kasus hukum bisnis 2017

kasus hukum bisnis 2017

Bagaimana Peran Hukum Perlihatkan Nilai Buat Suatu Bisnis?

kasus hukum bisnis 2017

Sisi pertama dari seri dua sisi ini mengulas mengapa manfaat hukum mengalami kesulitan menunjukkan nilainya untuk bisnis. Unit ini tawarkan bagaimana hal demikian dapat berlangsung. Artikel kali ini membahas tentang

kasus hukum bisnis 2017

Advokat yaitu kendala paling besar peran hukum buat perlihatkan nilai bisnis. Sebagian besar cerdas, focus, rajin, analitis, serta mengarah di arah ialah sifat tenaga kerja yang diingini . Maka di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pendidikan, indoktrinasi, susunan, dan keangkuhan.

Budaya hukum yaitu mengenai pembela perkara, bukan konsumen setia. Itu bukan permulaan di zaman perubahan digital di mana semuanya ditempatkan untuk mempertingkat pengalaman konsumen setia.

 kasus hukum bisnis 2017

 

 

Pendahuluan: Skema Berpikir Bisnis Untuk Remit Hukum yang Diperlebar

Manfaat hukum sedang dirapikan ulang untuk menyelaraskan dengan keperluan perusahaan digital serta konsumen setia mereka. Bisnis serta beberapa penyuplai bentuk anyar ada dalam garda terdepan dalam penataan kembali, bukan pembangunan hukum. Perancangan ulang guna hukum dimulai dari perspektif pelanggan, apa yang diperlukan hukum untuk layani keperluannya dengan lebih baik?

Buat gapai kepuasan konsumen setia di masa digital, guna hukum mesti memahami kendala konsumen setianya serta menjadi sisi dari pemecahan mereka. Ini perlu hukum untuk mengadopsi sudut pandang bisnis buat memenuhi peran hukum yang diperluas. Untuk melayani perusahaan digital serta konsumen setia mereka, kegunaan hukum harus bekerja menjadi pembela perusahaan yang proaktif dan didorong oleh data serta bekerjasama dengan unit bisnis lain buat memajukan nilai perusahaan. Tetapi bagaimana tekniknya?

Menggali lebih banyak dari guna hukum mulai dengan budaya serta perjalanan management peralihan. Ini menyertakan sinergi kegunaan hukum dengan serta penyesuaian terhadap sumber daya bisnis yang ada, langkah pemecahan problem, metrik, proses, tehnologi, dan data. Konsentrasinya ialah pada bagaimana mereka dapat digunakan, ditingkatkan, dan dibagikannya tidak cuma dalam fungsi hukum dan juga di seluruh perusahaan.

 

kasus hukum bisnis 2017

Peran hukum tak dapat lagi didiamkan. Itu mesti jadi sisi dari perjalanan digital perusahaan yang misinya yakni menaikkan hasil, nilai, serta pengalaman konsumen. Buat melayani bisnis dengan lebih baik serta berkolaborasi dalam pembuatan nilainya, manfaat hukum harus pandai dalam bahasa bisnis, proses, management efek, analitik data, kelincahan, kecepatan, perolehan serta manajemen kapabilitas, resiko, kompetisi, serta service konsumen.

Ini jauh dari pekerjaan hukum buat  menghasilkan “pekerjaan hukum yang sangat baik” yang diproklamirkan sendiri. Pembela perkara serta profesional hukum terkait, tidak peduli oleh siapa mereka ditempatkan kerja, harus menggunakan sinergi laten praktek hukum dan pemberian service hukum dalam jumlah besar. Elemen praktik dan bisnis dari pelayanan hukum memerlukan keahlian serta tenaga kerja yang berlainan tetapi punyai perspektif yang sama.

Mereka adalah bagian yang serupa utamanya dari peran hukum yang penting bekerja secara lancar, lincah, dan lancar bukan sekedar dalam manfaat hukum tetapi juga dengan penopang keperluan bisnis yang lain di seluruhnya perusahaan. Integratif praktik hukum serta bisnis pemberian layanan hukum (operasi hukum) menaikkan efektivitas fungsional hukum. Ini adalah pilar dasar pembuatan nilai.

Langkah kedua dan yang lebih mengganti paradigma diperjalanan perubahan digital guna hukum ialah penyelarasannya dengan bisnis buat membuat nilai untuk perusahaan serta konsumennya. Ini sertakan rekonfigurasi holistik dari andil, keterkaitan, serta skema penghargaan dari peran hukum. Hasilnya yakni membikin kepuasan konsumen setia.

Di bawah ini ialah beberapa cara buat membebaskan potensi laten manfaat hukum untuk berganti dari kendala budget dan kendala kesempatan bisnis jadi pusat keuntungan, kolaborator nilai perusahaan, serta kepuasan konsumen.

 

Kegunaan Hukum yang Menyikapi Kepentingan Bisnis

Manfaat hukum harus memanipulasi balik dirinya dari perspektif konsumen, bagaimana dia dapat|bisa penuhi serta melampaui kebutuhan serta keinginan pengalaman pelanggan. Ini membutuhkan restrukturisasi organisasi tanpa ada rintangan dari fungsi hukum yang focus di bagaimana ia dapat mengontrol ulang untuk layani bisnis yang berganti secara digital serta konsumen setianya dengan lebih bagus.

Tidak ada peta jalan digital legal yang cocok untuk semua, namun,tetapi, unsur umum meliputi:

-mengganti banyak service lewat produk yang mengikutsertakan alat bantu berdikari serta jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk membikin alat teknologi yang sama dengan tujuan buat kegunaan hukum dan manfaatkan alat “hukum” yang ada buat melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang dan menelaah data tidak terstruktur yang ada di dalam kegunaan hukum untuk pemakaian perusahaan yang semakin luas dan andil pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa lakukan apa” menurut kapabilitas yang ditunjang data, pengalaman yang relevan, cost,  ketersediaan, dan hasil;

– melawan pola warisan hukum serta menukarnya dengan susunan, mode, metrik, proses, dan tenaga kerja anyar yang memberikan respon kebuthan serta asa pelanggan dengan baik;

– singkirkan ketidaksamaan buatan pengacara di antara jenis penyedia (in-house, firma, firma hukum, dan sebagainya.);

– menyediakan tenaga kerja berbasiskan platform, lincah, kolaboratif, mulus, serta terpusat pada konsumen setia yang terdiri dalam bervariasi sumber daya;

-memberikan saran yang didukung data

– fokus di penciptaanan nilai buat bisnis serta konsumen setianya dan membikin pengalaman konsumen setia komplet yang unggul;

– lakukan investasi dalam peningkatan ketrampilan dan kursus tenaga kerja untuk penuhi tantangan itu.

 

Pastikan Metrik yang Menaati Bisnis Dan Dioperasionalkan Olehnya

Peter Drucker mempelajari, “Anda tidak bisa mengatur apa yang tidak bisa Anda ukur.” Metrik hukum secara historis jarang serta berkaitan dengan profitabilitas, bukan kepuasan konsumen. Bisnis, khususnya di zaman digital, miliki sekumpulan metrik yang sama sekali berlainan yang fokus di konsumen setia.

Bisnis memonitor kelapangan akses konsumen setia, pengantaran on-time, hasil yang sukses, uraian jejaring sosial, skor promotor bersih, serta indek lain yang menghitung kepuasan/pengalaman konsumen. Ini yakni kunci kebersinambungan, skalabilitas, keuntungan, dan kesetiaan merk di dunia digital.

Bisnis meletakkan nilai tinggi pada penyesuaian hukum dari metriknya. Studi Peralihan Hukum Digital menemukan jika 97% responden bisnis mengucapkan mereka pengin metrik sukses peran hukum selaras dengan maksud bisnis. Masa-masa peran hukum mendapati sanjungan untuk menyamakan biayanya telah berlalu. Untuk menetapkan nilai untuk bisnis, ia mesti beradaptasi dengan metrik yang sama yang diterapkan di manfaat perusahaan yang lain.

 

Manfaatkan Kapabilitas Data

Bisnis jalan dengan data. Kegunaan hukum juga harus. Itu tidak bermakna pembela perkara harus menambahkan analitis data sebagai kapabilitas pokok. Tapi, mereka harus bekerjasama dengan riset data, teknologi, dan professional hukum berkaitan yang lain dan berlakukan mereka selaku mitra yang selevel. Tim multidisiplin yang mulus, tangkas, dan terintegrasi ialah apa yang diperlukan buat memenuhi kewajiban digital hukum yang diperluas.

Data merupakan sumber penciptaan nilai yang luas serta belum dipakai buat manfaat hukum. Ia berkekuatan untuk menukar spekulasi dan perkiraan dengan penglihatan ke depan serta wacana berbasis sains. Data yang relevan yaitu info yang material buat peramalan yang tepat, identifikasi efek awal, mitigasi, Efisiensi, perumusan trick cepat, hasil yang semakin baik, dan penangkalan hasil “surprise” (umpamanya, resiko yang sangat rendah) merupakan alat anyar yang kurang digunakan oleh hukum.

 

kasus hukum bisnis 2017

Data bukan hanya miliki kekuatan laten untuk memercepat kecepatan, efisiensi, ketepatan, dan kapasitas peranan hukum, akan tetapi dapat pula memajukan pembuatan nilai perusahaannya. Misalnya tergolong implementasi data material untuk kontrak, litigasi, interograsi serta perseteruan komersial lainnya, soal aturan, dan monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data tidak pengganti|substitusi penilaian hukum, itu adalah peningkat. Advokat yang ditopang data bicara bahasa bisnis dan jauh makin kredibel  dibanding yang “berbasis firasat”. Tidak ada “data hukum;” ada info yang berada dalam guna hukum yang dapat dibagi dengan unit bisnis lain untuk memecahkan “rintangan hibrida” yang memajukan nilai perusahaan.

Manajemen risiko, kepatuhan, perampingan kontrak untuk mendesak transisi pemasaran, serta penghindaran litigasi yaitu beberapa dari sejumlah contoh. Masing-masing menyediakan kegunaan hukum dengan potensi yang sangat besar untuk menciptakan serta perlihatkan nilai.

Dari Pusat Ongkos Jadi Pencipta Nilai

Bisnis secara tradisionil merasa hukum sebagai penghalang kesempatan perusahaan dan pusat cost. Itu berubah. C-Suite mengakui kewajiban digital berlaku untuk peranan hukum seperti pada buat unit bisnis lainnya. Tanpa adopsinya, hukum tidak dapat penuhi tugasnya yang diperlebar buat berperan sebagai:

1.Pendeteksi awal risiko|resiko perusahaan yang proaktif, mitigasi resiko, dan pemecah masalah; serta

2.Kolaborator yang aktif serta lincah dengan fungsi bisnis yang lain untuk menciptakan penghasilan dan kesempatan pasar baru bagi perusahaan serta konsumennya.

Peran hukum yang memenuhi keharusan mereka yang diperlebar dapat menunjukkan nilai dan nikmati kedudukan perusahaan yang lebih tinggi. Lebih kurang tiga perempat (74%) informan bisnis dalam study yang dilakukan oleh The Digital Legal Exchange menyampaikan penting/penting buat hukum untuk membikin pemasukan serta kemungkinan pasar baru.

Mereka merasa hukum menjadi partner sinergis bisnis, bukan selaku departemen tertutup yang cuma focus pada “pekerjaan hukum”. Hukum harus manfaatkan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan serta pelanggan, keterampilan, pengalaman, dan kegesitannya untuk mengidentifikasi dan bekerjasama dengan unit bisnis lain buat mendorong nilai perusahaan yang terarah.

 

Service dan Pengalaman Pelanggan yang Unggul

Pelayanan serta pengalaman konsumen yang unggul yaitu elemen kunci untuk perlihatkan dan menjaga nilai. Jeff Bezos menyamakan hubungan pemasok/konsumen setia dengan dinamika tuan-rumah/tamu; tuan rumah yang bagus pastikan kalau tamu diterima, dihormati, serta jadi perhatian.

Hukum mirip dengan peranan perusahaan yang lain dalam soal bagaimana ia mesti secara stabil memberinya, memelihara, menambah, serta secara empiris memberikan layanan/pengalaman pelanggan. Daftar check layanan konsumen setia buat peran hukum mencakup:

-mengadopsi pola pikir yang mengedepankan konsumen setia dan menempatkannya pada seluruh yang Anda serta relasi team Anda lakukan;

-kemudahan akses ke produk dan pelayanan hukum;

-kehandalan, efisiensi, kecepatan, nilai, serta transparansi pengiriman;

-bantuan pelanggan yang mencakup alat/sumber daya elektronik serta swadaya manusia;

-mendapatkan serta segera menanggapi saran konsumen;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun pertalian serta perspektif konsumen jangka panjang, bukan sudut pandang transaksional

-“membuatnya betul” bahkan juga waktu kekeliruan dibuat;

-memperlakukan konsumen setia selaku aset perusahaan;

-beroperasi secara proaktif, bukan reaktif;

-mengakui kapabilitas sosial media serta pengokohan pengalaman konsumen yang positif serta negatif;

-peningkatan  keterampilam secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberi dukungan unit bisnis lain untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan pengalaman pengguna akhir yang positif.

 

Kesimpulan

Peranan hukum tidak dapat perlihatkan nilainya untuk bisnis kecuali apabila sejalan dengannya. Itu memiliki arti bermitra dengan guna perusahaan lainnya serta focus pada pelanggan yaitu teknik terunggul untuk memperhitungkan serta penuhi kebutuhan serta angan-angan mereka yang berbeda dalam sekejap.

Ini ialah intupokok dari keharusan digital, khayalan ulang dan komposisi ulang yang disokong technologi mengenai bagaimana produk serta service lebih simpel diakses, kompetitif, transparan, stabil, serta  dikatakan dengan menyenangkan pada konsumen setia. Manfaat hukum bisa serta harus mainkan peran penting dalam alih bentuk utuh dari dinamika pemasok/konsumen setia ini.

Menghilangkan sudut pandang “pembela perkara dan ‘non-pengacara'” merupakan langkah pertama yang bagus.

kasus hukum bisnis 2017

Semoga materi kasus hukum bisnis 2017 bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *