etika bisnis menurut sonny keraf

etika bisnis menurut sonny keraf

Bagaimana Peran Hukum Menunjukkan Nilai Untuk Suatu Bisnis?

etika bisnis menurut sonny keraf

Bagian pertama dari seri dua sisi ini membicarakan kenapa guna hukum mengenyam persoalan menunjukkan nilainya bagi bisnis. Segnen ini tawarkan bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Artikel kali ini membahas tentang

etika bisnis menurut sonny keraf

Pengacara ialah kendala paling besar peranan hukum buat tunjukkan nilai bisnis. Sebagian besar pintar, fokus, rajin, analisa, serta bertujuan di maksud yaitu sifat tenaga kerja yang dibutuhkan . Maka di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pengajaran, indoktrinasi, struktur, serta keangkuhan.

Budaya hukum yakni tentang pembela perkara, bukan pelanggan. Itu bukan permulaan di masa alih bentuk digital di mana semua diarahkan buat menaikkan pengalaman konsumen.

[/caption]

 etika bisnis menurut sonny keraf

 

 

Pendahuluan: Pola Berpikir Bisnis Buat Remit Hukum yang Diperlebar

Kegunaan hukum sedang dirapikan ulang untuk menyesuaikan dengan keperluan perusahaan digital dan konsumen mereka. Bisnis dan sejumlah penyuplai model baru ada di dalam garda paling depan dalam penyusunan kembali, bukan pembuatan hukum. Perancangan kembali peranan hukum diawali pada perspektif konsumen setia, apa yang dibutuhkan hukum buat layani kebutuhannyanya dengan lebih bagus?

Buat mencapai kepuasan pelanggan di waktu digital, guna hukum harus menyadari tantangan konsumennya serta jadi sisi dari pemecahan mereka. Ini perlu hukum untuk memungut perspektif bisnis untuk penuhi kegunaan hukum yang diperluas. Buat layani perusahaan digital serta pelanggan mereka, guna hukum harus beroperasi menjadi pembela perusahaan yang pro aktif dan didorong oleh data dan bekerjasama dengan unit bisnis lain buat menggerakkan nilai perusahaan. Namun bagaimana langkahnya?

Mengeruk lebih banyak dari kegunaan hukum diawali dengan budaya dan perjalanan manajemen peralihan. Ini libatkan paduan peranan hukum dengan serta adaptasi kepada sumber daya bisnis yang ada, metoda pemecahan perkara, metrik, proses, tehnologi, dan data. Fokusnya yaitu pada bagaimana mereka dapat dipakai, disempurnakan, dan diberikan tidak sekedar dalam guna hukum dan juga di semua perusahaan.

 

etika bisnis menurut sonny keraf

Manfaat hukum tak dapat lagi didiamkan. Itu mesti jadi sisi dari perjalanan digital perusahaan yang tugasnya merupakan tingkatkan hasil, nilai, serta pengalaman konsumen. Buat layani bisnis dengan lebih bagus dan bersinergi dalam penciptaan nilainya, peran hukum mesti pandai ke bahasa bisnis, proses, management resiko, analitik data, kecekatan, kecepatan, pemerolehan dan management kapabilitas, resiko, persaingan, serta pelayanan pelanggan.

Ini jauh dari pekerjaan hukum untuk  hasilkan “tugas hukum yang baik sekali” yang diproklamirkan sendiri. Pembela perkara serta profesional hukum terkait, tak peduli oleh siapa mereka diperkerjakan, mesti manfaatkan kolaborasi laten layanan hukum dan pemberian service hukum dalam jumlah besar. Bagian praktek serta bisnis dari pelayanan hukum memerlukan keterampilan dan tenaga kerja yang lain akan tetapi punyai perspektif yang sama.

Mereka yakni bagian yang serupa utamanya dari peranan hukum yang harus beroperasi secara lancar, lincah, serta lancar tidak hanya dalam manfaat hukum tapi juga dengan penopang kebutuhan bisnis yang lain di semua perusahaan. Integratif praktik hukum dan bisnis pemberian layanan hukum (operasi hukum) menaikkan efisiensi fungsional hukum. Ini ialah pilar dasar penciptaan nilai.

Cara ke-2 serta yang lebih mengganti pola diperjalanan transformasi digital kegunaan hukum yakni penyelarasannya dengan bisnis buat membikin nilai untuk perusahaan dan pelanggannya. Ini melibatkan rekonfigurasi holistik dari peran, relevansi, serta sistem penghargaan dari peranan hukum. Hasil akhir yakni membuat kepuasan konsumen.

Ini adalah cara-cara untuk melepas kemampuan laten peranan hukum buat beralih dari rintangan anggaran dan hambatan kesempatan bisnis menjadi pusat untung, kolaborator nilai perusahaan, dan kepuasan konsumen setia.

 

Kegunaan Hukum yang Menyikapi Kebutuhan Bisnis

Peran hukum harus manipulasi balik dianya dari sudut pandang konsumen, bagaimana dia dapat|bisa memenuhi serta melewati kepentingan serta keinginan pengalaman konsumen setia. Ini memerlukan restrukturisasi organisasi tiada kendala dari peran hukum yang fokus di bagaimana dia dapat mengatur ulang buat melayani bisnis yang berbeda secara digital serta pelanggannya dengan lebih baik.

Tidak ada peta jalan digital legal yang cocok untuk segalanya, akan tetapi, unsur umum meliputi:

-mengganti banyak pelayanan dengan produk yang memasukkan alat bantu mandiri dan jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan buat bikin alat tehnologi yang sama dengan arah buat kegunaan hukum dan memakai alat “hukum” yang ada untuk melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang serta mempelajari data tidak terstruktur yang ada pada manfaat hukum untuk pemanfaatan perusahaan yang semakin luas serta kontributor di data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa lakukan apa” berdasarkan kompetensi yang dibantu data, pengalaman yang berkaitan, biaya,  terdapatnya, serta hasil;

– menantang pola peninggalan hukum serta menggantinya dengan susunan, bentuk, metrik, proses, serta tenaga kerja anyar yang memberikan respon keperluan dan keinginan konsumen setia dengan baik;

– menghalau ketaksamaan buatan pengacara di antara tipe penyuplai (in-house, firma, firma hukum, dan lain-lain.);

– sediakan tenaga kerja berbasis platform, tangkas, kolaboratif, mulus, serta berpusat di konsumen yang terdiri dalam beraneka sumber daya;

-memberikan anjuran yang ditunjang data

– fokus pada penciptaanan nilai untuk bisnis serta konsumennya dan membuat pengalaman konsumen setia komplet yang unggul;

– melakukan investasi dalam peningkatan keterampilan dan kepelatihan tenaga kerja buat memenuhi hambatan tersebut.

 

Pastikan Metrik yang Patuhi Bisnis Dan Dijalankan Olehnya

Peter Drucker mengawasi, “Anda tidak bisa mengatur apa yang tidak dapat Anda ukur.” Metrik hukum secara sejarah jarang-jarang serta berkaitan dengan profitabilitas, bukan kepuasan konsumen. Bisnis, terpenting di masa digital, mempunyai sekumpulan metrik yang sama sekali tidak sama yang focus di konsumen.

Bisnis mengawasi keluasaan akses pelanggan, pengiriman on-time, hasil yang sukses, ulasan jejaring sosial, nilai promotor bersih, serta index yang lain menghitung kepuasan/pengalaman konsumen setia. Ini merupakan kunci kelanjutan, skalabilitas, profitabilitas, serta komitmen merk di dunia digital.

Bisnis menempatkan nilai tinggi di adaptasi hukum dari metriknya. Penelitian Perubahan Hukum Digital menemukan jika 97% informan bisnis berkata mereka pengin metrik sukses fungsi hukum sesuai dengan maksud bisnis. Saat-saatSaat manfaat hukum mendapat sanjungan buat menyetarakan biayanya sudah berlalu. Buat memastikan nilai buat bisnis, dia harus beradaptasi dengan metrik yang sama yang diterapkan pada guna perusahaan lainnya.

 

Memakai Kemampuan Data

Bisnis jalan dengan data. Fungsi hukum harus. Itu tidak bermakna advokat harus menambah riset data selaku kapabilitas pokok. Namun, mereka mesti bersinergi dengan studi data, teknologi, serta profesional hukum berkaitan yang lain serta memberlakukan mereka sebagai partner yang sama dengan. Tim multidisiplin yang mulus, tangkas, serta terintegrasi merupakan apa yang diperlukan buat memenuhi keharusan digital hukum yang diperlebar.

Data yaitu sumber penciptaan nilai yang luas serta belum digunakan untuk kegunaan hukum. Ia mempunyai kekuatan buat gantikan prediksi dan dugaan dengan pandangan ke depan dan wawasan berbasiskan sains. Data yang berkaitan yakni informasi yang material untuk peramalan yang presisi, deteksi dampak awal, mitigasi, Efisiensi, perumusan kiat cepat, hasil yang semakin baik, dan penangkalan hasil “kejutan” (misalkan, resiko yang sangat rendah) adalah alat anyar yang kurang diperlukan oleh hukum.

 

etika bisnis menurut sonny keraf

Data bukan hanya miliki kekuatan laten buat percepat kecepatan, efektivitas, akurasi, dan kemampuan fungsi hukum, tapi dapat juga memajukan penciptaan nilai perusahaannya. Misalnya terhitung pengaplikasian data material buat kontrak, litigasi, pengusutan dan perseteruan komersil yang lain, persoalan aturan, serta monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data tidaklah pengganti|alternatif penilaian hukum, itu ialah penambah. Lawyer yang ditunjang data bercakap bahasa bisnis serta semakin lebih kredibel  dibanding yang “berbasiskan firasat”. Tidak ada “data hukum;” ada data yang berada dalam fungsi hukum yang bisa diberikan dengan unit bisnis lain untuk memecahkan “rintangan hibrida” yang memajukan nilai perusahaan.

Manajemen resiko, kepatuhan, perampingan kontrak untuk menghimpit siklus pemasaran, serta penghindaran litigasi yaitu beberapa dari sejumlah contoh. Masing-masing menyiapkan peran hukum dengan kekuatan yang begitu besar buat membentuk dan memperlihatkan nilai.

Dari Pusat Ongkos Jadi Pembuat Nilai

Bisnis secara tradisional merasa hukum menjadi penghalang kesempatan perusahaan dan pusat ongkos. Itu berubah. C-Suite mengaku keharusan digital berlaku untuk peran hukum seperti untuk unit bisnis lainnya. Tanpa adopsinya, hukum tidak bisa penuhi tugasnya yang diperluas buat berfungsi sebagai:

1.Pendeteksi dini risiko|efek perusahaan yang pro aktif, mitigasi resiko, dan pemecah masalah; serta

2.Kolaborator yang aktif serta gesit dengan guna bisnis lainnya untuk membikin penghasilan serta peluang pasar baru bagi perusahaan serta konsumennya.

Peranan hukum yang memenuhi keharusan mereka yang diperluas bakal menyatakan nilai serta nikmati kedudukan perusahaan yang lebih tinggi. Sekitar tiga perempat (74%) responden bisnis dalam studi yang tengah dilakukan oleh The Digital Legal Exchange berkata penting/sangat perlu untuk hukum buat membikin pendapatan serta peluang pasar baru.

Mereka menganggap hukum jadi partner sinergis bisnis, bukan jadi departemen tertutup yang hanya focus pada “pekerjaan hukum”. Hukum mesti memanfaatkan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan serta konsumen setia, keahlian, pengalaman, serta ketangkasannya untuk menganalisis dan bekerjasama dengan unit bisnis lain buat mendorong nilai perusahaan yang terarah.

 

Service dan Pengalaman Konsumen setia yang Unggul

Layanan dan pengalaman pelanggan yang unggul ialah bagian kunci untuk membuktikan dan menjaga nilai. Jeff Bezos menyamakan interaksi pemasok/konsumen dengan dinamika tuan-rumah/tamu; tuan rumah yang baik menegaskan kalau tamu diterima, dipandang, dan menjadi perhatian.

Hukum mirip dengan kegunaan perusahaan yang lain dalam hal bagaimana dia harus secara stabil memberikan, memelihara, menambah, dan secara empiris memperlihatkan pelayanan/pengalaman pelanggan. Daftar cek service konsumen buat peran hukum mencakup:

-mengadopsi perspektif yang mengutamakan konsumen serta menempatkannya pada semuanya yang Anda serta kawan team Anda kerjakan;

-kemudahan akses ke produk dan pelayanan hukum;

-kehandalan, efisiensi, kecepatan, nilai, dan transparan pengangkutan;

-bantuan konsumen setia yang meliputi alat/sumber daya elektronik serta swadaya manusia;

-mendapatkan serta lekas menanggapi input pelanggan;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun interaksi dan perspektif konsumen waktu panjang, bukan sudut pandang transaksional

-“membuatnya betul” bahkan ketika kekeliruan dibuat;

-memperlakukan konsumen setia menjadi aset perusahaan;

-beroperasi secara proaktif, bukan reaktif;

-mengakui kebolehan jejaring sosial serta penguatan pengalaman konsumen yang positif serta negatif;

-peningkatan  keterampilam secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberi dukungan unit bisnis lain buat meningkatkan kepuasan konsumen setia serta pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Ringkasan

Peranan hukum tidak bisa membuktikan nilainya untuk bisnis kecuali jika searah dengannya. Itu berarti berelasi dengan kegunaan perusahaan yang lain dan fokus di konsumen yaitu langkah terbaik buat memperhitungkan dan penuhi kepentingan dan harapan mereka yang berubah dalam waktu cepat.

Ini ialah intupokok dari kewajiban digital, fantasi ulang serta konfigurasi ulang yang ditopang technologi tentang bagaimana produk dan layanan lebih simpel dicapai, bersaing, transparan, konstan, serta  diungkapkan dengan menyenangkan pada konsumen. Peran hukum dapat dan mesti memainkan peran penting dalam alih bentuk utuh dari dinamika pemasok/konsumen ini.

Menghilangkan pola pikir “pengacara serta ‘non-pengacara'” merupakan cara pertama yang bagus.

etika bisnis menurut sonny keraf

Semoga materi etika bisnis menurut sonny keraf bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *