download buku hukum bisnis zaeni asyhadie

Bagaimana Peranan Hukum Menunjukkan Nilai Buat Sebuah Bisnis?

download buku hukum bisnis zaeni asyhadie

Sisi pertama dari seri dua bagian ini mengulas kenapa guna hukum mengenyam kesulitan menunjukkan nilainya bagi bisnis. Bagian ini tawarkan bagaimana hal demikian bisa berlangsung. Artikel kali ini membahas tentang

download buku hukum bisnis zaeni asyhadie

Pembela perkara merupakan rintangan terbesar peran hukum buat memberikan nilai bisnis. Mayoritas cerdik, fokus, rajin, analitis, serta berorientasi pada arah yaitu sifat tenaga kerja yang dikehendaki . Maka di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pendidikan, indoktrinasi, susunan, dan keangkuhan.

Budaya hukum ialah tentang pengacara, bukan konsumen. Itu bukan permulaan di masa transformasi digital di mana semuanya ditujukan buat menambah pengalaman konsumen.

 download buku hukum bisnis zaeni asyhadie

 

 

Pendahuluan: Skema Pikirkan Bisnis Untuk Remit Hukum yang Diperlebar

Peranan hukum sedang diatur ulang buat menyesuaikan dengan kepentingan perusahaan digital serta konsumen setia mereka. Bisnis serta beberapa penyuplai style anyar ada di dalam garda terdepan dalam penyusunan kembali, bukan pembangunan hukum. Perancangan ulang guna hukum dimulai dari perspektif pelanggan, apa yang diperlukan hukum untuk layani keperluannya dengan lebih bagus?

Buat menggapai kepuasan konsumen di era digital, peranan hukum mesti menyadari halangan konsumennya serta jadi sisi dari pemecahan mereka. Ini memerlukan hukum untuk mengadopsi sudut pandang bisnis untuk penuhi guna hukum yang diperlebar. Untuk layani perusahaan digital serta pelanggan mereka, guna hukum mesti bekerja menjadi pembela perusahaan yang pro-aktif dan didorong oleh data serta bersinergi dengan unit bisnis lain buat menggerakkan nilai perusahaan. Tetapi bagaimana triknya?

Mengeduk bertambah banyak dari peranan hukum dimulai dengan budaya serta perjalanan manajemen perubahan. Ini sertakan kombinasi peran hukum dengan dan adaptasi kepada sumber daya bisnis yang ada, model pemecahan persoalan, metrik, proses, technologi, dan data. Focusnya yaitu pada bagaimana mereka dapat dipakai, disempurnakan, serta diberikan bukan cuma dalam peranan hukum dan juga di semuanya perusahaan.

 

download buku hukum bisnis zaeni asyhadie

Manfaat hukum tidak bisa kembali didiamkan. Itu mesti menjadi bagiab dari perjalanan digital perusahaan yang tugasnya ialah meningkatkan hasil, nilai, serta pengalaman konsumen setia. Buat layani bisnis dengan lebih bagus dan bekerjasama dalam pembuatan nilainya, fungsi hukum mesti pintar dalam bahasa bisnis, proses, manajemen efek, analitik data, kegesitan, kecepatan, perolehan dan manajemen bakat, resiko, pertarungan, dan pelayanan konsumen.

Ini jauh dari pekerjaan hukum buat  menghasilkan “pekerjaan hukum yang sangat baik” yang diproklamirkan sendiri. Pengacara dan professional hukum berkaitan, tidak peduli oleh siapa mereka dikaryakan, mesti manfaatkan kolaborasi laten hukum serta pemberian service hukum dalam jumlah besar. Komponen praktek dan bisnis dari layanan hukum membutuhkan keterampilan serta tenaga kerja yang beda namun memiliki pola pikir yang sama.

Mereka adalah elemen yang serupa pentingnya dari guna hukum yang perlu beroperasi secara lancar, tangkas, serta lancar tidak cuma dalam peran hukum namun juga dengan pemangku kepentingan bisnis yang lain di semuanya perusahaan. Integrasi praktik hukum serta bisnis pemberian pelayanan hukum (operasi hukum) tingkatkan efektivitas fungsional hukum. Ini yaitu pilar dasar pembuatan nilai.

Cara ke-2 serta yang lebih mengganti pola dlam perjalanan perubahan digital fungsi hukum adalah penyelarasannya dengan bisnis buat menciptakan nilai buat perusahaan dan konsumennya. Ini libatkan rekonfigurasi holistik dari peranan, keterkaitan, dan prosedur penghargaan dari peranan hukum. Hasil akhir merupakan menciptakan kepuasan konsumen setia.

Di bawah ini adalah cara-cara buat melepas kapasitas laten peranan hukum buat berbeda dari hambatan budget dan rintangan kemungkinan bisnis menjadi pusat laba, kolaborator nilai perusahaan, serta kepuasan pelanggan.

 

Peran Hukum yang Menyikapi Kepentingan Bisnis

Manfaat hukum mesti rekayasa balik dirinya sendiri dari perspektif pelanggan, bagaimana dia dapat|bisa penuhi dan melewati keperluan dan impian pengalaman konsumen. Ini memerlukan restrukturisasi organisasi tanpa ada kendala dari kegunaan hukum yang fokus di bagaimana dia bisa atur ulang buat layani bisnis yang berganti secara digital serta konsumennya dengan lebih bagus.

Tidak ada peta jalan digital legal yang cocok untuk seluruhnya, akan tetapi, unsur umum mencakup:

-mengganti banyak service dengan produk yang memasukkan alat bantu mandiri serta jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan buat bikin alat teknologi yang sama dengan tujuan buat peranan hukum dan memakai alat “hukum” yang ada untuk melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang dan menelaah data tidak terancang yang ada di dalam kegunaan hukum untuk pemanfaatan perusahaan yang bertambah luas dan peran pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa kerjakan apa” berdasar kapabilitas yang didukung data, pengalaman yang relevan, biaya,  ketersediaan, dan hasil;

– melawan pola peninggalan hukum serta menukarnya dengan struktur, bentuk, metrik, proses, dan tenaga kerja baru yang memberi respon keperluan dan angan-angan pelanggan lebih baik;

– menyingkirkan perbedaan bikinan pembela perkara antara model penyuplai (in-house, firma, firma hukum, dan lain-lain.);

– menyiapkan tenaga kerja berbasis platform, lincah, kolaboratif, mulus, serta terpusat di konsumen yang terdiri dalam beragam sumber daya;

-memberikan arahan yang ditopang data

– fokus pada pembuatan nilai bagi bisnis dan pelanggannya serta menciptakan pengalaman konsumen lengkap yang unggul;

– menanam investasi dalam kenaikan keahlian dan kursus tenaga kerja untuk memenuhi kendala tersebut.

 

Pastikan Metrik yang Mematuhi Bisnis Serta Dijalankan Olehnya

Peter Drucker mengamati, “Anda tidak dapat mengurus apa yang tidak dapat Anda ukur.” Metrik hukum secara historis jarang dan terkait dengan keuntungan, bukan kepuasan pelanggan. Bisnis, terpenting di masa digital, memiliki sekumpulan metrik yang serupa sekali tidak sama yang fokus pada konsumen.

Bisnis memantau keluasaan akses konsumen setia, pengiriman on time, hasil yang sukses, review media sosial, nilai promotor bersih, serta indeks yang lain menghitung kepuasan/pengalaman pelanggan. Ini yakni kunci kebersinambungan, skalabilitas, profitabilitas, serta komitmen merek di dunia digital.

Bisnis memposisikan nilai tinggi pada adaptasi hukum dari metriknya. Pengamatan Transisi Hukum Digital mendapati bahwa 97% responden bisnis menjelaskan mereka ingin metrik kesuksesan fungsi hukum serasi dengan arah bisnis. Saat-saatSaat kegunaan hukum mendapatkanmemperoleh penghormatan buat menyetarakan biayanya telah berlalu. Untuk memutuskan nilai bagi bisnis, dia harus beradaptasi dengan metrik yang sama yang diaplikasikan pada peranan perusahaan yang lain.

 

Menggunakan Kekuatan Data

Bisnis berjalan dengan data. Guna hukum harus. Itu tak berarti pengacara harus menambah analisis data sebagai kapabilitas inti. Tapi, mereka mesti bersinergi dengan analisis data, teknologi, serta profesional hukum berkaitan lainnya dan memberlakukan mereka jadi partner yang selevel. Team multidisiplin yang mulus, tangkas, serta terintegrasi merupakan apa yang diperlukan buat memenuhi keharusan digital hukum yang diperlebar.

Data yaitu sumber penciptaan nilai yang luas serta belum dipakai untuk peranan hukum. Dia mempunyai kekuatan buat gantikan pertaruhan dan sangkaan dengan pandangan di depan dan pandangan berbasiskan sains. Data yang relevan adalah info yang material buat peramalan yang presisi, diagnosa risiko dini, mitigasi, efektivitas, pendefinisian siasat cepat, hasil yang lebih baik, dan pencegahan hasil “kejutan” (semisalnya, kemungkinan yang begitu rendah) adalah alat anyar yang kurang digunakan oleh hukum.

 

download buku hukum bisnis zaeni asyhadie

Data bukan hanya miliki kekuatan laten buat memercepat kecepatan, efisiensi, akurasi, serta performa manfaat hukum, tetapi bisa juga memajukan penciptaan nilai perusahaannya. Contohnya termasuk implementasi data material untuk kontrak, litigasi, investigasi dan konflik komersial yang lain, perkara ketetapan, serta monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data bukan pengganti|substitusi penilaian hukum, itu ialah peningkat. Advokat yang ditopang data bercakap bahasa bisnis serta semakin kredibel  ketimbang yang “berbasis firasat”. Tidak ada “data hukum;” ada informasi yang berada dalam peran hukum yang dapat dibagikan dengan unit bisnis lain buat pecahkan “rintangan hibrida” yang memajukan nilai perusahaan.

Management resiko, kepatuhan, perampingan kontrak untuk menekan siklus marketing, dan penghindaran litigasi merupakan beberapa dari sejumlah contoh. Masing-masing siapkan kegunaan hukum dengan potensi yang sangat besar untuk menciptakan serta membuktikan nilai.

Dari Pusat Cost Menjadi Pencipta Nilai

Bisnis secara tradisionil merasa hukum sebagai penghambat peluang perusahaan serta pusat ongkos. Itu berganti. C-Suite mengakui kewajiban digital berlaku untuk fungsi hukum seperti pada untuk unit bisnis yang lain. Tiada adopsinya, hukum tidak bisa memenuhi tugasnya yang diperluas untuk memiliki fungsi sebagai:

1.Pendeteksi awal risiko|dampak perusahaan yang pro aktif, mitigasi resiko, dan pemecah masalah; serta

2.Kolaborator yang aktif serta gesit dengan kegunaan bisnis yang lain buat menciptakan pemasukan serta kemungkinan pasar baru bagi perusahaan dan pelangganya.

Manfaat hukum yang penuhi kewajiban mereka yang diperlebar dapat membuktikan nilai dan menikmati posisi perusahaan yang makin tinggi. Lebih kurang tiga perempat (74%) responden bisnis dalam studi yang sudah dilakukan oleh The Digital Legal Exchange mengucapkan penting/penting bagi hukum buat menciptakan penerimaan dan peluang pasar baru.

Mereka memandang hukum jadi mitra sinergis bisnis, bukan menjadi departemen tertutup yang cuman fokus pada “tugas hukum”. Hukum harus menggunakan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan dan konsumen, ketrampilan, pengalaman, dan ketangkasannya untuk mengenali serta bekerjasama dengan unit bisnis lain untuk memajukan nilai perusahaan yang terukur.

 

Pelayanan serta Pengalaman Konsumen yang Unggul

Pelayanan dan pengalaman konsumen setia yang unggul merupakan elemen kunci untuk memperlihatkan serta mempertahankan nilai. Jeff Bezos menyamai interaksi penyedia/konsumen setia dengan dinamika tuan rumah/tamu; tuan-rumah yang baik meyakinkan jika tamu diterima, dihormati, serta jadi perhatian.

Hukum sama persis dengan manfaat perusahaan yang lain dalam soal bagaimana dia harus secara konsisten memberinya, memelihara, menambah, serta secara empiris memperlihatkan pelayanan/pengalaman konsumen setia. Daftar cek pelayanan pelanggan untuk manfaat hukum mencakup:

-mengadopsi sudut pandang yang mengedepankan konsumen setia serta mengaplikasikannya pada semuanya yang Anda serta teman team Anda kerjakan;

-kemudahan akses ke produk dan layanan hukum;

-kehandalan, efektivitas, kecepatan, nilai, serta transparan pengiriman;

-bantuan konsumen yang mencakup alat/sumber daya electronic dan swadaya manusia;

-mendapatkan dan segera menanggapi input konsumen setia;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun pertalian dan sudut pandang konsumen setia waktu panjang, bukan sudut pandang transaksi bisnis;

-“membuat benar” bahkan juga waktu kekeliruan dibuat;

-memperlakukan pelanggan menjadi asset perusahaan;

-beroperasi secara pro aktif, bukan reaktif;

-mengakui kekuatan media sosial serta pengokohan pengalaman konsumen yang positif dan negatif;

-peningkatan  keterampilam secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberi dukungan unit bisnis lain untuk tingkatkan kepuasan konsumen dan pengalaman pengguna akhir yang positif.

 

Simpulan

Fungsi hukum tidak dapat menyatakan nilainya untuk bisnis terkecuali kalau searah dengannya. Itu bermakna bekerjasama dengan fungsi perusahaan yang lain dan focus pada pelanggan yaitu metode terhebat buat mengantisipasi dan penuhi keperluan dan impian mereka yang berbeda dalam waktu cepat.

Ini ialah intupokok dari kewajiban digital, imajinasi ulang dan komposisi ulang yang didukung teknologi terkait bagaimana produk dan service lebih simpel dicapai, bersaing, transparan, stabil, serta  dikatakan dengan membahagiakan pada pelanggan. Fungsi hukum dapat dan mesti memainkan andil penting dalam alih bentuk komplet dari dinamika penyedia/pelanggan ini.

Menghilangkan perspektif “pengacara serta ‘non-pengacara'” yakni cara pertama yang baik.

download buku hukum bisnis zaeni asyhadie

Semoga materi download buku hukum bisnis zaeni asyhadie bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *