hukum bisnis xi

hukum bisnis xi

Bagaimana Kegunaan Hukum Memperlihatkan Nilai Bagi Sebuah Bisnis?

hukum bisnis xi

Sisi pertama dari seri dua bagian ini mengkaji kenapa peran hukum merasakan persoalan menunjukkan nilainya untuk bisnis. Fragmen ini menawarkan bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Artikel kali ini membahas tentang

hukum bisnis xi

Pembela perkara adalah rintangan paling besar peran hukum untuk memberikan nilai bisnis. Sejumlah besar pintar, konsentrasi, rajin, analitis, dan berorientasi di arah ialah pembawaan tenaga kerja yang diingini . Sehingga di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pendidikan, indoktrinasi, susunan, serta keangkuhan.

Budaya hukum yakni terkait advokat, bukan konsumen. Itu bukan permulaan di zaman perubahan digital di mana seluruhnya ditujukan buat menambah pengalaman konsumen setia.

 hukum bisnis xi

 

 

Pendahuluan: Skema Pikirkan Bisnis Buat Remit Hukum yang Diperluas

Peran hukum sedang diatur ulang untuk menyesuaikan dengan keperluan perusahaan digital serta konsumen mereka. Bisnis serta sejumlah penyuplai style baru ada dalam garda paling depan dalam pengaturan kembali, bukan penciptaan hukum. Perancangan ulang peranan hukum dimulai dari perspektif konsumen setia, apa yang diperlukan hukum untuk layani keperluannya dengan lebih baik?

Untuk mencapai kepuasan konsumen di zaman digital, guna hukum mesti mendalami rintangan konsumen setianya dan jadi sisi dari pemecahan mereka. Ini membutuhkan hukum buat mengambil sudut pandang bisnis untuk memenuhi peranan hukum yang diperlebar. Buat layani perusahaan digital serta konsumen setia mereka, peranan hukum mesti beroperasi sebagai pembela perusahaan yang pro aktif dan didorong oleh data serta bekerjasama dengan unit bisnis lain untuk menggerakkan nilai perusahaan. Tetapi bagaimana tekniknya?

Menggali makin banyak dari peran hukum dimulai dengan budaya serta perjalanan manajemen peralihan. Ini libatkan kolaborasi peran hukum dengan dan penyesuaian kepada sumber daya bisnis yang ada, cara pemecahan soal, metrik, proses, tehnologi, serta data. Focusnya ialah pada bagaimana mereka bisa digunakan, diperbaharui, serta dibagi tidak cuma dalam kegunaan hukum namun juga di semuanya perusahaan.

 

hukum bisnis xi

Peran hukum tidak bisa lagi didiamkan. Itu mesti menjadi sisi dari perjalanan digital perusahaan yang misinya yakni tingkatkan hasil, nilai, dan pengalaman pelanggan. Untuk layani bisnis dengan lebih bagus dan bersinergi dalam pembuatan nilainya, kegunaan hukum harus pintar dalam bahasa bisnis, proses, manajemen risiko, analitik data, kecekatan, kecepatan, perolehan serta manajemen talenta, dampak, perebutan, dan layanan konsumen.

Ini jauh dari tugas hukum untuk  menciptakan “pekerjaan hukum yang sangat baik” yang diproklamirkan sendiri. Pembela perkara dan profesional hukum berkaitan, tak peduli oleh siapa mereka diperkerjakan, mesti memanfaatkan kerjasama laten layanan hukum dan pemberian pelayanan hukum dalam jumlah besar. Bagian praktek dan bisnis dari layanan hukum memerlukan ketrampilan dan tenaga kerja yang tidak sama tapi memiliki pola pikir yang serupa.

Mereka ialah komponen yang sama utamanya dari kegunaan hukum yang harus bekerja dengan lancar, tangkas, dan lancar tidak cuma dalam peran hukum tetapi juga dengan penopang keperluan bisnis yang lain di semua perusahaan. Integratif praktik hukum serta bisnis pemberian pelayanan hukum (operasi hukum) tingkatkan efektivitas fungsional hukum. Ini yakni pilar dasar pembuatan nilai.

Cara kedua dan yang lebih mengganti pola diperjalanan perubahan digital peranan hukum yaitu penyelarasannya dengan bisnis buat menciptakan nilai buat perusahaan dan konsumennya. Ini sertakan rekonfigurasi holistik dari peran, relevansi, serta sistem penghargaan dari kegunaan hukum. Hasil akhirnya yakni menciptakan kepuasan konsumen.

Tersebut merupakan beberapa cara buat melepaskan kekuatan laten manfaat hukum buat berubah dari rintangan budget dan rintangan peluang bisnis jadi pusat keuntungan, kolaborator nilai perusahaan, dan kepuasan pelanggan.

 

Guna Hukum yang Menanggapi Kepentingan Bisnis

Kegunaan hukum harus mengotak-atik balik dirinya sendiri dari sudut pandang konsumen, bagaimana dia dapat|bisa memenuhi serta melebihi kepentingan serta impian pengalaman pelanggan. Ini memerlukan restrukturisasi organisasi tanpa hambatan dari fungsi hukum yang focus di bagaimana ia dapat atur ulang untuk melayani bisnis yang beralih secara digital serta konsumen setianya dengan lebih bagus.

Tak ada peta jalan digital legal yang cocok buat seluruhnya, tapi, bagian umum meliputi:

-mengganti banyak pelayanan dengan produk yang menyertakan alat bantu berdikari serta jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk membikin alat tehnologi yang sesuai maksud buat manfaat hukum dan menggunakan alat “hukum” yang ada untuk melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang serta menganalisa data tidak terstruktur yang ada pada kegunaan hukum untuk pemanfaatan perusahaan yang makin luas dan andil pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa melakukan apa” berdasar pada kompetensi yang disokong data, pengalaman yang sama, biaya,  tersedianya, dan hasil;

– menantang pola warisan hukum dan menukarnya dengan susunan, style, metrik, proses, dan tenaga kerja anyar yang menanggapi kebuthan dan impian konsumen dengan baik;

– mengenyahkan ketidakcocokan bikinan pengacara di antara macam penyedia (in-house, firma, firma hukum, dan seterusnya.);

– menyediakan tenaga kerja berbasis platform, lincah, kolaboratif, mulus, serta terpusat di konsumen yang terbagi dalam beraneka sumber daya;

-memberikan nasehat yang didukung data

– berfokus di penciptaanan nilai buat bisnis serta konsumen setianya dan membikin pengalaman pelanggan lengkap yang unggul;

– lakukan investasi dalam penambahan ketrampilan serta kursus tenaga kerja untuk memenuhi kendala itu.

 

Tentukan Metrik yang Mematuhi Bisnis Dan Dijalankan Olehnya

Peter Drucker mencermati, “Anda tidak bisa mengelola apa yang tidak bisa Anda ukur.” Metrik hukum secara historis jarang dan terkait dengan keuntungan, bukan kepuasan konsumen. Bisnis, terlebih di zaman digital, miliki sekumpulan metrik yang sama sekali berlainan yang fokus di pelanggan.

Bisnis mengawasi kelapangan akses konsumen, pengangkutan tepat waktu, hasil yang sukses, uraian sosial media, skor promotor bersih, serta index lain yang menghitung kepuasan/pengalaman pelanggan. Ini merupakan kunci kesinambungan, skalabilitas, profitabilitas, serta komitmen merek di dunia digital.

Bisnis menempatkan nilai tinggi pada adaptasi hukum dari metriknya. Kajian Perputaran Hukum Digital mendapatkan jika 97% responden bisnis mengatakan mereka pengin metrik kesuksesan peranan hukum selaras dengan tujuan bisnis. Saat-saatSaat manfaat hukum mendapati pujian buat menyejajarkan anggarannyanya telah berakhir. Buat menetapkan nilai untuk bisnis, dia mesti menyesuaikan dengan metrik yang serupa yang diaplikasikan pada peranan perusahaan lainnya.

 

Memanfaatkan Kebolehan Data

Bisnis jalan dengan data. Manfaat hukum harus. Itu tidak bermakna pembela perkara harus menambah analitis data selaku kapabilitas pokok. Namun, mereka harus bekerjasama dengan analisis data, tehnologi, dan profesional hukum berkaitan yang lain dan memberlakukan mereka jadi partner yang sama dengan. Team multidisiplin yang mulus, lincah, dan terintegrasi adalah apa yang dibutuhkan untuk memenuhi keharusan digital hukum yang diperluas.

Data yakni sumber penciptaan nilai yang luas serta belum dipakai buat kegunaan hukum. Ia mempunyai kekuatan buat menggantikan spekulasi dan perkiraan dengan pandangan di depan serta wawasan berbasiskan sains. Data yang sama yaitu informasi yang material buat peramalan yang presisi, diagnosa dampak dini, mitigasi, Efisiensi, pendefinisian kiat cepat, hasil yang semakin baik, serta pencegahan hasil “surprise” (umpamanya, resiko yang terlampau rendah) yakni alat anyar yang kurang difungsikan oleh hukum.

 

hukum bisnis xi

Data bukan sekedar memiliki kekuatan laten untuk percepat kecepatan, efektivitas, ketepatan, dan kinerja fungsi hukum, namun dapat pula menggerakkan pembuatan nilai perusahaannya. Contoh-contohnya termasuk implementasi data material buat kontrak, litigasi, interograsi dan perselisihan komersial yang lain, masalah ketetapan, dan monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data tidaklah pengganti|alternatif penilaian hukum, itu yaitu penambah. Pengacara yang didukung data bicara bahasa bisnis dan jauh makin valid  daripada yang “berbasis firasat”. Tak ada “data hukum;” ada info yang ada dalam guna hukum yang bisa dibagi dengan unit bisnis lain untuk pecahkan “halangan hibrida” yang memajukan nilai perusahaan.

Management risiko, kepatuhan, perampingan kontrak untuk menghimpit siklus marketing, serta penghindaran litigasi yakni beberapa dari sejumlah contoh. Masing-masing menyediakan manfaat hukum dengan kemampuan yang begitu besar untuk membentuk dan membuktikan nilai.

Dari Pusat Ongkos Menjadi Pencipta Nilai

Bisnis secara tradisional memandang hukum menjadi penghambat peluang perusahaan serta pusat biaya. Itu berubah. C-Suite mengakui kewajiban digital berlaku buat kegunaan hukum seperti dalam untuk unit bisnis yang lain. Tanpa adopsinya, hukum tidak dapat penuhi pekerjaannya yang diperluas untuk berperan jadi:

1.Pendeteksi dini risiko|efek perusahaan yang pro-aktif, mitigasi kemungkinan, serta pemecah masalah; dan

2.Kolaborator yang aktif dan lincah dengan peran bisnis yang lain untuk menciptakan penerimaan serta peluang pasar baru buat perusahaan serta konsumennya.

Peranan hukum yang memenuhi kewajiban mereka yang diperlebar akan membuktikan nilai dan menikmati kedudukan perusahaan yang semakin tinggi. Kurang lebih tiga perempat (74%) informan bisnis dalam studi yang dilakukan oleh The Digital Legal Exchange menjelaskan penting/penting buat hukum buat membikin penghasilan dan kemungkinan pasar baru.

Mereka merasa hukum menjadi partner sinergis bisnis, bukan sebagai departemen tertutup yang cuma berfokus di “pekerjaan hukum”. Hukum mesti manfaatkan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan dan pelanggan, ketrampilan, pengalaman, dan ketangkasannya untuk mengenali serta berkolaborasi dengan unit bisnis lain untuk menggerakkan nilai perusahaan yang terarah.

 

Pelayanan serta Pengalaman Konsumen yang Unggul

Pelayanan dan pengalaman konsumen setia yang unggul yaitu komponen kunci untuk memperlihatkan serta membela nilai. Jeff Bezos menyamakan jalinan penyuplai/konsumen dengan dinamika tuan-rumah/tamu; tuan-rumah yang bagus memastikan kalau tamu diterima, dihargai, serta diperhatikan.

Hukum persis dengan manfaat perusahaan lainnya dalam soal bagaimana ia harus secara konsisten memberi, memelihara, mempertingkat, serta secara empiris memberikan layanan/pengalaman pelanggan. Daftar cek pelayanan konsumen setia buat kegunaan hukum mencakup:

-mengadopsi sudut pandang yang mengedepankan pelanggan dan mengimplementasikannya pada pada semua yang Anda dan rekanan team Anda kerjakan;

-kemudahan akses ke produk serta service hukum;

-kehandalan, efisiensi, kecepatan, nilai, serta transparansi pengiriman;

-bantuan konsumen yang mencangkup alat/sumber daya elektronik serta swadaya manusia;

-mendapatkan dan lekas menanggapi saran pelanggan;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun hubungan serta sudut pandang konsumen setia jangka panjang, bukan perspektif transaksional

-“membuatnya betul” bahkan juga di saat kesalahan dibuat;

-memperlakukan pelanggan sebagai asset perusahaan;

-beroperasi secara pro-aktif, bukan reaktif;

-mengakui kebolehan jejaring sosial serta pengokohan pengalaman pelanggan yang positif dan negatif;

-peningkatan  keahlian secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberikan dukungan unit bisnis lain buat menaikkan kepuasan pelanggan serta pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Ringkasan

Peran hukum tidak dapat memperlihatkan nilainya untuk bisnis terkecuali bila sejalan dengannya. Itu berarti bekerjasama dengan manfaat perusahaan yang lain dan fokus di konsumen setia adalah teknik terbaik buat memperhitungkan dan penuhi kebutuhan serta harapan mereka yang beralih dengan cara cepat.

Ini yaitu intupokok dari kewajiban digital, imajinasi ulang dan konfigurasi ulang yang ditopang technologi mengenai bagaimana produk serta service lebih gampang dijangkau, bersaing, terbuka, konstan, serta  dikatakan dengan menyenangkan pada konsumen setia. Peranan hukum dapat dan mesti mainkan andil penting dalam alih bentuk lengkap dari dinamika penyedia/konsumen ini.

Menghilangkan perspektif “pembela perkara serta ‘non-pengacara'” yaitu pertama-pertama yang bagus.

hukum bisnis xi

Semoga materi hukum bisnis xi bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *