Apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan televisi

Apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan televisi

Untuk menjawab pertanyaan apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan televisi, silahkan lanjutkan untuk membaca artikel berikut.

Efek Negatif Menonton Televisi Bagi Orang Dewasa dan Anak<H2>

Apakah Anda menghabiskan seluruh waktu luang Anda untuk menonton televisi? Menjadi kentang sofa dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Banyak orang duduk di depan TV setelah pulang kerja dan terus menonton selama berjam-jam. Mereka tidak pernah mempertimbangkan efek negatif dari menonton TV dan ini akhirnya membuat mereka menghadapi masalah mental dan fisik.

Efek Negatif Menonton Televisi<H3>

Banyak orang berpikir bahwa hanya anak-anak yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi, padahal itu tidak benar. Orang dewasa melakukan hal yang sama dan akhirnya mengalami efek negatif. Berikut adalah beberapa rincian lebih lanjut tentang efek menonton televisi.

Efek Negatif pada Orang Dewasa<H4>

Riset memperlihatkan jika orang yang melihat TV sepanjang tiga jam ataupun lebih satu hari 2x memungkinkan wafat saat sebelum waktunya dibanding sama orang yang melihat selama satu jam atau kurang setiap hari. Itu terutama karena menonton TV adalah aktivitas yang tidak banyak bergerak.

Menonton TV dapat menyebabkan makan berlebihan dan memperburuk keadaan. Anda cenderung makan berlebihan saat menonton TV karena keterlibatan mental membuat Anda tidak menyadari bahwa perut Anda sudah kenyang. Hal ini dapat menyebabkan obesitas dan masalah terkait lainnya.

Menonton TV terlalu banyak dapat membuat anak-anak mengidentifikasi dengan apa yang mereka tonton dan merasa bosan menjalani kehidupan yang sederhana. Mereka mendambakan ketenaran dan tidak keberatan mencoba apa pun untuk menjadi kaya. Hal ini dapat menyebabkan frustrasi dan ketidakpuasan.

Menonton emosi yang intens di TV dapat memengaruhi Anda secara mental. Adegan-adegan horor dan menakutkan itu menggambarkan pelecehan fisik, verbal, dan bentuk-bentuk pelecehan lainnya yang dapat memengaruhi Anda secara psikologis.

Banyak program TV tidak membuat Anda berpikir apa-apa. Masalahnya adalah mereka membombardir Anda dengan konten dan Anda menerimanya secara pasif. Lembur ini dapat memengaruhi kemampuan berpikir analitis dan kreatif Anda sampai batas tertentu.

Efek Negatif pada Anak<H4>

Membiarkan anak Anda menghabiskan terlalu banyak waktu di depan TV bukanlah ide yang baik. Efek negatif dari menonton televisi bisa sangat serius bagi anak-anak. Contohnya:

 

Anak-anak yang terlalu banyak menonton TV berhenti melakukan aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan obesitas dan menyebabkan beberapa masalah.

Anak-anak yang habiskan terlampau banyak waktu di muka monitor TV kemungkinan alami permasalahan pandangan.

Anak-anak tidak akan mengembangkan keterampilan sosial ketika mereka menghabiskan terlalu banyak waktu di depan televisi. Mereka percaya bahwa mereka tidak membutuhkan siapa pun ketika mereka hanya bisa duduk di depan TV dan menghabiskan waktu. Hal ini dapat menyebabkan kurang atau tidak ada interaksi dengan orang lain, yang sangat mempengaruhi perkembangan sosial.

Menonton TV dapat mempengaruhi perkembangan otak pada anak. Studi menunjukkan bahwa membiarkan anak Anda menonton TV terlalu banyak selama tahun-tahun awal kehidupan mereka dapat mengubah struktur otak mereka. Studi lain menunjukkan bahwa balita yang diizinkan menonton lebih dari dua jam sehari dapat mengembangkan masalah perilaku.

Anda tidak memiliki kendali atas apa yang mereka lihat di TV, dan ini akan membuat anak-anak Anda terpapar kejahatan. Paparan dini terhadap konten yang mengandung alkohol, seks, dan obat-obatan dapat membuat anak-anak mengembangkan pandangan yang menyimpang dari unsur-unsur ini.

Anak-anak mungkin ingin berlatih sama seperti yang ditampilkan di TV. Bahkan film superhero pun penuh dengan kekerasan dan ini bisa membuat si kecil menjadi kasar dan agresif juga.

Anak-anak dapat mengembangkan “sindrom dunia menakutkan” setelah terlalu banyak menonton sesuatu yang melebih-lebihkan kenyataan dan menggambarkan adegan yang sangat kejam. Dengan begitu banyak senjata dan kekerasan di TV, anak Anda mungkin mulai berpikir bahwa dunia bukanlah tempat yang aman untuk mereka.

Iklan yang ditayangkan di TV dapat mendorong anak Anda untuk mengembangkan kebiasaan makan yang tidak sehat. Mereka mungkin menyukai es krim, makanan cepat saji, dan minuman berkarbonasi.

Apa yang Harus Anda Lakukan?<H#3>

Setelah Anda mengetahui efek negatif dari menonton televisi, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengembalikan keadaan menjadi normal. Berikut adalah beberapa tips sederhana untuk dicoba:

-TV buruk bagi kesehatan Anda karena membuat Anda duduk diam selama berjam-jam. Cukup sertakan olahraga ke dalam rutinitas menonton Anda – Anda dapat melakukan squat dan lunge selama jeda iklan.

-Hindari jajanan yang tidak sehat. Saat menonton TV, Anda tidak boleh makan camilan yang tidak sehat. Lebih baik menyimpan semangkuk buah segar di sisi Anda daripada makan apa pun yang sarat dengan garam dan gula.

-Tetapkan jadwal. Lebih baik mengatur timer dan memastikan bahwa Anda tidak menghabiskan lebih dari satu jam di depan TV Anda. Mengatur timer akan membantu Anda menyadari bahwa Anda telah menonton cukup lama dan sekarang saatnya untuk mematikannya.

Menghindari Efek Negatif pada Anak<H3>

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk membatasi efek negatif menonton televisi bagi anak-anak.

 

-Lakukan penelitian Anda dan pilih acara yang paling tepat untuk anak-anak Anda. Jangan memilih acara hanya karena mereka mengatakan penonton yang dituju adalah anak-anak. Pastikan konten sesuai dengan usia anak Anda dan memiliki nada dan kecepatan yang baik. Lebih baik memilih acara dengan durasi yang lebih pendek. Selain itu, Anda tidak boleh membiarkan anak-anak Anda menonton iklan.

-Batasi waktu layar untuk anak-anak. Jika anak Anda berusia antara dua hingga lima tahun, jangan biarkan mereka menghabiskan lebih dari 32 jam seminggu di depan TV. Jangan biarkan mereka menonton TV selama waktu makan dan jangan meletakkan TV di kamar tidur mereka. Jangan menganggap TV sebagai babysitter – meninggalkan anak-anak Anda tanpa pengawasan dapat membuat mereka terpapar konten yang tidak pantas yang ditampilkan di TV. Pastikan untuk menetapkan aturan waktu menonton TV dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa anak-anak Anda mengikuti aturan tersebut.

Menjadikannya kegiatan keluarga. Artinya, alih-alih membiarkan anak Anda menonton TV sendirian, Anda harus berada di sana dan menjadikannya kegiatan keluarga yang menyenangkan. Ini akan mencegah anak-anak Anda mengambil TV sebagai cara untuk menghabiskan waktu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *