diskusi 7 hukum bisnis

diskusi 7 hukum bisnis

Bagaimana Peran Hukum Memperlihatkan Nilai Buat Suatu Bisnis?

diskusi 7 hukum bisnis

Sisi pertama dari seri dua bagian ini membahas mengapa manfaat hukum alami persoalan tunjukkan nilainya bagi bisnis. Segnen ini tawarkan bagaimana hal itu dapat berlangsung. Artikel kali ini membahas tentang

diskusi 7 hukum bisnis

Pengacara merupakan hambatan terbesar guna hukum untuk membuktikan nilai bisnis. Sejumlah besar pandai, fokus, rajin, analitis, serta berorientasi di tujuan adalah pembawaan tenaga kerja yang diinginkan . Sehingga di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pendidikan, indoktrinasi, struktur, serta keangkuhan.

Budaya hukum yakni perihal pembela perkara, bukan konsumen setia. Itu bukan permulaan di era alih bentuk digital di mana semuanya disasarkan buat tingkatkan pengalaman konsumen setia.

 diskusi 7 hukum bisnis

 

 

Pendahuluan: Pola Berpikir Bisnis Untuk Remit Hukum yang Diperluas

Manfaat hukum lagi dirapikan ulang untuk menyelaraskan dengan kepentingan perusahaan digital dan pelanggan mereka. Bisnis dan beberapa penyuplai mode anyar berada di garda paling depan dalam pengaturan kembali, bukan penciptaan hukum. Perancangan ulang fungsi hukum dimulai dari sudut pandang konsumen, apa yang dibutuhkan hukum untuk melayani kepentingannya dengan lebih bagus?

Untuk menggapai kepuasan pelanggan di waktu digital, fungsi hukum mesti mengerti halangan konsumen setianya dan menjadi sisi dari jalan keluar mereka. Ini memerlukan hukum untuk memungut pola pikir bisnis untuk penuhi kegunaan hukum yang diperlebar. Untuk melayani perusahaan digital dan konsumen mereka, kegunaan hukum harus beroperasi selaku pembela perusahaan yang pro aktif serta didorong oleh data serta bekerjasama dengan unit bisnis lain untuk mendorong nilai perusahaan. Tapi bagaimana triknya?

Menggali bertambah banyak dari fungsi hukum mulai dengan budaya dan perjalanan management perubahan. Ini melibatkan kerjasama manfaat hukum dengan dan adaptasi kepada sumber daya bisnis yang ada, cara pemecahan perkara, metrik, proses, tehnologi, dan data. Konsentrasinya adalah di bagaimana mereka dapat dipakai, diperbaharui, dan dibagikan tidak hanya dalam guna hukum tapi juga di semua perusahaan.

 

diskusi 7 hukum bisnis

Fungsi hukum tak bisa lagi didiamkan. Itu harus menjadi bagiab dari perjalanan digital perusahaan yang misinya ialah tingkatkan hasil, nilai, dan pengalaman konsumen. Untuk layani bisnis dengan lebih bagus dan bekerjasama dalam penciptaan nilainya, guna hukum harus mengusai dalam bahasa bisnis, proses, manajemen resiko, analitik data, kelincahan, kecepatan, akuisisi serta management bakat, kemungkinan, perebutan, serta pelayanan konsumen setia.

Ini jauh dari pekerjaan hukum buat  mendatangkan “pekerjaan hukum yang sangat baik” yang diproklamirkan sendiri. Advokat dan professional hukum berkaitan, tidak perduli oleh siapa mereka ditempatkan kerja, mesti manfaatkan sinergi laten layanan hukum serta pemberian layanan hukum dalam skala besar. Bagian praktek dan bisnis dari layanan hukum membutuhkan keahlian dan tenaga kerja yang lain namun mempunyai perspektif yang serupa.

Mereka merupakan elemen yang sama keutamaan dari peran hukum yang wajib beroperasi secara lancar, lincah, dan lancar tidak sekedar dalam peranan hukum dan juga dengan penopang kebutuhan bisnis yang lain di semuanya perusahaan. Integratif praktek hukum dan bisnis pemberian pelayanan hukum (operasi hukum) tingkatkan efisiensi fungsional hukum. Ini ialah pilar dasar pembuatan nilai.

Cara ke-2 dan yang lebih mengubah paradigma diperjalanan transformasi digital manfaat hukum merupakan penyelarasannya dengan bisnis buat membikin nilai bagi perusahaan dan konsumen setianya. Ini libatkan rekonfigurasi holistik dari peran, keterkaitan, serta mekanisme penghargaan dari manfaat hukum. Hasil akhirnya yakni menciptakan kepuasan konsumen.

Ini adalah beberapa cara untuk melepas kemampuan laten fungsi hukum buat beralih dari hambatan budget serta rintangan peluang bisnis jadi pusat keuntungan, kolaborator nilai perusahaan, serta kepuasan pelanggan.

 

Guna Hukum yang Menyikapi Kebutuhan Bisnis

Kegunaan hukum harus rekayasa balik dirinya sendiri dari perspektif pelanggan, bagaimana dia dapat|bisa penuhi dan melebihi keperluan dan keinginan pengalaman pelanggan. Ini membutuhkan restrukturisasi organisasi tanpa kendala dari fungsi hukum yang fokus pada bagaimana ia bisa atur ulang buat layani bisnis yang beralih secara digital serta pelanggannya dengan lebih bagus.

Tidak ada peta jalan digital legal yang pas buat semua, tapi, elemen umum mencakup:

-mengganti banyak layanan dengan produk yang mengikutkan alat bantu mandiri serta jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk membikin alat technologi yang sesuai tujuan untuk fungsi hukum serta memakai alat “hukum” yang ada untuk layani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang serta mempelajari data tidak terstruktur yang ada di dalam peranan hukum untuk penggunaan perusahaan yang lebih luas serta kontribusi pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa lakukan apa” menurut kapabilitas yang disokong data, pengalaman yang relevan, cost,  terdapatnya, serta hasil;

– menentang pola warisan hukum dan menggantinya dengan susunan, style, metrik, proses, serta tenaga kerja baru yang memberikan respon kebuthan dan impian pelanggan dengan baik;

– mengenyahkan perbedaan produksi pembela perkara di antara type pemasok (in-house, firma, firma hukum, dan seterusnya.);

– siapkan tenaga kerja berbasiskan platform, tangkas, kolaboratif, mulus, dan terpusat di konsumen yang terdiri dalam beraneka sumber daya;

-memberikan nasehat yang ditunjang data

– focus di pembuatan nilai bagi bisnis dan konsumen setianya serta menciptakan pengalaman pelanggan menyeluruh yang unggul;

– menanam investasi dalam peningkatan keterampilan serta kepelatihan tenaga kerja untuk memenuhi rintangan itu.

 

Tetapkan Metrik yang Patuhi Bisnis Serta Dioperasionalkan Olehnya

Peter Drucker memonitor, “Anda tidak bisa mengurus apa yang tidak bisa Anda ukur.” Metrik hukum secara monumental jarang serta terkait dengan keuntungan, bukan kepuasan konsumen. Bisnis, terlebih di era digital, punya sekelompok metrik yang serupa sekali berbeda yang focus pada pelanggan.

Bisnis mengawasi keringanan akses pelanggan, pengantaran pas waktu, hasil yang sukses, ulasan sosial media, nilai promotor bersih, dan index yang lain menghitung kepuasan/pengalaman pelanggan. Ini adalah kunci kesinambungan, skalabilitas, keuntungan, serta komitmen merek di dunia digital.

Bisnis tempatkan nilai tinggi pada penyesuaian hukum dari metriknya. Pengamatan Perputaran Hukum Digital menemukan kalau 97% responden bisnis mengatakan mereka mau metrik sukses kegunaan hukum selaras dengan tujuan bisnis. Masa-masa fungsi hukum mendapati aplaus untuk menyejajarkan anggarannyanya sudah berakhir. Buat menentukan nilai bagi bisnis, dia harus menyesuaikan dengan metrik yang sama yang dipraktekkan di peranan perusahaan yang lain.

 

Manfaatkan Kekuatan Data

Bisnis jalan dengan data. Peranan hukum mesti. Itu tidak bermakna advokat harus menambah diagnosis data menjadi kompetensi pokok. Tapi, mereka harus bekerjasama dengan riset data, technologi, dan profesional hukum berkaitan yang lain serta perlakukan mereka sebagai partner yang setara. Tim multidisiplin yang mulus, lincah, serta terintegrasi yaitu apa yang diperlukan buat memenuhi kewajiban digital hukum yang diperluas.

Data adalah sumber penciptaan nilai yang luas dan belum difungsikan buat fungsi hukum. Dia berkekuatan untuk gantikan pertaruhan serta sangkaan dengan pandangan ke depan serta pandangan berbasis sains. Data yang relevan adalah info yang material buat peramalan yang presisi, diagnosa kemungkinan dini, mitigasi, efektivitas, pendefinisian strategi cepat, hasil yang makin baik, serta pencegahan hasil “kejutan” (semisalnya, kemungkinan yang terlalu rendah) yaitu alat baru yang kurang difungsikan oleh hukum.

 

diskusi 7 hukum bisnis

Data tidak cuma miliki kekuatan laten buat percepat kecepatan, efisiensi, ketepatan, dan kapasitas manfaat hukum, akan tetapi dapat juga mendorong penciptaan nilai perusahaannya. Contoh-contohnya tergolong pelaksanaan data material untuk kontrak, litigasi, investigasi dan pergesekan komersil yang lain, kasus aturan, serta monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data tidak pengganti|alternatif penilaian hukum, itu yaitu peningkat. Advokat yang ditunjang data berkata bahasa bisnis serta jauh semakin meyakinkan  ketimbang yang “berbasis firasat”. Tidak ada “data hukum;” ada info yang ada dalam kegunaan hukum yang bisa dibagikan dengan unit bisnis lain untuk memecahkan “rintangan hibrida” yang mendorong nilai perusahaan.

Management kemungkinan, kepatuhan, perampingan kontrak untuk menghimpit transisi penjualan, dan penghindaran litigasi yakni beberapa dari sejumlah contoh. Masing-masing menyediakan peran hukum dengan kekuatan yang sangat besar untuk membikin dan perlihatkan nilai.

Dari Pusat Biaya Jadi Pembuat Nilai

Bisnis secara tradisionil memandang hukum menjadi penghambat kesempatan perusahaan dan pusat ongkos. Itu berganti. C-Suite mengakui keharusan digital berlaku buat kegunaan hukum seperti sama buat unit bisnis yang lain. Tiada adopsinya, hukum tidak dapat memenuhi tugasnya yang diperlebar buat berfungsi menjadi:

1.Pendeteksi dini risiko|kemungkinan perusahaan yang proaktif, mitigasi kemungkinan, dan pemecah masalah; dan

2.Kolaborator yang aktif serta lincah dengan manfaat bisnis lainnya buat menciptakan penghasilan serta kesempatan pasar baru buat perusahaan dan konsumennya.

Peran hukum yang penuhi kewajiban mereka yang diperlebar dapat perlihatkan nilai dan menikmati kedudukan perusahaan yang semakin tinggi. Sekitaran tiga perempat (74%) responden bisnis dalam study yang telah dilakukan oleh The Digital Legal Exchange mengucapkan penting/penting bagi hukum untuk membentuk penghasilan serta peluang pasar anyar.

Mereka memandang hukum sebagai partner sinergis bisnis, bukan selaku departemen tertutup yang cuman focus pada “pekerjaan hukum”. Hukum mesti menggunakan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan dan pelanggan, ketrampilan, pengalaman, serta kelincahannya untuk menandai dan bekerjasama dengan unit bisnis lain buat menggerakkan nilai perusahaan yang terukur.

 

Pelayanan dan Pengalaman Konsumen yang Unggul

Service serta pengalaman konsumen setia yang unggul merupakan bagian kunci untuk membuktikan serta mempertahankan nilai. Jeff Bezos menyamakan hubungan pemasok/konsumen dengan dinamika tuan-rumah/tamu; tuan-rumah yang bagus pastikan jika tamu diterima, dihormati, dan jadi perhatian.

Hukum sama persis dengan peran perusahaan lainnya dalam hal bagaimana dia harus secara stabil berikan, memelihara, meningkatkan, dan secara empiris memperlihatkan layanan/pengalaman pelanggan. Daftar periksa pelayanan konsumen setia untuk kegunaan hukum mencakup:

-mengadopsi perspektif yang memprioritaskan konsumen dan menerapkannya pada semuanya yang Anda serta relasi team Anda lakukan;

-kemudahan akses ke produk dan layanan hukum;

-kehandalan, efektivitas, kecepatan, nilai, dan transparan pengiriman;

-bantuan konsumen setia yang termasuk alat/sumber daya electronic dan swadaya manusia;

-mendapatkan dan selekasnya menanggapi saran konsumen setia;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun pertalian serta sudut pandang konsumen setia waktu panjang, bukan perspektif transaksional

-“membuat benar” juga saat kekeliruan dibuat;

-memperlakukan pelanggan jadi aset perusahaan;

-beroperasi secara proaktif, bukan reaktif;

-mengakui kekuatan jejaring sosial dan pengukuhan pengalaman pelanggan yang positif dan negatif;

-peningkatan  keterampilam secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|menyuport unit bisnis lain untuk mempertingkat kepuasan pelanggan dan pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Ringkasan

Kegunaan hukum tidak bisa menunjukkan nilainya bagi bisnis kecuali kalau sejalan dengannya. Itu mempunyai arti berelasi dengan fungsi perusahaan lainnya serta focus pada pelanggan ialah metode terunggul untuk memprediksi serta penuhi kepentingan serta angan-angan mereka yang beralih dengan cepat.

Ini adalah intupokok dari keharusan digital, fantasi ulang dan kombinasi ulang yang ditunjang teknologi terkait bagaimana produk dan pelayanan lebih gampang dicapai, kompetitif, terbuka, konstan, serta  disampaikan dengan membahagiakan terhadap konsumen. Peranan hukum dapat dan harus mainkan peran penting dalam perubahan lengkap dari dinamika penyedia/konsumen setia ini.

Menghilangkan sudut pandang “pengacara serta ‘non-pengacara'” yakni cara pertama yang baik.

diskusi 7 hukum bisnis

Semoga materi diskusi 7 hukum bisnis bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *