hukum bisnis menurut munir fuady

hukum bisnis menurut munir fuady

Bagaimana Manfaat Hukum Perlihatkan Nilai Untuk Suatu Bisnis?

hukum bisnis menurut munir fuady

Bagian pertama dari seri dua sisi ini membahas mengapa guna hukum alami kesulitan menyatakan nilainya buat bisnis. Unit ini tawarkan bagaimana hal demikian bisa terjadi. Artikel kali ini membahas tentang

hukum bisnis menurut munir fuady

Advokat merupakan hambatan paling besar peran hukum untuk memperlihatkan nilai bisnis. Sejumlah besar cerdas, focus, rajin, analisis, serta fokus pada arah adalah karakter tenaga kerja yang dikehendaki . Maka di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pengajaran, indoktrinasi, struktur, serta keangkuhan.

Budaya hukum ialah tentang advokat, bukan konsumen setia. Itu bukan permulaan di era alih bentuk digital di mana seluruhnya diarahkan untuk mempertingkat pengalaman konsumen setia.

 hukum bisnis menurut munir fuady

 

 

Pendahuluan: Skema Pikir Bisnis Untuk Remit Hukum yang Diperluas

Kegunaan hukum tengah dirapikan ulang untuk menyesuaikan dengan kepentingan perusahaan digital serta konsumen setia mereka. Bisnis dan beberapa penyedia style anyar ada pada garda terdepan dalam penyusunan kembali, bukan pembuatan hukum. Perancangan kembali guna hukum mulai dari perspektif konsumen, apa yang diperlukan hukum buat layani kebutuhannyanya dengan lebih baik?

Buat sampai kepuasan konsumen setia di era digital, fungsi hukum harus mengerti tantangan pelanggannya dan jadi sisi dari pemecahan mereka. Ini perlu hukum untuk adopsi pola pikir bisnis untuk memenuhi fungsi hukum yang diperluas. Buat melayani perusahaan digital dan konsumen mereka, fungsi hukum mesti beroperasi menjadi pembela perusahaan yang pro aktif dan didorong oleh data dan bersinergi dengan unit bisnis lain buat menggerakkan nilai perusahaan. Tapi bagaimana langkahnya?

Mengeruk bisa lebih banyak dari guna hukum diawali dengan budaya serta perjalanan management pengubahan. Ini mengikutsertakan sinergi peranan hukum dengan dan penyesuaian kepada sumber daya bisnis yang ada, metoda pemecahan permasalahan, metrik, proses, tehnologi, dan data. Konsentrasinya yakni di bagaimana mereka bisa dipakai, diperbarui, dan diberikan bukan hanya dalam fungsi hukum dan juga di seluruh perusahaan.

 

hukum bisnis menurut munir fuady

Fungsi hukum tak dapat lagi didiamkan. Itu harus menjadi bagiab dari perjalanan digital perusahaan yang misinya yakni menaikkan hasil, nilai, serta pengalaman konsumen setia. Untuk layani bisnis dengan lebih baik dan bersinergi dalam penciptaan nilainya, fungsi hukum mesti pandai dalam bahasa bisnis, proses, management dampak, analitik data, kecekatan, kecepatan, perolehan serta manajemen kapabilitas, efek, persaingan, dan layanan konsumen.

Ini jauh dari pekerjaan hukum untuk  hasilkan “pekerjaan hukum yang sangat baik” yang diproklamirkan sendiri. Pembela perkara dan professional hukum terkait, tidak peduli oleh siapa mereka ditempatkan kerja, harus memanfaatkan kolaborasi laten praktek hukum serta pemberian pelayanan hukum dalam jumlah besar. Bagian praktik serta bisnis dari service hukum membutuhkan keterampilan dan tenaga kerja yang berbeda akan tetapi mempunyai pola pikir yang serupa.

Mereka merupakan komponen yang serupa keutamaan dari fungsi hukum yang wajib bekerja secara lancar, lincah, serta lancar tidak hanya dalam kegunaan hukum dan juga dengan pemangku keperluan bisnis yang lain di semua perusahaan. Integratif praktek hukum dan bisnis pemberian layanan hukum (operasi hukum) menaikkan efektivitas fungsional hukum. Ini yakni pilar dasar penciptaan nilai.

Cara ke-2 serta yang lebih mengganti paradigma diperjalanan alih bentuk digital kegunaan hukum ialah penyelarasannya dengan bisnis buat membikin nilai bagi perusahaan dan pelanggannya. Ini menyertakan rekonfigurasi holistik dari andil, kaitan, dan sistem penghargaan dari fungsi hukum. Hasilnya adalah menciptakan kepuasan pelanggan.

Berikut cara-cara buat membebaskan kapasitas laten peranan hukum buat berbeda dari hambatan biaya serta kendala kemungkinan bisnis jadi pusat untung, kolaborator nilai perusahaan, serta kepuasan pelanggan.

 

Kegunaan Hukum yang Menanggapi Kepentingan Bisnis

Manfaat hukum mesti merekayasa balik dianya dari perspektif konsumen, bagaimana dia dapat|bisa memenuhi serta melampaui kepentingan dan asa pengalaman konsumen setia. Ini butuh restrukturisasi organisasi tiada kendala dari peran hukum yang berfokus di bagaimana dia dapat atur ulang buat layani bisnis yang berubah secara digital dan pelanggannya dengan lebih baik.

Tidak ada peta jalan digital legal yang sesuai buat segalanya, akan tetapi, elemen umum meliputi:

-mengganti banyak service lewat produk yang memasukkan alat bantu mandiri serta jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk membikin alat technologi yang sama dengan maksud untuk peran hukum dan menggunakan alat “hukum” yang ada buat melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang serta menelaah data tidak terstruktur yang ada di dalam peranan hukum buat pemanfaatan perusahaan yang semakin luas serta peran di data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa lakukan apa” berdasar kompetensi yang ditunjang data, pengalaman yang relevan, biaya,  tersedianya, dan hasil;

– menantang paradigma peninggalan hukum dan menggantinya dengan susunan, style, metrik, proses, serta tenaga kerja baru yang merespons keperluan serta angan-angan pelanggan dengan baik;

– mengenyahkan ketaksamaan produksi advokat antara type penyedia (in-house, firma, firma hukum, dan lain-lain.);

– menyediakan tenaga kerja berbasiskan platform, gesit, kolaboratif, mulus, serta terpusat pada konsumen yang terbagi dalam beraneka sumber daya;

-memberikan saran yang dibantu data

– focus pada penciptaanan nilai untuk bisnis dan pelanggannya serta menciptakan pengalaman konsumen setia lengkap yang unggul;

– menanam investasi dalam penambahan ketrampilan dan kepelatihan tenaga kerja buat memenuhi tantangan tersebut.

 

Tentukan Metrik yang Patuhi Bisnis Dan Dioperasionalkan Olehnya

Peter Drucker mempelajari, “Anda tidak dapat mengurus apa yang tidak dapat Anda ukur.” Metrik hukum secara historis jarang-jarang dan terkait dengan profitabilitas, bukan kepuasan pelanggan. Bisnis, terlebih di zaman digital, memiliki sekumpulan metrik yang sama sekali tidak serupa yang focus pada konsumen.

Bisnis memonitor keringanan akses konsumen, pengiriman on time, hasil yang sukses, review social media, score promotor bersih, serta indek yang lain mengukur kepuasan/pengalaman pelanggan. Ini ialah kunci kelanjutan, skalabilitas, keuntungan, dan kesetiaan brand di dunia digital.

Bisnis memposisikan nilai tinggi di adaptasi hukum dari metriknya. Pengamatan Transisi Hukum Digital mendapati bahwa 97% responden bisnis menuturkan mereka mau metrik kesuksesan peran hukum selaras dengan arah bisnis. Saat-saatSaat peranan hukum mendapati pujian untuk menyeimbangkan bujetnya telah berakhir. Untuk memutuskan nilai buat bisnis, dia harus beradaptasi dengan metrik yang sama yang dipraktekkan pada peranan perusahaan yang lain.

 

Memanfaatkan Kemampuan Data

Bisnis jalan dengan data. Guna hukum harus juga. Itu tidak bermakna advokat harus menambah kajian data selaku kapabilitas inti. Tapi, mereka harus berkolaborasi dengan riset data, tehnologi, dan profesional hukum berkaitan lainnya dan memperlakukan mereka sebagai mitra yang setara. Tim multidisiplin yang mulus, lincah, dan terpadu merupakan apa yang diperlukan untuk memenuhi keharusan digital hukum yang diperluas.

Data yakni sumber penciptaan nilai yang luas dan belum dimanfaatkan untuk peran hukum. Dia miliki kekuatan untuk menggantikan prediksi serta dugaan dengan penglihatan di depan serta pemahaman berbasiskan sains. Data yang berkaitan yakni informasi yang material untuk peramalan yang akurat, deteksi kemungkinan dini, mitigasi, Efisiensi, pendefinisian strategi cepat, hasil yang makin baik, dan pencegahan hasil “kejutan” (semisalnya, dampak yang begitu rendah) yakni alat baru yang kurang digunakan oleh hukum.

 

hukum bisnis menurut munir fuady

Data tidak hanya memiliki kekuatan laten buat memercepat kecepatan, efisiensi, akurasi, dan kemampuan peran hukum, namun bisa juga memajukan pembuatan nilai perusahaannya. Contoh-contohnya terhitung implementasi data material untuk kontrak, litigasi, interograsi serta konflik komersil lainnya, masalah ketetapan, dan monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data tidak pengganti|alternatif penilaian hukum, itu merupakan peningkat. Lawyer yang ditunjang data bercakap bahasa bisnis serta semakin kredibel  dibanding yang “berbasiskan firasat”. Tidak ada “data hukum;” ada data yang ada dalam fungsi hukum yang bisa diberikan dengan unit bisnis lain buat pecahkan “hambatan hibrida” yang memajukan nilai perusahaan.

Management kemungkinan, kepatuhan, perampingan kontrak buat mendesak transisi pemasaran, dan penghindaran litigasi yakni di antara dari sejumlah contoh. Masing-masing menyediakan guna hukum dengan kapasitas yang begitu besar untuk menciptakan serta menyatakan nilai.

Dari Pusat Ongkos Jadi Pencipta Nilai

Bisnis secara tradisionil memandang hukum sebagai penghalang kesempatan perusahaan serta pusat ongkos. Itu berbeda. C-Suite mengakui kewajiban digital berlaku buat fungsi hukum seperti juga untuk unit bisnis yang lain. Tanpa adopsinya, hukum tidak bisa penuhi tugasnya yang diperluas buat memiliki fungsi jadi:

1.Pendeteksi awal risiko|resiko perusahaan yang proaktif, mitigasi dampak, dan pemecah masalah; serta

2.Kolaborator yang aktif serta lincah dengan peranan bisnis lainnya buat membikin pemasukan serta kemungkinan pasar anyar bagi perusahaan dan konsumen setianya.

Fungsi hukum yang penuhi keharusan mereka yang diperluas akan menyatakan nilai serta menikmati posisi perusahaan yang bertambah tinggi. Sekitar tiga perempat (74%) informan bisnis dalam study yang dilakukan oleh The Digital Legal Exchange berkata penting/penting untuk hukum buat membentuk penerimaan dan kemungkinan pasar baru.

Mereka memandang hukum sebagai partner sinergis bisnis, bukan sebagai departemen tertutup yang cuman focus pada “tugas hukum”. Hukum harus menggunakan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan serta pelanggan, keterampilan, pengalaman, serta kelincahannya untuk mengenali dan berkolaborasi dengan unit bisnis lain untuk memajukan nilai perusahaan yang terukur.

 

Layanan serta Pengalaman Konsumen yang Unggul

Layanan dan pengalaman konsumen setia yang unggul yakni elemen kunci untuk memberikan dan menjaga nilai. Jeff Bezos menyamakan pertalian penyuplai/konsumen setia dengan dinamika tuan-rumah/tamu; tuan rumah yang bagus meyakinkan jika tamu diterima, dihargai, dan menjadi perhatian.

Hukum sama persis dengan kegunaan perusahaan yang lain dalam soal bagaimana ia harus secara stabil memberinya, memelihara, meningkatkan, serta secara empiris menunjukkan service/pengalaman konsumen. Daftar cek pelayanan konsumen setia buat peranan hukum meliputi:

-mengadopsi pola pikir yang mementingkan pelanggan dan mengaplikasikannya pada seluruh yang Anda dan teman team Anda kerjakan;

-kemudahan akses ke produk dan layanan hukum;

-kehandalan, efisiensi, kecepatan, nilai, serta transparansi pengangkutan;

-bantuan pelanggan yang termasuk alat/sumber daya elektronik serta swadaya manusia;

-mendapatkan serta lekas menyikapi masukan pelanggan;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun pertalian dan perspektif pelanggan periode panjang, bukan sudut pandang transaksi bisnis;

-“membuat betul” bahkan waktu kesalahan dibuat;

-memperlakukan pelanggan menjadi aset perusahaan;

-beroperasi secara pro aktif, bukan reaktif;

-mengakui kemampuan medsos dan pengokohan pengalaman pelanggan yang positif dan negatif;

-peningkatan  keterampilam secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberikan dukungan unit bisnis lain buat menambah kepuasan pelanggan dan pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Kesimpulan

Guna hukum tidak bisa perlihatkan nilainya bagi bisnis kecuali apabila searah dengannya. Itu memiliki arti bermitra dengan peranan perusahaan yang lain serta focus pada pelanggan ialah cara terbaik untuk memperhitungkan serta memenuhi keperluan dan impian mereka yang berganti dalam waktu cepat.

Ini ialah intupokok dari kewajiban digital, imajinasi ulang dan komposisi ulang yang ditunjang teknologi mengenai bagaimana produk serta pelayanan lebih simpel dicapai, bersaing, terbuka, stabil, serta  diungkapkan dengan menyenangkan terhadap konsumen setia. Manfaat hukum bisa dan mesti mainkan andil penting dalam alih bentuk utuh dari dinamika penyedia/pelanggan ini.

Menghilangkan perspektif “pembela perkara serta ‘non-pengacara'” adalah cara awal yang bagus.

hukum bisnis menurut munir fuady

Semoga materi hukum bisnis menurut munir fuady bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *