta bekerjasama dengan unit bisnis lain untuk mendorong nilai perusahaan yang terukur.

 

Layanan serta Pengalaman Pelanggan yang Unggul

Service serta pengalaman pelanggan yang unggul adalah elemen kunci untuk menunjukkan dan membela nilai. Jeff Bezos menyamai pertalian pemasok/pelanggan dengan dinamika tuan rumah/tamu; tuan rumah yang baik pastikan jika tamu diterima, dihormati, serta menjadi perhatian.

Hukum mirip dengan guna perusahaan lainnya dalam hal bagaimana dia mesti secara stabil memberikan, memelihara, meningkatkan, serta secara empiris tunjukkan service/pengalaman konsumen. Daftar cek service konsumen setia untuk fungsi hukum meliputi:

-mengadopsi pola pikir yang mengutamakan pelanggan serta mengimplementasikannya pada pada semua yang Anda dan teman tim Anda lakukan;

-kemudahan akses ke produk serta layanan hukum;

-kehandalan, efisiensi, kecepatan, nilai, dan transparansi pengantaran;

-bantuan pelanggan yang meliputi alat/sumber daya electronic serta swadaya manusia;

-mendapatkan dan lekas menanggapi input konsumen;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun pertalian dan perspektif pelanggan waktu panjang, bukan sudut pandang transaksional

-“membuatnya betul” bahkan juga waktu kesalahan dibuat;

-memperlakukan konsumen setia sebagai asset perusahaan;

-beroperasi secara pro aktif, bukan reaktif;

-mengakui kemampuan sosial media serta penguatan pengalaman konsumen setia yang positif serta negatif;

-peningkatan  ketrampilan secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|menyuport unit bisnis lain untuk tingkatkan kepuasan pelanggan serta pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Ringkasan

Guna hukum tidak bisa membuktikan nilainya untuk bisnis kecuali bila searah dengannya. Itu berarti bermitra dengan guna perusahaan yang lain serta focus pada konsumen setia yaitu langkah terunggul untuk memprediksi serta penuhi kepentingan serta angan-angan mereka yang berbeda dalam waktu cepat.

Ini merupakan intupokok dari keharusan digital, fantasi ulang serta kombinasi ulang yang didukung technologi perihal bagaimana produk serta layanan lebih ringan dijangkau, bersaing, transparan, stabil, dan  dikatakan dengan membahagiakan ke pelanggan. Manfaat hukum bisa dan mesti mainkan peran penting dalam alih bentuk menyeluruh dari dinamika penyedia/pelanggan ini.

Menghilangkan pola pikir “pembela perkara serta ‘non-pengacara'” adalah langkah pertama yang baik.

10 etika bisnis

Semoga materi 10 etika bisnis bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *