kasus pelanggaran etika bisnis starbucks

kasus pelanggaran etika bisnis starbucks

Bagaimana Peranan Hukum Memperlihatkan Nilai Buat Sebuah Bisnis?

kasus pelanggaran etika bisnis starbucks

Sisi pertama dari seri dua sisi ini membahas mengapa guna hukum alami kesusahan memperlihatkan nilainya buat bisnis. Bagian ini menjajakan bagaimana hal tersebut bisa berlangsung. Artikel kali ini membahas tentang

kasus pelanggaran etika bisnis starbucks

Pengacara yaitu rintangan paling besar fungsi hukum buat memperlihatkan nilai bisnis. Sebagian besar cerdik, focus, rajin, analisa, dan berorientasi pada arah yaitu pembawaan tenaga kerja yang diingini . Maka di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pengajaran, indoktrinasi, struktur, serta keangkuhan.

Budaya hukum ialah perihal pengacara, bukan pelanggan. Itu bukan permulaan di era alih bentuk digital di mana segalanya disasarkan untuk mempertingkat pengalaman konsumen setia.

 kasus pelanggaran etika bisnis starbucks

 

 

Pendahuluan: Skema Berpikir Bisnis Buat Remit Hukum yang Diperlebar

Fungsi hukum sedang ditata ulang untuk menyelaraskan dengan kepentingan perusahaan digital dan pelanggan mereka. Bisnis serta beberapa penyuplai bentuk baru ada pada garda paling depan dalam pengaturan kembali, bukan pembuatan hukum. Perancangan kembali kegunaan hukum mulai dari perspektif konsumen, apa yang dibutuhkan hukum buat melayani kepentingannya dengan lebih bagus?

Buat capai kepuasan konsumen setia di masa digital, peranan hukum mesti mendalami halangan konsumen setianya dan jadi bagian dari jalan keluar mereka. Ini membutuhkan hukum buat mengambil pola pikir bisnis buat penuhi kegunaan hukum yang diperluas. Untuk layani perusahaan digital serta konsumen setia mereka, guna hukum harus beroperasi sebagai pembela perusahaan yang pro-aktif dan didorong oleh data serta berkolaborasi dengan unit bisnis lain buat menggerakkan nilai perusahaan. Tapi bagaimana metodenya?

Menggali bertambah banyak dari peranan hukum mulai dengan budaya serta perjalanan management transisi. Ini sertakan sinergi peran hukum dengan dan penyesuaian terhadap sumber daya bisnis yang ada, sistem pemecahan perkara, metrik, proses, teknologi, serta data. Fokusnya merupakan di bagaimana mereka bisa dipakai, ditingkatkan, dan dibagikan tidak cuma dalam kegunaan hukum dan juga di semua perusahaan.

 

kasus pelanggaran etika bisnis starbucks

Peranan hukum tidak dapat lagi didiamkan. Itu mesti jadi bagiab dari perjalanan digital perusahaan yang tugasnya adalah meningkatkan hasil, nilai, serta pengalaman konsumen setia. Untuk layani bisnis dengan lebih baik dan bekerjasama dalam pembuatan nilainya, fungsi hukum harus lihai dengan bahasa bisnis, proses, manajemen resiko, analitik data, kelincahan, kecepatan, pemerolehan dan manajemen kapabilitas, dampak, persaingan, dan pelayanan pelanggan.

Ini jauh dari pekerjaan hukum buat  hasilkan “tugas hukum yang baik sekali” yang diproklamirkan sendiri. Advokat serta profesional hukum berkaitan, tidak peduli oleh siapa mereka dikaryakan, harus menggunakan sinergi laten layanan hukum dan pemberian pelayanan hukum dalam jumlah besar. Bagian praktek dan bisnis dari service hukum membutuhkan keterampilan serta tenaga kerja yang berlainan akan tetapi miliki perspektif yang serupa.

Mereka yaitu komponen yang sama keutamaan dari peranan hukum yang harus bekerja dengan lancar, lincah, dan lancar bukan sekedar dalam guna hukum namun juga dengan pemangku kebutuhan bisnis yang lain di semuanya perusahaan. Integrasi praktik hukum dan bisnis pemberian service hukum (operasi hukum) tingkatkan efisiensi fungsional hukum. Ini adalah pilar dasar penciptaan nilai.

Langkah kedua serta yang lebih mengganti paradigma dlam perjalanan transformasi digital kegunaan hukum adalah penyelarasannya dengan bisnis buat membentuk nilai untuk perusahaan dan pelanggannya. Ini mengikutsertakan rekonfigurasi holistik dari andil, kaitan, dan prosedur penghargaan dari guna hukum. Hasilnya ialah menciptakan kepuasan konsumen setia.

Di bawah ini adalah beberapa cara untuk melepas potensi laten peran hukum untuk berganti dari hambatan bujet dan kendala peluang bisnis menjadi pusat keuntungan, kolaborator nilai perusahaan, serta kepuasan pelanggan.

 

Fungsi Hukum yang Menanggapi Kepentingan Bisnis

Manfaat hukum harus rekayasa balik dianya dari sudut pandang konsumen setia, bagaimana ia dapat|bisa memenuhi serta melewati keperluan dan harapan pengalaman konsumen. Ini membutuhkan restrukturisasi organisasi tanpa ada kendala dari peran hukum yang fokus pada bagaimana dia dapat mengendalikan ulang buat layani bisnis yang beralih secara digital serta konsumennya dengan lebih bagus.

Tak ada peta jalan digital legal yang cocok buat semua, tapi, komponen umum mencakup:

-mengganti banyak service dengan produk yang mengikutsertakan alat bantu mandiri dan jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk membuat alat teknologi yang sesuai sama arah buat fungsi hukum dan menggunakan alat “hukum” yang ada buat melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang serta menelaah data tak terstruktur yang ada pada kegunaan hukum untuk pemanfaatan perusahaan yang semakin luas dan andil pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa melaksanakan apa” berdasar kapabilitas yang disokong data, pengalaman yang berkaitan, ongkos,  terdapatnya, serta hasil;

– menentang pola warisan hukum serta mengubahnya dengan susunan, style, metrik, proses, serta tenaga kerja baru yang memberi respon kebuthan dan harapan pelanggan lebih baik;

– menghalau ketidakcocokan bikinan advokat di antara macam pemasok (in-house, firma, firma hukum, dan sebagainya.);

– menyediakan tenaga kerja berbasis platform, gesit, kolaboratif, mulus, serta terpusat pada konsumen setia yang terdiri dalam bermacam sumber daya;

-memberikan arahan yang ditopang data

– focus pada pembuatan nilai bagi bisnis serta konsumen setianya serta membuat pengalaman pelanggan lengkap yang unggul;

– berinvestasi dalam peningkatan keterampilan dan kepelatihan tenaga kerja untuk penuhi rintangan itu.

 

Tetapkan Metrik yang Mematuhi Bisnis Dan Dioperasikan Olehnya

Peter Drucker memperhatikan, “Anda tidak dapat mengurus apa yang tidak dapat Anda ukur.” Metrik hukum secara monumental jarang-jarang serta berkaitan dengan keuntungan, bukan kepuasan konsumen. Bisnis, terpenting di era digital, punyai rangkaian metrik yang sama sekali tidak serupa yang fokus di konsumen.

Bisnis memonitor keringanan akses konsumen setia, pengiriman pas waktu, hasil yang sukses, uraian medsos, score promotor bersih, serta index yang lain menghitung kepuasan/pengalaman konsumen setia. Ini merupakan kunci kebersinambungan, skalabilitas, keuntungan, dan kesetiaan brand di dunia digital.

Bisnis meletakkan nilai tinggi di adaptasi hukum dari metriknya. Studi Pertukaran Hukum Digital menemukan bahwa 97% responden bisnis menjelaskan mereka mau metrik kesuksesan fungsi hukum seirama dengan arah bisnis. Masa-masa kegunaan hukum mendapati sanjungan buat menyejajarkan bujetnya telah berlalu. Buat menetapkan nilai untuk bisnis, dia mesti menyesuaikan dengan metrik yang sama yang diimplikasikan pada fungsi perusahaan lainnya.

 

Manfaatkan Kebolehan Data

Bisnis berjalan dengan data. Manfaat hukum mesti. Itu bukan berarti advokat mesti menambahkan analitis data menjadi kompetensi pokok. Tapi, mereka mesti bersinergi dengan studi data, technologi, serta professional hukum terkait lainnya serta perlakukan mereka selaku partner yang sama dengan. Team multidisiplin yang mulus, lincah, dan terintegrasi yaitu apa yang dibutuhkan buat memenuhi kewajiban digital hukum yang diperlebar.

Data yakni sumber penciptaan nilai yang luas serta belum digunakan buat kegunaan hukum. Ia mempunyai kekuatan buat menggantikan perkiraan dan pendapat dengan penglihatan ke depan dan wacana berbasiskan sains. Data yang berkaitan adalah data yang material buat peramalan yang akurat, diagnosa dampak dini, mitigasi, efektivitas, penjabaran strategi cepat, hasil yang semakin baik, serta pengawalan hasil “kejutan” (semisalnya, risiko yang sangat rendah) yakni alat anyar yang kurang diperlukan oleh hukum.

 

kasus pelanggaran etika bisnis starbucks

Data bukan cuma memiliki kekuatan laten untuk percepat kecepatan, efektivitas, ketepatan, serta performa manfaat hukum, akan tetapi bisa juga menggerakkan penciptaan nilai perusahaannya. Contoh-contohnya tergolong pengaplikasian data material untuk kontrak, litigasi, interograsi serta perseteruan komersil lainnya, perkara aturan, serta monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data bukan pengganti|substitusi penilaian hukum, itu yaitu peningkat. Advokat yang didukung data bicara bahasa bisnis dan semakin lebih kredibel  daripada yang “berbasis firasat”. Tidak ada “data hukum;” ada data yang berada dalam guna hukum yang bisa diberikan dengan unit bisnis lain untuk pecahkan “halangan hibrida” yang menggerakkan nilai perusahaan.

Manajemen dampak, kepatuhan, perampingan kontrak buat menghimpit siklus pemasaran, serta penghindaran litigasi ialah di antara dari sejumlah contoh. Masing-masing sediakan peranan hukum dengan kemampuan yang begitu besar untuk membentuk serta memperlihatkan nilai.

Dari Pusat Cost Jadi Pencipta Nilai

Bisnis secara tradisional memandang hukum menjadi penghambat kemungkinan perusahaan serta pusat cost. Itu berbeda. C-Suite mengaku kewajiban digital berlaku untuk peranan hukum seperti juga untuk unit bisnis yang lain. Tanpa ada adopsinya, hukum tidak bisa memenuhi pekerjaannya yang diperlebar untuk berfungsi sebagai:

1.Pendeteksi awal risiko|efek perusahaan yang proaktif, mitigasi dampak, dan pemecah masalah; dan

2.Kolaborator yang aktif dan lincah dengan peran bisnis lainnya untuk membuat penerimaan serta peluang pasar baru untuk perusahaan dan konsumen setianya.

Manfaat hukum yang memenuhi keharusan mereka yang diperluas akan menunjukkan nilai dan nikmati posisi perusahaan yang makin tinggi. Kira-kira tiga perempat (74%) responden bisnis dalam studi yang dilakukan oleh The Digital Legal Exchange mengatakan penting/begitu penting bagi hukum untuk menciptakan penghasilan dan kesempatan pasar anyar.

Mereka memandang hukum jadi mitra sinergis bisnis, bukan jadi departemen tertutup yang hanya fokus di “tugas hukum”. Hukum mesti manfaatkan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan dan konsumen, ketrampilan, pengalaman, serta kelincahannya buat menandai dan bekerjasama dengan unit bisnis lain untuk menggerakkan nilai perusahaan yang terarah.

 

Layanan dan Pengalaman Konsumen setia yang Unggul

Service dan pengalaman konsumen setia yang unggul ialah komponen kunci buat tunjukkan dan menjaga nilai. Jeff Bezos menyamakan interaksi penyedia/konsumen dengan dinamika tuan-rumah/tamu; tuan-rumah yang baik memastikan jika tamu diterima, dipandang, serta menjadi perhatian.

Hukum mirip dengan peran perusahaan yang lain dalam soal bagaimana dia mesti secara konsisten memberinya, memelihara, menambah, serta secara empiris perlihatkan pelayanan/pengalaman pelanggan. Daftar periksa pelayanan konsumen setia untuk kegunaan hukum mencakup:

-mengadopsi perspektif yang memprioritaskan konsumen serta menempatkannya pada seluruh yang Anda dan rekanan team Anda kerjakan;

-kemudahan akses ke produk serta layanan hukum;

-kehandalan, efektivitas, kecepatan, nilai, serta transparansi pengangkutan;

-bantuan konsumen setia yang mencakup alat/sumber daya electronic dan swadaya manusia;

-mendapatkan serta lekas menyikapi saran konsumen setia;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun hubungan serta perspektif pelanggan jangka panjang, bukan perspektif transaksional

-“membuatnya benar” juga ketika kekeliruan dibuat;

-memperlakukan pelanggan menjadi aset perusahaan;

-beroperasi secara pro-aktif, bukan reaktif;

-mengakui kemampuan media sosial serta pengukuhan pengalaman konsumen yang positif dan negatif;

-peningkatan  keterampilam secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberikan dukungan unit bisnis lain buat mempertingkat kepuasan konsumen setia serta pengalaman pengguna akhir yang positif.

 

Ikhtisar

Kegunaan hukum tidak bisa tunjukkan nilainya buat bisnis kecuali kalau searah dengannya. Itu berarti bermitra dengan peranan perusahaan lainnya dan fokus pada pelanggan ialah teknik terunggul untuk memperhitungkan dan penuhi kepentingan dan keinginan mereka yang berubah secara sekejap.

Ini yaitu intupokok dari kewajiban digital, fantasi ulang dan komposisi ulang yang ditopang tehnologi tentang bagaimana produk dan pelayanan lebih ringan diakses, kompetitif, terbuka, konsisten, serta  disampaikan dengan menyenangkan pada pelanggan. Manfaat hukum bisa dan mesti memainkan peranan penting dalam transformasi lengkap dari dinamika penyedia/konsumen ini.

Menghilangkan sudut pandang “pembela perkara dan ‘non-pengacara'” merupakan langkah awal yang bagus.

kasus pelanggaran etika bisnis starbucks

Semoga materi kasus pelanggaran etika bisnis starbucks bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *