kasus etika bisnis 2020

Bagaimana Peran Hukum Menunjukkan Nilai Buat Suatu Bisnis?

kasus etika bisnis 2020

Sisi pertama dari seri dua bagian ini membicarakan mengapa peran hukum merasakan kesusahan memperlihatkan nilainya buat bisnis. Unit ini menawarkan bagaimana hal semacam itu bisa berlangsung. Artikel kali ini membahas tentang

kasus etika bisnis 2020

Pengacara yaitu kendala terbesar manfaat hukum untuk memperlihatkan nilai bisnis. Mayoritas cerdik, fokus, rajin, analitis, dan fokus di maksud yaitu pembawaan tenaga kerja yang dibutuhkan . Sehingga di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pengajaran, indoktrinasi, struktur, dan keangkuhan.

Budaya hukum yaitu mengenai advokat, bukan pelanggan. Itu bukan permulaan di waktu perubahan digital di mana semuanya ditujukan buat menambah pengalaman pelanggan.

[/caption]

 kasus etika bisnis 2020

 

 

Pendahuluan: Skema Pikirkan Bisnis Buat Remit Hukum yang Diperlebar

Guna hukum sedang ditata ulang buat menyesuaikan dengan kepentingan perusahaan digital serta pelanggan mereka. Bisnis serta sejumlah penyuplai bentuk anyar ada di dalam garda paling depan dalam penataan kembali, bukan pembuatan hukum. Perancangan kembali manfaat hukum diawali dari perspektif konsumen setia, apa yang dibutuhkan hukum buat melayani kepentingannya dengan lebih bagus?

Untuk mencapai kepuasan konsumen setia di waktu digital, kegunaan hukum mesti menyadari tantangan pelanggannya serta menjadi sisi dari solusi mereka. Ini perlu hukum buat memungut sudut pandang bisnis untuk memenuhi kegunaan hukum yang diperluas. Untuk layani perusahaan digital dan konsumen setia mereka, peran hukum harus bekerja selaku pembela perusahaan yang proaktif dan didorong oleh data dan bersinergi dengan unit bisnis lain buat menggerakkan nilai perusahaan. Tetapi bagaimana metodenya?

Mengeruk makin banyak dari peran hukum mulai dengan budaya serta perjalanan management perombakan. Ini libatkan kombinasi guna hukum dengan serta adaptasi pada sumber daya bisnis yang ada, model pemecahan problem, metrik, proses, teknologi, serta data. Focusnya adalah pada bagaimana mereka bisa dipakai, disempurnakan, dan dibagi bukan cuma dalam peran hukum dan juga di seluruh perusahaan.

 

kasus etika bisnis 2020

Manfaat hukum tidak dapat lagi didiamkan. Itu mesti jadi sisi dari perjalanan digital perusahaan yang tugasnya yakni tingkatkan hasil, nilai, dan pengalaman pelanggan. Buat melayani bisnis dengan lebih bagus serta bersinergi dalam penciptaan nilainya, peranan hukum harus terampil dalam bahasa bisnis, proses, manajemen efek, analitik data, kegesitan, kecepatan, akuisisi dan management bakat, resiko, perebutan, serta layanan konsumen.

Ini jauh dari pekerjaan hukum buat  mendatangkan “tugas hukum yang sangat baik” yang diproklamirkan sendiri. Lawyer dan profesional hukum berkaitan, tak perduli oleh siapa mereka ditempatkan kerja, mesti manfaatkan sinergi laten layanan hukum serta pemberian service hukum dalam skala besar. Komponen praktik dan bisnis dari pelayanan hukum membutuhkan ketrampilan dan tenaga kerja yang beda namun memiliki pola pikir yang sama.

Mereka adalah komponen yang serupa utamanya dari peran hukum yang wajib beroperasi dengan lancar, lincah, serta lancar tidak sekedar dalam fungsi hukum namun juga dengan pemangku keperluan bisnis yang lain di semuanya perusahaan. Integratif praktik hukum serta bisnis pemberian pelayanan hukum (operasi hukum) menambah efisiensi fungsional hukum. Ini yakni pilar dasar penciptaan nilai.

Cara ke-2 dan yang lebih mengganti paradigma diperjalanan alih bentuk digital guna hukum adalah penyelarasannya dengan bisnis untuk membuat nilai buat perusahaan dan konsumen setianya. Ini menyertakan rekonfigurasi holistik dari peranan, relevansi, serta sistem penghargaan dari peran hukum. Hasilnya merupakan menciptakan kepuasan konsumen setia.

Tersebut merupakan beberapa cara untuk membebaskan kapasitas laten peran hukum untuk beralih dari hambatan biaya serta hambatan peluang bisnis menjadi pusat untung, kolaborator nilai perusahaan, serta kepuasan konsumen.

 

Peranan Hukum yang Menyikapi Kebutuhan Bisnis

Kegunaan hukum mesti rekayasa balik dianya dari sudut pandang konsumen setia, bagaimana dia dapat|bisa memenuhi dan melampaui keperluan dan asa pengalaman konsumen. Ini butuh restrukturisasi organisasi tiada kendala dari guna hukum yang focus di bagaimana ia dapat atur ulang buat melayani bisnis yang berbeda secara digital serta pelanggannya dengan lebih baik.

Tak ada peta jalan digital legal yang pas buat segalanya, akan tetapi, komponen umum mencakup:

-mengganti banyak service lewat produk yang sertakan alat bantu mandiri serta jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk membuat alat technologi yang sesuai sama arah untuk manfaat hukum serta memanfaatkan alat “hukum” yang ada untuk layani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang serta menelaah data tak terancang yang ada di dalam guna hukum buat pemakaian perusahaan yang lebih luas dan kontributor di data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa melakukan apa” menurut kapabilitas yang didukung data, pengalaman yang berkaitan, cost,  tersedianya, dan hasil;

– menantang pola peninggalan hukum serta menggantinya dengan struktur, mode, metrik, proses, dan tenaga kerja baru yang merespons kebuthan serta impian konsumen lebih baik;

– menyingkirkan perbedaan hasil pengacara di antara jenis penyuplai (in-house, firma, firma hukum, dan seterusnya.);

– siapkan tenaga kerja berbasis platform, lincah, kolaboratif, mulus, dan terpusat di pelanggan yang terdiri dalam bermacam sumber daya;

-memberikan arahan yang disokong data

– berfokus pada pembuatan nilai untuk bisnis dan pelanggannya serta membuat pengalaman konsumen setia komplet yang unggul;

– berinvestasi dalam peningkatan ketrampilan dan kepelatihan tenaga kerja buat memenuhi halangan itu.

 

Tetapkan Metrik yang Taati Bisnis Dan Dioperasionalkan Olehnya

Peter Drucker memperhatikan, “Anda tidak dapat mengelola apa yang tidak bisa Anda ukur.” Metrik hukum secara monumental jarang-jarang serta terkait dengan keuntungan, bukan kepuasan konsumen. Bisnis, khususnya di zaman digital, miliki sekelompok metrik yang sama sekali tidak serupa yang focus di konsumen.

Bisnis mengawasi kemudahan akses pelanggan, pengantaran on-time, hasil yang sukses, ulasan jejaring sosial, score promotor bersih, serta indeks lain yang menghitung kepuasan/pengalaman pelanggan. Ini adalah kunci kelanjutan, skalabilitas, keuntungan, dan komitmen merek di dunia digital.

Bisnis meletakkan nilai tinggi di adaptasi hukum dari metriknya. Analisis Perubahan Hukum Digital mendapati jika 97% informan bisnis menjelaskan mereka mau metrik keberhasilan fungsi hukum serasi dengan maksud bisnis. Masa-masa kegunaan hukum mendapat aplaus untuk menyeimbangkan biayanya telah berlalu. Untuk memastikan nilai buat bisnis, ia mesti beradaptasi dengan metrik yang serupa yang diimplikasikan di peranan perusahaan lainnya.

 

Manfaatkan Kapabilitas Data

Bisnis jalan dengan data. Peranan hukum juga harus. Itu bukan berarti pembela perkara mesti menambahkan analitis data menjadi kompetensi pokok. Tapi, mereka harus berkolaborasi dengan riset data, tehnologi, serta professional hukum berkaitan yang lain dan berlakukan mereka sebagai mitra yang setingkat. Team multidisiplin yang mulus, gesit, serta terpadu adalah apa yang diperlukan buat penuhi kewajiban digital hukum yang diperlebar.

Data ialah sumber pembuatan nilai yang luas serta belum diperlukan untuk guna hukum. Dia berkekuatan buat mengambil alih prediksi serta perkiraan dengan penglihatan ke depan serta wacana berbasiskan sains. Data yang berkaitan yakni informasi yang material buat peramalan yang presisi, diagnosis risiko dini, mitigasi, Efisiensi, penjabaran siasat cepat, hasil yang semakin baik, serta pencegahan hasil “surprise” (misalkan, resiko yang sangat rendah) ialah alat baru yang kurang diperlukan oleh hukum.

 

kasus etika bisnis 2020

Data bukan sekedar mempunyai kekuatan laten buat mempercepat kecepatan, efisiensi, ketepatan, serta kemampuan peran hukum, akan tetapi dapat pula memajukan penciptaan nilai perusahaannya. Contohnya terhitung implementasi data material untuk kontrak, litigasi, investigasi dan konflik komersial yang lain, kasus ketetapan, dan monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data tidaklah pengganti|substitusi penilaian hukum, itu merupakan penambah. Pengacara yang dibantu data bicara bahasa bisnis dan jauh semakin dapat dipercaya  dibanding yang “berbasis firasat”. Tidak ada “data hukum;” ada informasi yang ada dalam manfaat hukum yang bisa dibagi dengan unit bisnis lain untuk memecahkan “rintangan hibrida” yang mendorong nilai perusahaan.

Management risiko, kepatuhan, perampingan kontrak untuk mendesak perputaran penjualan, dan penghindaran litigasi ialah di antara dari sejumlah contoh. Masing-masing menyiapkan manfaat hukum dengan kapasitas yang begitu besar untuk membuat serta menunjukkan nilai.

Dari Pusat Biaya Jadi Pembuat Nilai

Bisnis secara tradisional menganggap hukum sebagai penghalang kemungkinan perusahaan serta pusat biaya. Itu berubah. C-Suite mengaku keharusan digital berlaku untuk fungsi hukum seperti sama buat unit bisnis yang lain. Tiada adopsinya, hukum tidak bisa penuhi tugasnya yang diperluas buat memiliki fungsi menjadi:

1.Pendeteksi awal risiko|efek perusahaan yang pro-aktif, mitigasi kemungkinan, dan pemecah masalah; serta

2.Kolaborator yang aktif serta gesit dengan peranan bisnis lainnya untuk membuat penghasilan dan peluang pasar anyar bagi perusahaan serta konsumennya.

Manfaat hukum yang memenuhi kewajiban mereka yang diperluas bakal memperlihatkan nilai dan menikmati kedudukan perusahaan yang lebih tinggi. Sekitar tiga perempat (74%) informan bisnis dalam studi yang telah dilakukan oleh The Digital Legal Exchange mengucapkan penting/begitu penting untuk hukum buat membikin penghasilan serta kesempatan pasar baru.

Mereka merasa hukum jadi partner sinergis bisnis, bukan selaku departemen tertutup yang hanya fokus di “pekerjaan hukum”. Hukum mesti menggunakan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan serta konsumen, keahlian, pengalaman, serta kegesitannya buat mengenali serta bersinergi dengan unit bisnis lain buat memajukan nilai perusahaan yang terarah.

 

Service dan Pengalaman Pelanggan yang Unggul

Service serta pengalaman konsumen yang unggul ialah elemen kunci untuk memberikan dan membela nilai. Jeff Bezos menyamai interaksi pemasok/pelanggan dengan dinamika tuan rumah/tamu; tuan-rumah yang baik meyakinkan kalau tamu diterima, dihormati, serta menjadi perhatian.

Hukum sama persis dengan kegunaan perusahaan lainnya dalam soal bagaimana dia mesti secara konsisten berikan, memelihara, meningkatkan, dan secara empiris membuktikan layanan/pengalaman konsumen setia. Daftar check layanan konsumen buat guna hukum mencakup:

-mengadopsi sudut pandang yang mementingkan pelanggan dan mengimplementasikannya di seluruh yang Anda dan teman tim Anda lakukan;

-kemudahan akses ke produk dan pelayanan hukum;

-kehandalan, efektivitas, kecepatan, nilai, serta transparan pengantaran;

-bantuan pelanggan yang meliputi alat/sumber daya elektronik dan swadaya manusia;

-mendapatkan serta segera menyikapi saran konsumen;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun pertalian serta perspektif pelanggan jangka panjang, bukan sudut pandang transaksi bisnis;

-“membuatnya betul” juga ketika kekeliruan dibuat;

-memperlakukan konsumen selaku asset perusahaan;

-beroperasi secara pro aktif, bukan reaktif;

-mengakui kapabilitas jejaring sosial dan pengukuhan pengalaman konsumen yang positif dan negatif;

-peningkatan  keahlian secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberikan dukungan unit bisnis lain untuk menambah kepuasan pelanggan serta pengalaman pengguna akhir yang positif.

 

Simpulan

Kegunaan hukum tidak bisa menunjukkan nilainya buat bisnis terkecuali bila searah dengannya. Itu berarti berelasi dengan manfaat perusahaan yang lain dan fokus di konsumen ialah langkah terbaik untuk memperhitungkan dan memenuhi keperluan serta asa mereka yang berubah dalam waktu cepat.

Ini merupakan intupokok dari kewajiban digital, fantasi ulang serta komposisi ulang yang ditunjang technologi perihal bagaimana produk dan service lebih gampang dijangkau, bersaing, transparan, stabil, serta  diungkapkan dengan membahagiakan pada konsumen. Peranan hukum dapat serta mesti mainkan peranan penting dalam perubahan lengkap dari dinamika penyedia/konsumen setia ini.

Menghilangkan pola pikir “pengacara dan ‘non-pengacara'” merupakan cara pertama yang baik.

kasus etika bisnis 2020

Semoga materi kasus etika bisnis 2020 bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *