etika bisnis nabi muhammad saw

Bagaimana Manfaat Hukum Menunjukkan Nilai Bagi Suatu Bisnis?

etika bisnis nabi muhammad saw

Sisi pertama dari seri dua bagian ini mengupas kenapa guna hukum mengalami kesusahan menunjukkan nilainya buat bisnis. Unit ini tawarkan bagaimana hal semacam itu dapat berlangsung. Artikel kali ini membahas tentang

etika bisnis nabi muhammad saw

Pembela perkara yakni rintangan paling besar peranan hukum buat membuktikan nilai bisnis. Kebanyakan pandai, fokus, rajin, analisis, serta fokus di maksud ialah sifat tenaga kerja yang diinginkan . Maka di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pendidikan, indoktrinasi, susunan, dan keangkuhan.

Budaya hukum yakni perihal advokat, bukan konsumen. Itu bukan permulaan di masa alih bentuk digital di mana segalanya diarahkan untuk tingkatkan pengalaman konsumen.

 

 

Pendahuluan: Pola Pikir Bisnis Buat Remit Hukum yang Diperluas

Fungsi hukum sedang dirapikan ulang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan digital dan pelanggan mereka. Bisnis dan beberapa pemasok model baru ada di dalam garda paling depan dalam penyusunan kembali, bukan pembuatan hukum. Perancangan ulang guna hukum dimulai dari perspektif pelanggan, apa yang dibutuhkan hukum untuk layani kebutuhannyanya dengan lebih baik?

Buat capai kepuasan konsumen di waktu digital, kegunaan hukum harus pahami rintangan konsumennya serta jadi sisi dari pemecahan mereka. Ini membutuhkan hukum untuk adopsi pola pikir bisnis untuk memenuhi peranan hukum yang diperluas. Buat layani perusahaan digital serta konsumen setia mereka, kegunaan hukum harus beroperasi selaku pembela perusahaan yang pro-aktif serta didorong oleh data dan berkolaborasi dengan unit bisnis lain untuk mendorong nilai perusahaan. Namun bagaimana metodenya?

Menggali makin banyak dari fungsi hukum mulai dengan budaya dan perjalanan management perombakan. Ini libatkan kerjasama peranan hukum dengan serta adaptasi kepada sumber daya bisnis yang ada, model pemecahan kasus, metrik, proses, tehnologi, serta data. Focusnya adalah di bagaimana mereka bisa digunakan, ditingkatkan, serta dibagikan tidak cuma dalam manfaat hukum namun juga di seluruhnya perusahaan.

 

etika bisnis nabi muhammad saw

Kegunaan hukum tidak bisa kembali didiamkan. Itu harus jadi bagiab dari perjalanan digital perusahaan yang tugasnya yaitu tingkatkan hasil, nilai, serta pengalaman konsumen. Untuk layani bisnis dengan lebih baik dan berkolaborasi dalam penciptaan nilainya, kegunaan hukum harus terampil dalam bahasa bisnis, proses, manajemen dampak, analitik data, kelincahan, kecepatan, perolehan dan manajemen kapabilitas, efek, kompetisi, serta layanan konsumen.

Ini jauh dari pekerjaan hukum buat  mendatangkan “pekerjaan hukum yang sangat baik” yang diproklamirkan sendiri. Advokat serta professional hukum berkaitan, tak perduli oleh siapa mereka diperbantukan, mesti memakai kerjasama laten layanan hukum dan pemberian pelayanan hukum dalam skala besar. Elemen praktik serta bisnis dari service hukum membutuhkan keahlian serta tenaga kerja yang beda tapi mempunyai perspektif yang sama.

Mereka merupakan komponen yang serupa keutamaan dari fungsi hukum yang perlu beroperasi secara lancar, tangkas, dan lancar tidak sekedar dalam fungsi hukum namun juga dengan pemangku kebutuhan bisnis lainnya di semua perusahaan. Integratif praktik hukum serta bisnis pemberian pelayanan hukum (operasi hukum) meningkatkan efektivitas fungsional hukum. Ini merupakan pilar dasar pembuatan nilai.

Cara ke-2 dan yang lebih mengubah pola dlam perjalanan alih bentuk digital fungsi hukum ialah penyelarasannya dengan bisnis buat membentuk nilai bagi perusahaan dan konsumennya. Ini libatkan rekonfigurasi holistik dari peran, kaitan, serta skema penghargaan dari guna hukum. Hasil akhir adalah membuat kepuasan pelanggan.

Tersebut merupakan beberapa cara untuk membebaskan kekuatan laten kegunaan hukum untuk berubah dari kendala budget serta kendala kemungkinan bisnis jadi pusat keuntungan, kolaborator nilai perusahaan, serta kepuasan konsumen.

 

Peranan Hukum yang Menyikapi Keperluan Bisnis

Kegunaan hukum mesti manipulasi balik dianya dari sudut pandang konsumen, bagaimana dia dapat|bisa penuhi dan melewati keperluan serta keinginan pengalaman konsumen setia. Ini membutuhkan restrukturisasi organisasi tanpa ada hambatan dari kegunaan hukum yang focus pada bagaimana ia bisa atur ulang untuk melayani bisnis yang berganti secara digital dan pelanggannya dengan lebih baik.

Tidak ada peta jalan digital legal yang pas buat semua, tapi, unsur umum meliputi:

-mengganti banyak pelayanan dengan produk yang memasukkan alat bantu berdikari dan jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk bikin alat tehnologi yang sama dengan maksud buat kegunaan hukum serta menggunakan alat “hukum” yang ada buat melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang dan menelaah data tak terstruktur yang ada di dalam guna hukum buat penggunaan perusahaan yang bertambah luas dan kontribusi pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa mengerjakan apa” berdasarkan kompetensi yang disokong data, pengalaman yang relevan, ongkos,  adanya, serta hasil;

– menantang paradigma warisan hukum serta mengubahnya dengan struktur, mode, metrik, proses, dan tenaga kerja anyar yang memberi respon kebuthan dan asa konsumen dengan baik;

– menghalau ketidakcocokan produksi advokat di antara model penyuplai (in-house, firma, firma hukum, dsb.);

– menyediakan tenaga kerja berbasiskan platform, gesit, kolaboratif, mulus, dan terpusat di konsumen yang terdiri dalam beragam sumber daya;

-memberikan arahan yang ditunjang data

– fokus di pembuatan nilai untuk bisnis serta konsumennya dan membikin pengalaman konsumen setia komplet yang unggul;

– menanam investasi dalam peningkatan ketrampilan serta training tenaga kerja untuk penuhi hambatan tersebut.

 

Tentukan Metrik yang Patuhi Bisnis Dan Dijalankan Olehnya

Peter Drucker mempelajari, “Anda tidak bisa mengatur apa yang tidak dapat Anda ukur.” Metrik hukum secara historis jarang dan berkaitan dengan keuntungan, bukan kepuasan konsumen. Bisnis, terpenting di era digital, memiliki sekelompok metrik yang serupa sekali berlainan yang fokus pada konsumen.

Bisnis memonitor kelapangan akses konsumen setia, pengiriman on-time, hasil yang sukses, uraian social media, score promotor bersih, serta index lain yang menghitung kepuasan/pengalaman pelanggan. Ini merupakan kunci kebersinambungan, skalabilitas, profitabilitas, dan loyalitas merk di dunia digital.

Bisnis memposisikan nilai tinggi pada penyesuaian hukum dari metriknya. Studi Perubahan Hukum Digital menemukan jika 97% informan bisnis mengucapkan mereka pengin metrik sukses kegunaan hukum selaras dengan arah bisnis. Saat-saatSaat peran hukum mendapat pujian untuk menyetarakan budgetnya sudah berakhir. Buat memastikan nilai untuk bisnis, ia mesti menyesuaikan dengan metrik yang serupa yang dipraktekkan di guna perusahaan lainnya.

 

Memakai Kekuatan Data

Bisnis jalan dengan data. Fungsi hukum mesti. Itu bukan berarti pengacara mesti menambahkan riset data sebagai kompetensi pokok. Tetapi, mereka harus bersinergi dengan studi data, tehnologi, serta professional hukum berkaitan lainnya serta memberlakukan mereka menjadi mitra yang selevel. Team multidisiplin yang mulus, gesit, serta terintegrasi yakni apa yang diperlukan buat penuhi kewajiban digital hukum yang diperlebar.

Data yakni sumber penciptaan nilai yang luas serta belum dimanfaatkan buat kegunaan hukum. Ia mempunyai kekuatan untuk gantikan prediksi dan dugaan dengan penglihatan ke depan serta wacana berbasis sains. Data yang relevan yakni info yang material untuk peramalan yang presisi, deteksi efek awal, mitigasi, Efisiensi, penjabaran siasat cepat, hasil semakin baik, serta penangkalan hasil “surprise” (umpamanya, resiko yang terlalu rendah) ialah alat baru yang kurang dimanfaatkan oleh hukum.

 

etika bisnis nabi muhammad saw

Data bukan cuma memiliki kekuatan laten buat percepat kecepatan, efektivitas, ketepatan, serta kemampuan peranan hukum, tapi dapat juga menggerakkan penciptaan nilai perusahaannya. Misalnya termasuk implementasi data material buat kontrak, litigasi, investigasi serta pergesekan komersial lainnya, kasus aturan, dan monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data bukan pengganti|alternatif penilaian hukum, itu adalah peningkat. Pengacara yang ditunjang data bercakap bahasa bisnis dan semakin lebih kredibel  ketimbang yang “berbasiskan firasat”. Tak ada “data hukum;” ada info yang berada dalam manfaat hukum yang bisa dibagi dengan unit bisnis lain buat memecahkan “kendala hibrida” yang mendorong nilai perusahaan.

Manajemen resiko, kepatuhan, perampingan kontrak untuk menghimpit transisi penjualan, dan penghindaran litigasi merupakan beberapa dari sejumlah contoh. Masing-masing menyediakan fungsi hukum dengan kapasitas yang begitu besar untuk membikin serta memperlihatkan nilai.

Dari Pusat Ongkos Menjadi Pencipta Nilai

Bisnis secara tradisionil menganggap hukum jadi penghambat kemungkinan perusahaan dan pusat biaya. Itu berubah. C-Suite mengaku kewajiban digital berlaku untuk guna hukum seperti juga buat unit bisnis yang lain. Tanpa adopsinya, hukum tidak dapat memenuhi tugasnya yang diperluas buat berfungsi jadi:

1.Pendeteksi dini risiko|resiko perusahaan yang pro aktif, mitigasi risiko, serta pemecah masalah; serta

2.Kolaborator yang aktif dan gesit dengan manfaat bisnis lainnya buat membentuk pendapatan dan kesempatan pasar anyar untuk perusahaan dan pelangganya.

Guna hukum yang memenuhi kewajiban mereka yang diperlebar bakal tunjukkan nilai dan menikmati kedudukan perusahaan yang makin tinggi. Sekitar tiga perempat (74%) responden bisnis dalam studi yang dilakukan oleh The Digital Legal Exchange menuturkan penting/begitu penting untuk hukum buat menciptakan pendapatan serta peluang pasar anyar.

Mereka menganggap hukum menjadi mitra sinergis bisnis, bukan sebagai departemen tertutup yang cuman fokus pada “tugas hukum”. Hukum harus memanfaatkan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan serta pelanggan, keterampilan, pengalaman, serta ketangkasannya untuk mengidentifikasi dan bersinergi dengan unit bisnis lain buat mendorong nilai perusahaan yang terukur.

 

Service serta Pengalaman Pelanggan yang Unggul

Layanan serta pengalaman konsumen setia yang unggul adalah elemen kunci buat menunjukkan serta mempertahankan nilai. Jeff Bezos menyamai interaksi penyuplai/konsumen setia dengan dinamika tuan rumah/tamu; tuan-rumah yang bagus menegaskan jika tamu diterima, dipandang, dan menjadi perhatian.

Hukum sama dengan kegunaan perusahaan yang lain dalam soal bagaimana ia harus secara konsisten memberikan, memelihara, meningkatkan, serta secara empiris memperlihatkan layanan/pengalaman konsumen setia. Daftar periksa pelayanan konsumen buat kegunaan hukum meliputi:

-mengadopsi perspektif yang mengedepankan konsumen setia dan mengaplikasikannya di seluruh yang Anda serta relasi tim Anda lakukan;

-kemudahan akses ke produk dan service hukum;

-kehandalan, efektivitas, kecepatan, nilai, dan transparansi pengiriman;

-bantuan konsumen yang mencakup alat/sumber daya elektronik dan swadaya manusia;

-mendapatkan serta segera menyikapi saran konsumen setia;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun jalinan serta sudut pandang konsumen periode panjang, bukan sudut pandang transaksional

-“membuatnya betul” sampai sewaktu kekeliruan dibuat;

-memperlakukan konsumen jadi asset perusahaan;

-beroperasi secara pro-aktif, bukan reaktif;

-mengakui kekuatan jejaring sosial dan pengukuhan pengalaman pelanggan yang positif serta negatif;

-peningkatan  ketrampilan secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberi dukungan unit bisnis lain untuk mempertingkat kepuasan konsumen setia dan pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Ringkasan

Peranan hukum tidak bisa memperlihatkan nilainya bagi bisnis terkecuali kalau searah dengannya. Itu berarti bekerjasama dengan peran perusahaan yang lain dan fokus pada pelanggan yaitu teknik terunggul buat memprediksi dan penuhi kepentingan dan angan-angan mereka yang beralih dalam sekejap.

Ini adalah intupokok dari kewajiban digital, imajinasi ulang dan kombinasi ulang yang ditunjang teknologi tentang bagaimana produk serta pelayanan lebih ringan dicapai, bersaing, terbuka, konstan, dan  dikatakan dengan membahagiakan ke konsumen setia. Fungsi hukum bisa serta harus memainkan andil penting dalam perubahan menyeluruh dari dinamika penyedia/konsumen setia ini.

Menghilangkan sudut pandang “pengacara serta ‘non-pengacara'” adalah pertama-pertama yang baik.

etika bisnis nabi muhammad saw

Semoga materi etika bisnis nabi muhammad saw bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *