modul 1 hukum bisnis

modul 1 hukum bisnis

Bagaimana Guna Hukum Membuktikan Nilai Buat Suatu Bisnis?

modul 1 hukum bisnis

Bagian pertama dari seri dua bagian ini membahas kenapa fungsi hukum merasakan kesulitan membuktikan nilainya buat bisnis. Unit ini menawarkan bagaimana hal itu bisa berlangsung. Artikel kali ini membahas tentang

modul 1 hukum bisnis

Advokat ialah kendala paling besar fungsi hukum buat memperlihatkan nilai bisnis. Mayoritas pintar, fokus, rajin, analisis, dan bertujuan pada arah adalah pembawaan tenaga kerja yang dibutuhkan . Maka di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pengajaran, indoktrinasi, struktur, serta keangkuhan.

Budaya hukum ialah tentang pembela perkara, bukan pelanggan. Itu bukan permulaan di waktu transformasi digital di mana semuanya disasarkan untuk menambah pengalaman konsumen setia.

 modul 1 hukum bisnis

 

 

Pendahuluan: Pola Berpikir Bisnis Untuk Remit Hukum yang Diperluas

Guna hukum lagi ditata ulang buat menyelaraskan dengan kebutuhan perusahaan digital dan pelanggan mereka. Bisnis dan sejumlah penyuplai mode anyar berada di garda paling depan dalam penyusunan kembali, bukan pembuatan hukum. Perancangan ulang guna hukum diawali pada sudut pandang pelanggan, apa yang dibutuhkan hukum buat melayani kebutuhannyanya dengan lebih baik?

Untuk menggapai kepuasan pelanggan di era digital, peran hukum harus mengerti halangan konsumennya dan menjadi bagian dari jalan keluar mereka. Ini membutuhkan hukum untuk memungut perspektif bisnis buat penuhi peran hukum yang diperlebar. Untuk melayani perusahaan digital serta pelanggan mereka, guna hukum harus bekerja jadi pembela perusahaan yang proaktif dan didorong oleh data dan berkolaborasi dengan unit bisnis lain buat memajukan nilai perusahaan. Tetapi bagaimana triknya?

Mengeduk makin banyak dari manfaat hukum dimulai dengan budaya dan perjalanan management transisi. Ini melibatkan kerjasama manfaat hukum dengan serta adaptasi kepada sumber daya bisnis yang ada, sistem pemecahan problem, metrik, proses, tehnologi, dan data. Fokusnya yakni pada bagaimana mereka bisa dipakai, diperbaharui, dan dibagikan tidak hanya dalam peran hukum dan juga di semua perusahaan.

 

modul 1 hukum bisnis

Guna hukum tak bisa kembali didiamkan. Itu harus jadi sisi dari perjalanan digital perusahaan yang misinya yakni tingkatkan hasil, nilai, serta pengalaman konsumen setia. Buat layani bisnis dengan lebih baik dan berkolaborasi dalam penciptaan nilainya, peran hukum mesti pandai dalam bahasa bisnis, proses, management resiko, analitik data, kegesitan, kecepatan, pemerolehan serta manajemen kemampuan, dampak, persaingan, dan pelayanan pelanggan.

Ini jauh dari pekerjaan hukum buat  menghasilkan “pekerjaan hukum yang sangat baik” yang diproklamirkan sendiri. Advokat dan professional hukum terkait, tak peduli oleh siapa mereka ditempatkan kerja, harus memakai kerjasama laten praktek hukum dan pemberian layanan hukum dalam jumlah besar. Elemen praktik dan bisnis dari layanan hukum butuh keterampilan serta tenaga kerja yang tidak sama namun punyai sudut pandang yang sama.

Mereka yaitu komponen yang sama keutamaan dari peranan hukum yang penting bekerja secara lancar, lincah, dan lancar tidak sekedar dalam fungsi hukum dan juga dengan penopang keperluan bisnis yang lain di semua perusahaan. Integrasi praktek hukum serta bisnis pemberian layanan hukum (operasi hukum) menambah efisiensi fungsional hukum. Ini yaitu pilar dasar pembuatan nilai.

Langkah ke-2 dan yang lebih mengubah paradigma diperjalanan transformasi digital fungsi hukum adalah penyelarasannya dengan bisnis buat membikin nilai untuk perusahaan serta pelanggannya. Ini menyertakan rekonfigurasi holistik dari andil, kaitan, serta mekanisme penghargaan dari kegunaan hukum. Hasil akhir yaitu membuat kepuasan konsumen.

Ini adalah beberapa cara untuk melepaskan potensi laten fungsi hukum buat berganti dari kendala bujet dan kendala peluang bisnis menjadi pusat laba, kolaborator nilai perusahaan, dan kepuasan pelanggan.

 

Peran Hukum yang Menyikapi Kebutuhan Bisnis

Peran hukum mesti manipulasi balik dianya dari perspektif pelanggan, bagaimana ia dapat|bisa memenuhi serta melebihi keperluan serta keinginan pengalaman pelanggan. Ini memerlukan restrukturisasi organisasi tanpa rintangan dari fungsi hukum yang fokus pada bagaimana dia bisa atur ulang untuk layani bisnis yang berganti secara digital dan pelanggannya dengan lebih baik.

Tak ada peta jalan digital legal yang sesuai untuk seluruhnya, namun,tetapi, unsur umum meliputi:

-mengganti banyak layanan lewat produk yang menyertakan alat bantu mandiri dan jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan buat bikin alat tehnologi yang sesuai sama arah buat peranan hukum dan memakai alat “hukum” yang ada buat layani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang dan mempelajari data tak terstruktur yang ada di dalam peranan hukum buat pemakaian perusahaan yang bertambah luas dan kontributor pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa lakukan apa” berdasar pada kapabilitas yang didukung data, pengalaman yang sama, ongkos,  tersedianya, serta hasil;

– melawan pola peninggalan hukum dan mengubahnya dengan susunan, bentuk, metrik, proses, dan tenaga kerja baru yang merespons kepentingan serta angan-angan konsumen setia dengan baik;

– singkirkan ketaksamaan hasil pembela perkara di antara jenis penyuplai (in-house, firma, firma hukum, dan seterusnya.);

– menyediakan tenaga kerja berbasiskan platform, gesit, kolaboratif, mulus, dan berpusat di konsumen setia yang terdiri dalam beragam sumber daya;

-memberikan anjuran yang dibantu data

– fokus di penciptaanan nilai untuk bisnis dan konsumen setianya dan membuat pengalaman konsumen lengkap yang unggul;

– menanam investasi dalam kenaikan keterampilan dan kursus tenaga kerja untuk memenuhi hambatan itu.

 

Pastikan Metrik yang Patuhi Bisnis Serta Dioperasikan Olehnya

Peter Drucker memperhatikan, “Anda tidak dapat mengurus apa yang tidak dapat Anda ukur.” Metrik hukum secara sejarah jarang serta berkaitan dengan keuntungan, bukan kepuasan konsumen setia. Bisnis, terlebih di zaman digital, mempunyai rangkaian metrik yang sama sekali tidak serupa yang focus di konsumen setia.

Bisnis mengamati keluasaan akses konsumen, pengantaran on time, hasil yang sukses, penjelasan medsos, skor promotor bersih, serta indek lain yang mengukur kepuasan/pengalaman pelanggan. Ini ialah kunci kesinambungan, skalabilitas, profitabilitas, dan loyalitas merek di dunia digital.

Bisnis menempatkan nilai tinggi di adaptasi hukum dari metriknya. Kajian Pergantian Hukum Digital mendapati jika 97% responden bisnis menuturkan mereka pengin metrik kesuksesan peranan hukum serasi dengan arah bisnis. Masa-masa kegunaan hukum mendapatkanmemperoleh aplaus untuk menyejajarkan bujetnya telah berakhir. Buat menetapkan nilai buat bisnis, dia harus menyesuaikan dengan metrik yang serupa yang diterapkan di kegunaan perusahaan lainnya.

 

Memakai Kapabilitas Data

Bisnis berjalan dengan data. Kegunaan hukum harus. Itu tidak bermakna pembela perkara harus menambah analisis data selaku kapabilitas inti. Namun, mereka mesti berkolaborasi dengan studi data, tehnologi, dan professional hukum berkaitan yang lain serta perlakukan mereka selaku partner yang selevel. Team multidisiplin yang mulus, tangkas, serta terintegrasi yaitu apa yang dibutuhkan untuk memenuhi keharusan digital hukum yang diperluas.

Data yakni sumber pembuatan nilai yang luas serta belum dipakai buat peranan hukum. Dia memiliki kekuatan buat menukar perkiraan serta pendapat dengan pandangan di depan dan wacana berbasiskan sains. Data yang sama adalah info yang material untuk peramalan yang tepat, deteksi resiko dini, mitigasi, Efisiensi, penyimpulan kiat cepat, hasil yang makin baik, serta pencegahan hasil “kejutan” (contohnya, efek yang sangat rendah) adalah alat baru yang kurang dipakai oleh hukum.

 

modul 1 hukum bisnis

Data tidak cuma miliki kekuatan laten untuk memercepat kecepatan, efektivitas, akurasi, dan kapasitas manfaat hukum, namun dapat juga memajukan penciptaan nilai perusahaannya. Misalnya terhitung implikasi data material untuk kontrak, litigasi, investigasi serta pergesekan komersil yang lain, kasus ketentuan, dan monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data bukan pengganti|alternatif penilaian hukum, itu merupakan peningkat. Lawyer yang disokong data bercakap bahasa bisnis dan semakin lebih dapat dipercaya  ketimbang yang “berbasiskan firasat”. Tak ada “data hukum;” ada data yang ada dalam guna hukum yang dapat dibagikan dengan unit bisnis lain buat pecahkan “rintangan hibrida” yang mendorong nilai perusahaan.

Manajemen efek, kepatuhan, perampingan kontrak buat mendesak perputaran penjualan, dan penghindaran litigasi ialah di antara dari sejumlah contoh. Masing-masing menyediakan guna hukum dengan kapasitas yang sangat besar buat membuat serta perlihatkan nilai.

Dari Pusat Biaya Menjadi Pembuat Nilai

Bisnis secara tradisionil menganggap hukum selaku penghalang kesempatan perusahaan dan pusat cost. Itu berbeda. C-Suite mengaku keharusan digital berlaku untuk peranan hukum seperti dalam buat unit bisnis yang lain. Tanpa adopsinya, hukum tidak dapat memenuhi tugasnya yang diperlebar untuk berperan selaku:

1.Pendeteksi awal risiko|dampak perusahaan yang proaktif, mitigasi risiko, serta pemecah masalah; dan

2.Kolaborator yang aktif serta gesit dengan peranan bisnis lainnya buat membentuk pendapatan serta kesempatan pasar baru bagi perusahaan dan konsumen setianya.

Manfaat hukum yang memenuhi kewajiban mereka yang diperlebar bakal tunjukkan nilai dan nikmati kedudukan perusahaan yang lebih tinggi. Kurang lebih tiga perempat (74%) informan bisnis dalam study yang sudah dilakukan oleh The Digital Legal Exchange menjelaskan penting/begitu penting bagi hukum untuk menciptakan penghasilan serta peluang pasar anyar.

Mereka menganggap hukum jadi partner sinergis bisnis, bukan jadi departemen tertutup yang cuma focus di “tugas hukum”. Hukum harus memakai modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan serta konsumen setia, ketrampilan, pengalaman, dan ketangkasannya buat menganalisis dan bekerjasama dengan unit bisnis lain buat mendorong nilai perusahaan yang terarah.

 

Layanan serta Pengalaman Konsumen setia yang Unggul

Layanan dan pengalaman konsumen setia yang unggul merupakan komponen kunci buat perlihatkan serta mempertahankan nilai. Jeff Bezos menyamai hubungan pemasok/konsumen setia dengan dinamika tuan rumah/tamu; tuan rumah yang baik menegaskan kalau tamu diterima, dipandang, dan menjadi perhatian.

Hukum mirip dengan fungsi perusahaan yang lain dalam soal bagaimana ia harus secara stabil memberi, memelihara, tingkatkan, dan secara empiris membuktikan service/pengalaman konsumen. Daftar periksa layanan konsumen buat manfaat hukum meliputi:

-mengadopsi perspektif yang menekankan pelanggan dan menerapkannya di pada semua yang Anda serta relasi team Anda kerjakan;

-kemudahan akses ke produk serta service hukum;

-kehandalan, efektivitas, kecepatan, nilai, dan transparansi pengangkutan;

-bantuan konsumen yang termasuk alat/sumber daya elektronik dan swadaya manusia;

-mendapatkan dan segera menanggapi saran konsumen setia;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun pertalian serta sudut pandang konsumen setia waktu panjang, bukan perspektif transaksi bisnis;

-“membuat betul” bahkan juga saat kesalahan dibuat;

-memperlakukan konsumen menjadi aset perusahaan;

-beroperasi secara pro-aktif, bukan reaktif;

-mengakui kapabilitas sosial media serta pengukuhan pengalaman pelanggan yang positif serta negatif;

-peningkatan  keahlian secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberi dukungan unit bisnis lain untuk mempertingkat kepuasan konsumen setia dan pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Simpulan

Fungsi hukum tidak bisa menunjukkan nilainya bagi bisnis kecuali bila searah dengannya. Itu memiliki arti berelasi dengan peran perusahaan lainnya serta fokus pada konsumen yakni metode terbaik untuk memprediksi dan penuhi kebutuhan dan harapan mereka yang beralih dalam sekejap.

Ini yakni intupokok dari keharusan digital, fantasi ulang dan konfigurasi ulang yang disokong tehnologi perihal bagaimana produk dan service lebih mudah dijangkau, kompetitif, transparan, konstan, serta  disampaikan dengan menyenangkan pada pelanggan. Guna hukum bisa dan harus mainkan peranan penting dalam transformasi komplet dari dinamika pemasok/konsumen setia ini.

Menghilangkan pola pikir “pengacara serta ‘non-pengacara'” yaitu cara pertama yang bagus.

modul 1 hukum bisnis

Semoga materi modul 1 hukum bisnis bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *