etika bisnis korea selatan

etika bisnis korea selatan

Bagaimana Kegunaan Hukum Memperlihatkan Nilai Untuk Sebuah Bisnis?

etika bisnis korea selatan

Bagian pertama dari seri dua sisi ini mengkaji mengapa guna hukum mengalami kepelikan menunjukkan nilainya untuk bisnis. Bagian ini menawarkan bagaimana hal itu bisa terjadi. Artikel kali ini membahas tentang

etika bisnis korea selatan

Pengacara merupakan hambatan paling besar fungsi hukum untuk menunjukkan nilai bisnis. Sebagian besar cerdas, fokus, rajin, analisa, dan fokus di arah ialah pembawaan tenaga kerja yang dikehendaki . Maka di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pengajaran, indoktrinasi, struktur, serta keangkuhan.

Budaya hukum yakni tentang pembela perkara, bukan konsumen setia. Itu bukan permulaan di waktu alih bentuk digital di mana segalanya disasarkan buat mempertingkat pengalaman konsumen setia.

 etika bisnis korea selatan

 

 

Pendahuluan: Pola Pikirkan Bisnis Buat Remit Hukum yang Diperlebar

Fungsi hukum tengah diatur ulang buat menyelaraskan dengan keperluan perusahaan digital serta pelanggan mereka. Bisnis dan beberapa penyedia mode baru ada di dalam garda paling depan dalam penyusunan kembali, bukan penciptaan hukum. Perancangan ulang peranan hukum dimulai dari sudut pandang konsumen setia, apa yang diperlukan hukum buat melayani keperluannya dengan lebih bagus?

Buat mencapai kepuasan konsumen setia di era digital, fungsi hukum harus memahami tantangan konsumen setianya dan menjadi sisi dari pemecahan mereka. Ini memerlukan hukum buat mengambil pola pikir bisnis untuk penuhi fungsi hukum yang diperlebar. Untuk melayani perusahaan digital serta konsumen setia mereka, kegunaan hukum mesti bekerja sebagai pembela perusahaan yang pro-aktif dan didorong oleh data serta bersinergi dengan unit bisnis lain buat mendorong nilai perusahaan. Tetapi bagaimana metodenya?

Menggali lebih banyak dari manfaat hukum dimulai dengan budaya dan perjalanan management pengubahan. Ini melibatkan kombinasi kegunaan hukum dengan dan penyesuaian kepada sumber daya bisnis yang ada, sistem pemecahan masalah, metrik, proses, teknologi, serta data. Konsentrasinya yakni pada bagaimana mereka dapat digunakan, disempurnakan, serta dibagi bukan cuma dalam kegunaan hukum tapi juga di seluruh perusahaan.

 

etika bisnis korea selatan

Kegunaan hukum tak dapat kembali didiamkan. Itu harus menjadi sisi dari perjalanan digital perusahaan yang tugasnya merupakan mempertingkat hasil, nilai, dan pengalaman konsumen setia. Buat layani bisnis dengan lebih baik dan bekerjasama dalam pembuatan nilainya, manfaat hukum mesti lihai dalam bahasa bisnis, proses, management efek, analitik data, kecekatan, kecepatan, akuisisi serta manajemen talenta, risiko, kompetisi, serta layanan konsumen.

Ini jauh dari tugas hukum buat  hasilkan “tugas hukum yang baik sekali” yang diproklamirkan sendiri. Advokat dan professional hukum terkait, tidak perduli oleh siapa mereka diperbantukan, harus memanfaatkan kolaborasi laten layanan hukum serta pemberian layanan hukum dalam jumlah besar. Elemen praktik dan bisnis dari service hukum memerlukan ketrampilan serta tenaga kerja yang berbeda akan tetapi mempunyai perspektif yang serupa.

Mereka adalah komponen yang serupa pentingnya dari guna hukum yang penting bekerja secara lancar, lincah, serta lancar tidak cuma dalam guna hukum tapi juga dengan penopang keperluan bisnis lainnya di semua perusahaan. Integratif praktik hukum serta bisnis pemberian layanan hukum (operasi hukum) meningkatkan efisiensi fungsional hukum. Ini ialah pilar dasar penciptaan nilai.

Cara kedua serta yang lebih mengubah pola diperjalanan alih bentuk digital kegunaan hukum yakni penyelarasannya dengan bisnis untuk menciptakan nilai untuk perusahaan dan pelanggannya. Ini melibatkan rekonfigurasi holistik dari peran, keterkaitan, serta prosedur penghargaan dari peranan hukum. Hasil akhir ialah membuat kepuasan konsumen.

Berikut ini beberapa cara buat melepas kekuatan laten manfaat hukum buat berubah dari hambatan budget serta kendala kesempatan bisnis menjadi pusat keuntungan, kolaborator nilai perusahaan, dan kepuasan konsumen.

 

Guna Hukum yang Menanggapi Kebutuhan Bisnis

Peran hukum harus mengotak-atik balik dianya sendiri dari perspektif konsumen setia, bagaimana ia dapat|bisa memenuhi serta melampaui kepentingan serta asa pengalaman konsumen setia. Ini perlu restrukturisasi organisasi tanpa ada rintangan dari kegunaan hukum yang fokus pada bagaimana ia dapat mengatur ulang buat melayani bisnis yang berbeda secara digital serta pelanggannya dengan lebih bagus.

Tak ada peta jalan digital legal yang pas untuk seluruhnya, akan tetapi, bagian umum mencakup:

-mengganti banyak service lewat produk yang memasukkan alat bantu berdikari dan jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk membikin alat teknologi yang sesuai sama tujuan untuk guna hukum serta memanfaatkan alat “hukum” yang ada buat layani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang dan mempelajari data tidak terancang yang ada pada manfaat hukum untuk pemakaian perusahaan yang makin luas dan andil pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa kerjakan apa” berdasar pada kapabilitas yang ditopang data, pengalaman yang sama, biaya,  ketersediaan, dan hasil;

– menantang pola peninggalan hukum serta mengubahnya dengan struktur, style, metrik, proses, dan tenaga kerja baru yang memberikan respon keperluan dan harapan pelanggan lebih baik;

– menyingkirkan ketidakcocokan bikinan pengacara di antara tipe penyuplai (in-house, firma, firma hukum, dan seterusnya.);

– sediakan tenaga kerja berbasis platform, tangkas, kolaboratif, mulus, serta berpusat di konsumen yang terdiri dalam banyak sumber daya;

-memberikan arahan yang dibantu data

– berfokus pada penciptaanan nilai untuk bisnis serta konsumen setianya dan menciptakan pengalaman konsumen setia komplet yang unggul;

– melakukan investasi dalam kenaikan keterampilan serta training tenaga kerja untuk memenuhi tantangan itu.

 

Tetapkan Metrik yang Mematuhi Bisnis Dan Dijalankan Olehnya

Peter Drucker mengawasi, “Anda tidak dapat mengurus apa yang tidak bisa Anda ukur.” Metrik hukum secara monumental jarang serta berkaitan dengan keuntungan, bukan kepuasan pelanggan. Bisnis, terpenting di zaman digital, mempunyai sekelompok metrik yang serupa sekali berbeda yang fokus pada konsumen setia.

Bisnis mengamati keluasaan akses pelanggan, pengantaran on-time, hasil yang sukses, review jejaring sosial, skor promotor bersih, dan indeks yang lain menghitung kepuasan/pengalaman konsumen. Ini merupakan kunci kelanjutan, skalabilitas, keuntungan, serta loyalitas merek di dunia digital.

Bisnis meletakkan nilai tinggi di adaptasi hukum dari metriknya. Kajian Peralihan Hukum Digital menemukan kalau 97% responden bisnis menyampaikan mereka pengin metrik keberhasilan manfaat hukum seirama dengan maksud bisnis. Waktu-waktu peranan hukum mendapati sanjungan buat menyetarakan bujetnya telah berlalu. Untuk memastikan nilai bagi bisnis, ia mesti menyesuaikan dengan metrik yang sama yang dipraktekkan pada fungsi perusahaan yang lain.

 

Manfaatkan Kekuatan Data

Bisnis jalan dengan data. Peran hukum harus juga. Itu bukan berarti pengacara harus menambah studi data selaku kompetensi inti. Tapi, mereka mesti berkolaborasi dengan analisis data, teknologi, dan professional hukum terkait yang lain serta perlakukan mereka jadi partner yang sama dengan. Tim multidisiplin yang mulus, gesit, dan terintegrasi adalah apa yang diperlukan buat penuhi keharusan digital hukum yang diperluas.

Data ialah sumber pembuatan nilai yang luas serta belum dimanfaatkan buat peran hukum. Ia berkekuatan buat menggantikan perkiraan serta perkiraan dengan penglihatan ke depan serta pemahaman berbasis sains. Data yang berkaitan ialah info yang material buat peramalan yang presisi, deteksi efek dini, mitigasi, efektivitas, pendefinisian trick cepat, hasil lebih baik, serta penghambatan hasil “kejutan” (misalnya, dampak yang sangat rendah) yaitu alat anyar yang kurang dipakai oleh hukum.

 

etika bisnis korea selatan

Data bukan cuma memiliki kekuatan laten untuk memercepat kecepatan, efektivitas, akurasi, serta kapasitas fungsi hukum, namun dapat pula memajukan pembuatan nilai perusahaannya. Contohnya terhitung implementasi data material buat kontrak, litigasi, interograsi dan pergesekan komersil lainnya, persoalan aturan, dan monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data bukanlah pengganti|substitusi penilaian hukum, itu adalah peningkat. Pembela perkara yang ditopang data bicara bahasa bisnis serta jauh lebih dapat dipercaya  ketimbang yang “berbasis firasat”. Tidak ada “data hukum;” ada informasi yang ada dalam manfaat hukum yang dapat dibagi dengan unit bisnis lain untuk memecahkan “rintangan hibrida” yang memajukan nilai perusahaan.

Manajemen dampak, kepatuhan, perampingan kontrak buat mendesak siklus penjualan, serta penghindaran litigasi ialah di antara dari sejumlah contoh. Masing-masing menyediakan guna hukum dengan potensi yang begitu besar untuk menciptakan serta perlihatkan nilai.

Dari Pusat Biaya Menjadi Pencipta Nilai

Bisnis secara tradisional merasa hukum jadi penghalang kemungkinan perusahaan serta pusat biaya. Itu berganti. C-Suite mengakui kewajiban digital berlaku untuk kegunaan hukum seperti buat unit bisnis lainnya. Tanpa adopsinya, hukum tidak bisa memenuhi pekerjaannya yang diperluas buat berfungsi sebagai:

1.Pendeteksi awal risiko|dampak perusahaan yang pro-aktif, mitigasi resiko, serta pemecah masalah; dan

2.Kolaborator yang aktif serta gesit dengan fungsi bisnis lainnya buat membuat pendapatan serta kemungkinan pasar baru buat perusahaan serta konsumennya.

Peran hukum yang memenuhi keharusan mereka yang diperlebar akan menunjukkan nilai serta menikmati kedudukan perusahaan yang semakin tinggi. Sekitaran tiga perempat (74%) responden bisnis dalam study yang dilakukan oleh The Digital Legal Exchange menyampaikan penting/sangat penting bagi hukum untuk membuat pemasukan serta peluang pasar anyar.

Mereka memandang hukum selaku partner sinergis bisnis, bukan menjadi departemen tertutup yang cuman berfokus di “pekerjaan hukum”. Hukum harus memanfaatkan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan serta konsumen, keahlian, pengalaman, dan ketangkasannya untuk menganalisis serta bekerjasama dengan unit bisnis lain buat mendorong nilai perusahaan yang terarah.

 

Layanan dan Pengalaman Konsumen setia yang Unggul

Service serta pengalaman konsumen yang unggul ialah bagian kunci untuk membuktikan serta menjaga nilai. Jeff Bezos menyamai pertalian penyedia/pelanggan dengan dinamika tuan-rumah/tamu; tuan rumah yang baik pastikan jika tamu diterima, dihormati, serta menjadi perhatian.

Hukum mirip dengan manfaat perusahaan yang lain dalam hal bagaimana ia harus secara konsisten memberi, memelihara, meningkatkan, dan secara empiris memperlihatkan pelayanan/pengalaman konsumen. Daftar cek layanan pelanggan buat fungsi hukum mencakup:

-mengadopsi pola pikir yang mementingkan pelanggan serta mengimplementasikannya pada pada semua yang Anda dan kawan team Anda lakukan;

-kemudahan akses ke produk dan service hukum;

-kehandalan, efektivitas, kecepatan, nilai, dan transparan pengiriman;

-bantuan konsumen yang mencangkup alat/sumber daya elektronik dan swadaya manusia;

-mendapatkan serta segera menyikapi saran konsumen setia;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun interaksi dan perspektif pelanggan waktu panjang, bukan perspektif transaksi bisnis;

-“membuat benar” sampai ketika kekeliruan dibuat;

-memperlakukan konsumen sebagai asset perusahaan;

-beroperasi secara pro aktif, bukan reaktif;

-mengakui kebolehan medsos serta pemantapan pengalaman pelanggan yang positif dan negatif;

-peningkatan  keterampilam secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|menyuport unit bisnis lain buat meningkatkan kepuasan konsumen dan pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Simpulan

Guna hukum tidak dapat menunjukkan nilainya bagi bisnis terkecuali kalau sejalan dengannya. Itu berarti bekerjasama dengan guna perusahaan yang lain dan fokus pada pelanggan yakni teknik terpilih untuk memperkirakan serta memenuhi keperluan dan asa mereka yang berganti secara sekejap.

Ini merupakan intupokok dari keharusan digital, imajinasi ulang serta konfigurasi ulang yang ditopang technologi tentang bagaimana produk serta layanan lebih ringan dijangkau, bersaing, transparan, konstan, dan  diungkapkan dengan membahagiakan ke konsumen. Peran hukum bisa dan mesti memainkan andil penting dalam perubahan komplet dari dinamika penyedia/konsumen setia ini.

Menghilangkan sudut pandang “advokat dan ‘non-pengacara'” yaitu cara awal yang baik.

etika bisnis korea selatan

Semoga materi etika bisnis korea selatan bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *