3. kekurangan apa yang kamu dapati dalam etika bisnis islam

3. kekurangan apa yang kamu dapati dalam etika bisnis islam

Bagaimana Peran Hukum Memperlihatkan Nilai Untuk Sebuah Bisnis?

3. kekurangan apa yang kamu dapati dalam etika bisnis islam

Bagian pertama dari seri dua sisi ini mengupas kenapa guna hukum mengalami kepelikan perlihatkan nilainya buat bisnis. Unit ini tawarkan bagaimana hal semacam itu bisa berlangsung. Artikel kali ini membahas tentang

3. kekurangan apa yang kamu dapati dalam etika bisnis islam

Pembela perkara yakni rintangan paling besar manfaat hukum buat menunjukkan nilai bisnis. Sebagian besar cerdik, konsentrasi, rajin, analisa, dan mengarah pada maksud yaitu sifat tenaga kerja yang diinginkan . Maka di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pendidikan, indoktrinasi, susunan, dan keangkuhan.

Budaya hukum ialah tentang pembela perkara, bukan konsumen. Itu bukan permulaan di masa alih bentuk digital di mana semua ditujukan untuk menambah pengalaman konsumen.

 3. kekurangan apa yang kamu dapati dalam etika bisnis islam

 

 

Pendahuluan: Pola Berpikir Bisnis Buat Remit Hukum yang Diperluas

Kegunaan hukum sedang ditata ulang buat menyinkronkan dengan kepentingan perusahaan digital dan pelanggan mereka. Bisnis dan sejumlah pemasok mode baru ada pada garda terdepan dalam pengaturan kembali, bukan penciptaan hukum. Perancangan ulang fungsi hukum mulai dari perspektif pelanggan, apa yang dibutuhkan hukum untuk melayani kepentingannya dengan lebih baik?

Buat gapai kepuasan konsumen setia di masa digital, kegunaan hukum mesti mendalami rintangan konsumennya dan jadi sisi dari jalan keluar mereka. Ini butuh hukum buat mengadopsi perspektif bisnis buat penuhi manfaat hukum yang diperluas. Buat layani perusahaan digital dan konsumen mereka, kegunaan hukum harus bekerja menjadi pembela perusahaan yang pro aktif serta didorong oleh data serta bersinergi dengan unit bisnis lain untuk memajukan nilai perusahaan. Tapi bagaimana triknya?

Mengeruk semakin banyak dari manfaat hukum mulai dengan budaya serta perjalanan manajemen pengubahan. Ini melibatkan kerjasama peranan hukum dengan serta penyesuaian pada sumber daya bisnis yang ada, teknik pemecahan perkara, metrik, proses, technologi, serta data. Fokusnya yakni pada bagaimana mereka dapat digunakan, diperbaharui, serta diberikan tidak sekedar dalam manfaat hukum dan juga di seluruhnya perusahaan.

 

3. kekurangan apa yang kamu dapati dalam etika bisnis islam

Guna hukum tak dapat kembali didiamkan. Itu harus menjadi sisi dari perjalanan digital perusahaan yang tugasnya ialah menambah hasil, nilai, serta pengalaman konsumen setia. Untuk layani bisnis dengan lebih baik dan bersinergi dalam penciptaan nilainya, peranan hukum mesti pintar dengan bahasa bisnis, proses, manajemen resiko, analitik data, kecekatan, kecepatan, akuisisi serta management bakat, efek, perebutan, dan pelayanan pelanggan.

Ini jauh dari pekerjaan hukum untuk  mendatangkan “tugas hukum yang baik sekali” yang diproklamirkan sendiri. Lawyer dan professional hukum berkaitan, tak peduli oleh siapa mereka diperkerjakan, harus memanfaatkan kerjasama laten praktek hukum dan pemberian pelayanan hukum dalam skala besar. Bagian praktik dan bisnis dari layanan hukum memerlukan ketrampilan serta tenaga kerja yang berbeda tapi miliki sudut pandang yang serupa.

Mereka yakni elemen yang serupa pentingnya dari manfaat hukum yang penting bekerja secara lancar, tangkas, dan lancar bukan hanya dalam kegunaan hukum namun juga dengan pemangku kepentingan bisnis lainnya di semua perusahaan. Integrasi praktik hukum dan bisnis pemberian service hukum (operasi hukum) tingkatkan efektivitas fungsional hukum. Ini ialah pilar dasar penciptaan nilai.

Langkah kedua dan yang lebih mengubah paradigma diperjalanan transformasi digital guna hukum ialah penyelarasannya dengan bisnis untuk menciptakan nilai bagi perusahaan serta pelanggannya. Ini menyertakan rekonfigurasi holistik dari peran, keterkaitan, dan sistem penghargaan dari peranan hukum. Hasil akhirnya adalah menciptakan kepuasan konsumen.

Berikut beberapa cara buat membebaskan kapasitas laten kegunaan hukum buat berubah dari kendala bujet dan kendala peluang bisnis menjadi pusat laba, kolaborator nilai perusahaan, dan kepuasan konsumen.

 

Peranan Hukum yang Menyikapi Kebutuhan Bisnis

Peranan hukum mesti memanipulasi balik dianya dari sudut pandang konsumen, bagaimana dia dapat|bisa penuhi serta melampaui kepentingan dan keinginan pengalaman pelanggan. Ini membutuhkan restrukturisasi organisasi tanpa ada kendala dari fungsi hukum yang fokus di bagaimana dia dapat mengatur ulang buat layani bisnis yang berbeda secara digital serta konsumen setianya dengan lebih bagus.

Tidak ada peta jalan digital legal yang pas untuk seluruhnya, namun,tetapi, komponen umum meliputi:

-mengganti banyak layanan dengan produk yang menyertakan alat bantu mandiri serta jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk membikin alat technologi yang sama dengan arah buat peranan hukum serta manfaatkan alat “hukum” yang ada buat melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang dan menganalisa data tidak terstruktur yang ada pada guna hukum untuk penggunaan perusahaan yang makin luas dan kontributor di data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa melaksanakan apa” berdasar pada kompetensi yang ditopang data, pengalaman yang relevan, ongkos,  terdapatnya, serta hasil;

– melawan pola warisan hukum dan mengubahnya dengan susunan, bentuk, metrik, proses, dan tenaga kerja anyar yang memberikan respon keperluan serta asa konsumen lebih baik;

– mengenyahkan ketaksamaan bikinan advokat antara tipe pemasok (in-house, firma, firma hukum, dan seterusnya.);

– menyiapkan tenaga kerja berbasiskan platform, tangkas, kolaboratif, mulus, dan terpusat di konsumen setia yang terbagi dalam bervariasi sumber daya;

-memberikan anjuran yang ditunjang data

– focus di penciptaanan nilai untuk bisnis serta pelanggannya serta membuat pengalaman konsumen lengkap yang unggul;

– lakukan investasi dalam kenaikan keahlian serta kepelatihan tenaga kerja buat memenuhi hambatan itu.

 

Pastikan Metrik yang Mematuhi Bisnis Dan Dioperasionalkan Olehnya

Peter Drucker memperhatikan, “Anda tidak dapat mengelola apa yang tidak dapat Anda ukur.” Metrik hukum secara monumental jarang serta berkaitan dengan profitabilitas, bukan kepuasan konsumen. Bisnis, khususnya di waktu digital, miliki sekelompok metrik yang serupa sekali tidak sama yang fokus pada pelanggan.

Bisnis memantau keluasaan akses konsumen setia, pengiriman on-time, hasil yang sukses, uraian jejaring sosial, score promotor bersih, dan indeks yang lain mengukur kepuasan/pengalaman pelanggan. Ini ialah kunci kebersinambungan, skalabilitas, profitabilitas, dan komitmen merk di dunia digital.

Bisnis memposisikan nilai tinggi di penyesuaian hukum dari metriknya. Pengamatan Pertukaran Hukum Digital mendapatkan bahwa 97% responden bisnis mengatakan mereka mau metrik sukses kegunaan hukum selaras dengan arah bisnis. Waktu-waktu guna hukum mendapat aplaus buat menyeimbangkan bujetnya telah berakhir. Buat menentukan nilai bagi bisnis, ia harus menyesuaikan dengan metrik yang serupa yang diterapkan pada kegunaan perusahaan lainnya.

 

Manfaatkan Kapabilitas Data

Bisnis berjalan dengan data. Kegunaan hukum harus. Itu tak berarti advokat mesti menambah analisa data sebagai kapabilitas inti. Tetapi, mereka mesti bekerjasama dengan studi data, technologi, serta profesional hukum terkait lainnya dan memperlakukan mereka sebagai partner yang selevel. Team multidisiplin yang mulus, gesit, dan terpadu yakni apa yang diperlukan buat penuhi keharusan digital hukum yang diperluas.

Data ialah sumber penciptaan nilai yang luas dan belum diperlukan buat manfaat hukum. Ia mempunyai kekuatan untuk gantikan prediksi dan sangkaan dengan pandangan di depan dan pandangan berbasis sains. Data yang relevan yakni data yang material buat peramalan yang presisi, diagnosa risiko awal, mitigasi, Efisiensi, penyimpulan siasat cepat, hasil lebih baik, serta pencegahan hasil “surprise” (contohnya, risiko yang terlalu rendah) merupakan alat baru yang kurang dipakai oleh hukum.

 

3. kekurangan apa yang kamu dapati dalam etika bisnis islam

Data bukan hanya memiliki kekuatan laten untuk mempercepat kecepatan, efisiensi, ketepatan, serta kinerja guna hukum, namun bisa pula menggerakkan pembuatan nilai perusahaannya. Misalnya tergolong pelaksanaan data material buat kontrak, litigasi, interograsi serta konflik komersial yang lain, problem aturan, serta monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data bukanlah pengganti|alternatif penilaian hukum, itu adalah penambah. Pembela perkara yang ditunjang data berkata bahasa bisnis dan semakin lebih dapat dipercaya  ketimbang yang “berbasis firasat”. Tak ada “data hukum;” ada info yang ada dalam fungsi hukum yang dapat diberikan dengan unit bisnis lain untuk memecahkan “kendala hibrida” yang memajukan nilai perusahaan.

Manajemen resiko, kepatuhan, perampingan kontrak untuk menekan perputaran pemasaran, dan penghindaran litigasi merupakan di antara dari sejumlah contoh. Masing-masing sediakan manfaat hukum dengan kapasitas yang besar sekali buat membentuk dan tunjukkan nilai.

Dari Pusat Biaya Jadi Pembuat Nilai

Bisnis secara tradisional merasa hukum menjadi penghambat peluang perusahaan serta pusat biaya. Itu beralih. C-Suite mengaku keharusan digital berlaku buat peran hukum seperti dalam untuk unit bisnis yang lain. Tanpa ada adopsinya, hukum tidak dapat memenuhi tugasnya yang diperluas untuk berperan menjadi:

1.Pendeteksi dini risiko|kemungkinan perusahaan yang pro-aktif, mitigasi resiko, serta pemecah masalah; serta

2.Kolaborator yang aktif serta tangkas dengan guna bisnis yang lain buat membentuk penerimaan dan peluang pasar baru bagi perusahaan dan konsumen setianya.

Manfaat hukum yang penuhi kewajiban mereka yang diperluas akan membuktikan nilai dan nikmati posisi perusahaan yang bertambah tinggi. Seputar tiga perempat (74%) informan bisnis dalam studi yang tengah dilakukan oleh The Digital Legal Exchange mengucapkan penting/sangat perlu bagi hukum untuk membikin penghasilan dan kesempatan pasar baru.

Mereka memandang hukum selaku partner sinergis bisnis, bukan sebagai departemen tertutup yang hanya focus pada “tugas hukum”. Hukum harus memakai modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan dan pelanggan, keterampilan, pengalaman, dan kegesitannya untuk menandai dan berkolaborasi dengan unit bisnis lain buat mendorong nilai perusahaan yang terukur.

 

Layanan dan Pengalaman Konsumen yang Unggul

Pelayanan serta pengalaman konsumen yang unggul yaitu komponen kunci untuk membuktikan serta membela nilai. Jeff Bezos menyamakan jalinan penyedia/konsumen dengan dinamika tuan-rumah/tamu; tuan-rumah yang baik menegaskan jika tamu diterima, dipandang, serta menjadi perhatian.

Hukum tidak berbeda dengan peranan perusahaan lainnya dalam hal bagaimana ia mesti secara konsisten memberi, memelihara, mempertingkat, dan secara empiris membuktikan pelayanan/pengalaman konsumen. Daftar cek layanan pelanggan buat manfaat hukum meliputi:

-mengadopsi pola pikir yang menekankan konsumen dan mengimplementasikannya di seluruh yang Anda serta teman team Anda lakukan;

-kemudahan akses ke produk dan pelayanan hukum;

-kehandalan, efisiensi, kecepatan, nilai, serta transparansi pengangkutan;

-bantuan konsumen setia yang meliputi alat/sumber daya electronic dan swadaya manusia;

-mendapatkan serta segera menanggapi input konsumen;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun interaksi serta perspektif konsumen jangka panjang, bukan sudut pandang transaksi bisnis;

-“membuatnya benar” juga ketika kekeliruan dibuat;

-memperlakukan konsumen selaku aset perusahaan;

-beroperasi secara pro aktif, bukan reaktif;

-mengakui kekuatan sosial media serta pemantapan pengalaman konsumen yang positif dan negatif;

-peningkatan  keahlian secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberi dukungan unit bisnis lain buat menambah kepuasan konsumen dan pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Kesimpulan

Guna hukum tidak dapat perlihatkan nilainya bagi bisnis kecuali apabila searah dengannya. Itu bermakna berpartner dengan kegunaan perusahaan lainnya dan fokus di konsumen setia yaitu langkah terhebat buat mengantisipasi serta penuhi keperluan serta impian mereka yang berbeda dengan cepat.

Ini yakni intupokok dari keharusan digital, fantasi ulang serta konfigurasi ulang yang disokong technologi perihal bagaimana produk serta layanan lebih mudah dicapai, kompetitif, terbuka, konstan, dan  dikatakan dengan membahagiakan terhadap konsumen setia. Peranan hukum bisa serta mesti mainkan peranan penting dalam alih bentuk lengkap dari dinamika pemasok/pelanggan ini.

Menghilangkan pola pikir “pengacara dan ‘non-pengacara'” adalah pertama-pertama yang bagus.

3. kekurangan apa yang kamu dapati dalam etika bisnis islam

Semoga materi 3. kekurangan apa yang kamu dapati dalam etika bisnis islam bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *