etika bisnis kristen

Bagaimana Manfaat Hukum Tunjukkan Nilai Buat Suatu Bisnis?

etika bisnis kristen

Bagian pertama dari seri dua sisi ini mengkaji mengapa peranan hukum alami kepelikan memperlihatkan nilainya untuk bisnis. Unit ini tawarkan bagaimana hal itu bisa terjadi. Artikel kali ini membahas tentang

etika bisnis kristen

Pengacara ialah hambatan terbesar guna hukum buat membuktikan nilai bisnis. Sebagian besar cerdas, focus, rajin, analitis, serta mengarah di tujuan adalah karakter tenaga kerja yang diinginkan . Sehingga di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pendidikan, indoktrinasi, struktur, serta keangkuhan.

Budaya hukum ialah tentang pengacara, bukan konsumen setia. Itu bukan permulaan di masa alih bentuk digital di mana semuanya diarahkan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.

 

 

Pendahuluan: Pola Pikirkan Bisnis Untuk Remit Hukum yang Diperluas

Guna hukum sedang ditata ulang buat menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan digital serta konsumen mereka. Bisnis dan beberapa penyuplai model anyar ada di garda terdepan dalam penataan kembali, bukan pembangunan hukum. Perancangan kembali kegunaan hukum diawali pada sudut pandang pelanggan, apa yang diperlukan hukum buat melayani kebutuhannyanya dengan lebih baik?

Buat gapai kepuasan pelanggan di masa digital, kegunaan hukum harus pahami halangan pelanggannya serta jadi sisi dari pemecahan mereka. Ini perlu hukum buat adopsi perspektif bisnis untuk penuhi manfaat hukum yang diperluas. Buat layani perusahaan digital dan konsumen setia mereka, peranan hukum harus beroperasi menjadi pembela perusahaan yang pro-aktif dan didorong oleh data dan bekerjasama dengan unit bisnis lain buat memajukan nilai perusahaan. Namun bagaimana metodenya?

Mengeruk semakin banyak dari kegunaan hukum dimulai dengan budaya dan perjalanan management perombakan. Ini mengikutsertakan kerjasama peranan hukum dengan dan penyesuaian kepada sumber daya bisnis yang ada, sistem pemecahan persoalan, metrik, proses, tehnologi, dan data. Fokusnya yakni di bagaimana mereka bisa dipakai, diperbaharui, serta diberikan tidak sekedar dalam guna hukum dan juga di semuanya perusahaan.

 

etika bisnis kristen

Kegunaan hukum tidak bisa lagi didiamkan. Itu mesti menjadi bagiab dari perjalanan digital perusahaan yang tugasnya yaitu meningkatkan hasil, nilai, serta pengalaman konsumen setia. Untuk melayani bisnis dengan lebih baik serta bekerjasama dalam penciptaan nilainya, kegunaan hukum harus mengusai dengan bahasa bisnis, proses, management kemungkinan, analitik data, kelincahan, kecepatan, akuisisi dan management kapabilitas, resiko, persaingan, dan service konsumen setia.

Ini jauh dari tugas hukum buat  mendatangkan “pekerjaan hukum yang baik sekali” yang diproklamirkan sendiri. Lawyer serta profesional hukum terkait, tidak perduli oleh siapa mereka diperkerjakan, mesti menggunakan kolaborasi laten praktek hukum serta pemberian service hukum dalam jumlah besar. Bagian praktik dan bisnis dari layanan hukum butuh ketrampilan dan tenaga kerja yang lain namun punyai perspektif yang sama.

Mereka yakni unsur yang sama pentingnya dari guna hukum yang penting beroperasi secara lancar, tangkas, dan lancar tidak sekedar dalam peranan hukum tetapi juga dengan pemangku kepentingan bisnis lainnya di seluruhnya perusahaan. Integratif praktek hukum dan bisnis pemberian pelayanan hukum (operasi hukum) mempertingkat efektivitas fungsional hukum. Ini yakni pilar dasar pembuatan nilai.

Langkah kedua dan yang lebih mengubah paradigma diperjalanan perubahan digital manfaat hukum ialah penyelarasannya dengan bisnis buat membentuk nilai untuk perusahaan serta konsumen setianya. Ini libatkan rekonfigurasi holistik dari peranan, keterkaitan, dan sistem penghargaan dari manfaat hukum. Hasil akhirnya yakni membikin kepuasan konsumen setia.

Berikut ini cara-cara untuk melepas potensi laten fungsi hukum untuk beralih dari kendala budget dan rintangan kesempatan bisnis menjadi pusat untung, kolaborator nilai perusahaan, dan kepuasan konsumen setia.

 

Fungsi Hukum yang Menanggapi Kepentingan Bisnis

Guna hukum harus manipulasi balik dianya dari sudut pandang konsumen, bagaimana dia dapat|bisa memenuhi dan melebihi kepentingan serta asa pengalaman konsumen setia. Ini butuh restrukturisasi organisasi tanpa rintangan dari kegunaan hukum yang focus pada bagaimana dia bisa mengendalikan ulang buat melayani bisnis yang berganti secara digital serta pelanggannya dengan lebih bagus.

Tidak ada peta jalan digital legal yang pas buat semua, akan tetapi, komponen umum meliputi:

-mengganti banyak layanan dengan produk yang memasukkan alat bantu mandiri dan jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk bikin alat teknologi yang sama dengan arah untuk kegunaan hukum dan memakai alat “hukum” yang ada untuk layani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang serta menganalisa data tidak terstruktur yang ada pada manfaat hukum untuk pemanfaatan perusahaan yang lebih luas serta kontribusi pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa melaksanakan apa” menurut kompetensi yang didukung data, pengalaman yang berkaitan, biaya,  terdapatnya, serta hasil;

– menantang pola warisan hukum dan menukarnya dengan struktur, mode, metrik, proses, serta tenaga kerja baru yang memberi respon keperluan dan asa pelanggan lebih baik;

– menyingkirkan ketaksamaan buatan advokat di antara model penyuplai (in-house, firma, firma hukum, dan lain-lain.);

– siapkan tenaga kerja berbasiskan platform, lincah, kolaboratif, mulus, serta terpusat pada konsumen setia yang terbagi dalam beragam sumber daya;

-memberikan saran yang ditunjang data

– fokus pada pembuatan nilai buat bisnis dan konsumennya serta membentuk pengalaman pelanggan utuh yang unggul;

– lakukan investasi dalam penambahan keterampilan dan kursus tenaga kerja untuk memenuhi rintangan itu.

 

Tentukan Metrik yang Patuhi Bisnis Dan Dijalankan Olehnya

Peter Drucker mempelajari, “Anda tidak bisa mengurus apa yang tidak bisa Anda ukur.” Metrik hukum secara monumental jarang dan terkait dengan keuntungan, bukan kepuasan konsumen. Bisnis, terutama di masa digital, punyai sekumpulan metrik yang serupa sekali tidak serupa yang berfokus pada konsumen.

Bisnis mengawasi kelapangan akses pelanggan, pengantaran tepat waktu, hasil yang sukses, penjelasan social media, skor promotor bersih, dan index lain yang mengukur kepuasan/pengalaman konsumen setia. Ini ialah kunci kelanjutan, skalabilitas, profitabilitas, dan loyalitas merek di dunia digital.

Bisnis menempatkan nilai tinggi di penyesuaian hukum dari metriknya. Pengamatan Transisi Hukum Digital mendapatkan jika 97% responden bisnis berkata mereka mau metrik keberhasilan kegunaan hukum serasi dengan maksud bisnis. Saat-saatSaat peran hukum mendapati aplaus untuk menyamakan budgetnya sudah berlalu. Untuk menetapkan nilai untuk bisnis, ia harus beradaptasi dengan metrik yang serupa yang dipraktekkan di guna perusahaan lainnya.

 

Manfaatkan Kapabilitas Data

Bisnis jalan dengan data. Guna hukum mesti. Itu tidak bermakna advokat mesti menambahkan analitis data menjadi kapabilitas inti. Tetapi, mereka harus bekerjasama dengan riset data, teknologi, dan professional hukum berkaitan yang lain serta perlakukan mereka jadi mitra yang sama dengan. Team multidisiplin yang mulus, tangkas, dan terpadu ialah apa yang diperlukan buat memenuhi keharusan digital hukum yang diperlebar.

Data yaitu sumber pembuatan nilai yang luas serta belum digunakan untuk fungsi hukum. Dia miliki kekuatan untuk menukar pertaruhan dan pendapat dengan penglihatan di depan dan pandangan berbasiskan sains. Data yang berkaitan adalah data yang material buat peramalan yang tepat, diagnosis risiko dini, mitigasi, efektivitas, pendefinisian trick cepat, hasil semakin baik, dan penghambatan hasil “kejutan” (misalnya, efek yang terlalu rendah) merupakan alat anyar yang kurang dipakai oleh hukum.

 

etika bisnis kristen

Data bukan sekedar berkekuatan laten untuk memercepat kecepatan, efisiensi, akurasi, dan kemampuan fungsi hukum, akan tetapi bisa juga menggerakkan pembuatan nilai perusahaannya. Misalnya terhitung pengaplikasian data material buat kontrak, litigasi, investigasi serta perseteruan komersil yang lain, kasus ketentuan, serta monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data bukan pengganti|alternatif penilaian hukum, itu merupakan penambah. Lawyer yang didukung data bercakap bahasa bisnis dan lebih valid  ketimbang yang “berbasis firasat”. Tidak ada “data hukum;” ada info yang ada dalam kegunaan hukum yang dapat dibagikan dengan unit bisnis lain untuk pecahkan “hambatan hibrida” yang menggerakkan nilai perusahaan.

Manajemen dampak, kepatuhan, perampingan kontrak buat mendesak transisi marketing, dan penghindaran litigasi ialah di antara dari sejumlah contoh. Masing-masing siapkan fungsi hukum dengan kemampuan yang besar sekali buat menciptakan dan menyatakan nilai.

Dari Pusat Cost Menjadi Pembuat Nilai

Bisnis secara tradisional merasa hukum jadi penghambat kesempatan perusahaan dan pusat cost. Itu berbeda. C-Suite mengaku keharusan digital berlaku untuk guna hukum seperti dalam buat unit bisnis yang lain. Tiada adopsinya, hukum tidak dapat penuhi tugasnya yang diperlebar buat berperan sebagai:

1.Pendeteksi dini risiko|kemungkinan perusahaan yang pro aktif, mitigasi resiko, dan pemecah masalah; serta

2.Kolaborator yang aktif dan gesit dengan fungsi bisnis lainnya untuk membuat penerimaan serta kemungkinan pasar anyar buat perusahaan serta pelangganya.

Peranan hukum yang penuhi keharusan mereka yang diperluas dapat perlihatkan nilai serta menikmati posisi perusahaan yang bertambah tinggi. Seputar tiga perempat (74%) responden bisnis dalam study yang telah dilakukan oleh The Digital Legal Exchange menjelaskan penting/penting buat hukum buat membentuk penghasilan serta kesempatan pasar baru.

Mereka menganggap hukum sebagai partner sinergis bisnis, bukan menjadi departemen tertutup yang hanya fokus pada “pekerjaan hukum”. Hukum harus memanfaatkan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan dan konsumen setia, keterampilan, pengalaman, serta kegesitannya untuk mengidentifikasi serta berkolaborasi dengan unit bisnis lain buat memajukan nilai perusahaan yang terukur.

 

Pelayanan dan Pengalaman Konsumen yang Unggul

Pelayanan dan pengalaman konsumen yang unggul merupakan bagian kunci buat memperlihatkan serta menjaga nilai. Jeff Bezos menyamai jalinan penyuplai/konsumen dengan dinamika tuan rumah/tamu; tuan rumah yang baik meyakinkan jika tamu diterima, dipandang, serta menjadi perhatian.

Hukum mirip dengan peran perusahaan yang lain dalam soal bagaimana dia mesti secara konsisten memberikan, memelihara, menambah, serta secara empiris membuktikan pelayanan/pengalaman konsumen. Daftar check layanan konsumen buat manfaat hukum meliputi:

-mengadopsi perspektif yang mementingkan pelanggan dan mengaplikasikannya pada pada semua yang Anda serta relasi tim Anda lakukan;

-kemudahan akses ke produk dan layanan hukum;

-kehandalan, efisiensi, kecepatan, nilai, serta transparan pengangkutan;

-bantuan konsumen setia yang termasuk alat/sumber daya elektronik dan swadaya manusia;

-mendapatkan serta selekasnya menyikapi input konsumen;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun interaksi serta perspektif konsumen setia jangka panjang, bukan sudut pandang transaksional

-“membuatnya betul” juga waktu kekeliruan dibuat;

-memperlakukan pelanggan jadi aset perusahaan;

-beroperasi secara pro aktif, bukan reaktif;

-mengakui kekuatan sosial media serta penguatan pengalaman konsumen setia yang positif serta negatif;

-peningkatan  keterampilam secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberikan dukungan unit bisnis lain buat menaikkan kepuasan pelanggan dan pengalaman pengguna akhir yang positif.

 

Simpulan

Peranan hukum tidak dapat memperlihatkan nilainya buat bisnis terkecuali kalau searah dengannya. Itu mempunyai arti bekerjasama dengan peranan perusahaan lainnya dan fokus di pelanggan ialah cara terbaik buat memprediksi serta penuhi kepentingan serta harapan mereka yang berbeda dengan cepat.

Ini merupakan intupokok dari kewajiban digital, imajinasi ulang serta komposisi ulang yang disokong technologi mengenai bagaimana produk serta layanan lebih mudah dijangkau, bersaing, terbuka, stabil, serta  disampaikan dengan menyenangkan pada pelanggan. Peran hukum bisa dan mesti mainkan peranan penting dalam alih bentuk utuh dari dinamika penyuplai/konsumen ini.

Menghilangkan perspektif “pengacara dan ‘non-pengacara'” adalah cara pertama yang bagus.

etika bisnis kristen

Semoga materi etika bisnis kristen bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *