pelanggaran etika bisnis facebook

pelanggaran etika bisnis facebook

Bagaimana Peran Hukum Tunjukkan Nilai Untuk Sebuah Bisnis?

pelanggaran etika bisnis facebook

Sisi pertama dari seri dua sisi ini mengupas kenapa peranan hukum alami kesukaran membuktikan nilainya untuk bisnis. Segnen ini menawarkan bagaimana hal semacam itu dapat terjadi. Artikel kali ini membahas tentang

pelanggaran etika bisnis facebook

Pembela perkara adalah rintangan terbesar manfaat hukum buat menunjukkan nilai bisnis. Kebanyakan cerdik, fokus, rajin, analisis, dan bertujuan pada tujuan yaitu pembawaan tenaga kerja yang dibutuhkan . Sehingga di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pengajaran, indoktrinasi, struktur, serta keangkuhan.

Budaya hukum adalah terkait pengacara, bukan konsumen setia. Itu bukan permulaan di era perubahan digital di mana seluruhnya disasarkan buat tingkatkan pengalaman konsumen setia.

 pelanggaran etika bisnis facebook

 

 

Pendahuluan: Skema Berpikir Bisnis Buat Remit Hukum yang Diperluas

Kegunaan hukum sedang dirapikan ulang untuk menyelaraskan dengan kepentingan perusahaan digital serta pelanggan mereka. Bisnis serta beberapa pemasok style baru ada di dalam garda terdepan dalam penataan kembali, bukan pembuatan hukum. Perancangan ulang kegunaan hukum diawali dari perspektif konsumen setia, apa yang dibutuhkan hukum buat layani kebutuhannyanya dengan lebih bagus?

Buat gapai kepuasan pelanggan di zaman digital, peran hukum harus pahami rintangan konsumennya dan menjadi bagian dari solusi mereka. Ini memerlukan hukum untuk mengambil sudut pandang bisnis untuk memenuhi manfaat hukum yang diperlebar. Buat melayani perusahaan digital dan konsumen setia mereka, kegunaan hukum harus bekerja jadi pembela perusahaan yang pro aktif serta didorong oleh data dan berkolaborasi dengan unit bisnis lain untuk menggerakkan nilai perusahaan. Tapi bagaimana triknya?

Mengeruk lebih banyak dari kegunaan hukum mulai dengan budaya serta perjalanan management peralihan. Ini libatkan sinergi guna hukum dengan dan penyesuaian pada sumber daya bisnis yang ada, model pemecahan soal, metrik, proses, tehnologi, dan data. Fokusnya merupakan pada bagaimana mereka bisa dipakai, diperbaharui, dan dibagikannya bukan hanya dalam fungsi hukum dan juga di semuanya perusahaan.

 

pelanggaran etika bisnis facebook

Fungsi hukum tidak bisa kembali didiamkan. Itu mesti menjadi sisi dari perjalanan digital perusahaan yang tugasnya ialah menambah hasil, nilai, dan pengalaman pelanggan. Buat melayani bisnis dengan lebih bagus dan bekerjasama dalam penciptaan nilainya, guna hukum mesti lihai ke bahasa bisnis, proses, manajemen risiko, analitik data, kegesitan, kecepatan, pemerolehan dan manajemen kapabilitas, resiko, kompetisi, dan service konsumen setia.

Ini jauh dari pekerjaan hukum untuk  menghasilkan “pekerjaan hukum yang baik sekali” yang diproklamirkan sendiri. Advokat dan professional hukum terkait, tak peduli oleh siapa mereka diperbantukan, mesti memakai kolaborasi laten praktek hukum dan pemberian layanan hukum dalam skala besar. Bagian praktik dan bisnis dari layanan hukum memerlukan keahlian dan tenaga kerja yang lain tapi mempunyai perspektif yang sama.

Mereka yaitu bagian yang sama keutamaan dari peran hukum yang wajib beroperasi secara lancar, lincah, dan lancar tidak sekedar dalam manfaat hukum dan juga dengan pemangku keperluan bisnis yang lain di seluruh perusahaan. Integrasi praktek hukum serta bisnis pemberian pelayanan hukum (operasi hukum) mempertingkat efisiensi fungsional hukum. Ini yakni pilar dasar pembuatan nilai.

Cara ke-2 dan yang lebih mengganti paradigma dlam perjalanan alih bentuk digital peran hukum merupakan penyelarasannya dengan bisnis untuk membuat nilai untuk perusahaan serta konsumennya. Ini melibatkan rekonfigurasi holistik dari andil, kaitan, dan metode penghargaan dari fungsi hukum. Hasil akhirnya merupakan menciptakan kepuasan konsumen.

Tersebut merupakan cara-cara untuk melepas potensi laten fungsi hukum untuk beralih dari rintangan bujet dan kendala peluang bisnis menjadi pusat keuntungan, kolaborator nilai perusahaan, serta kepuasan konsumen setia.

 

Peranan Hukum yang Menanggapi Kepentingan Bisnis

Guna hukum harus rekayasa balik dirinya dari sudut pandang konsumen, bagaimana ia dapat|bisa memenuhi serta melampaui kepentingan serta impian pengalaman konsumen. Ini membutuhkan restrukturisasi organisasi tiada rintangan dari peranan hukum yang fokus pada bagaimana ia dapat mengendalikan ulang untuk melayani bisnis yang berganti secara digital serta pelanggannya dengan lebih baik.

Tidak ada peta jalan digital legal yang cocok buat semua, akan tetapi, komponen umum meliputi:

-mengganti banyak layanan lewat produk yang mengikutsertakan alat bantu berdikari serta jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk bikin alat tehnologi yang sama dengan tujuan untuk fungsi hukum dan menggunakan alat “hukum” yang ada untuk melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang dan mempelajari data tidak terancang yang ada di dalam peranan hukum buat penggunaan perusahaan yang bertambah luas serta peran pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa melaksanakan apa” berdasarkan kapabilitas yang disokong data, pengalaman yang berkaitan, ongkos,  adanya, dan hasil;

– menantang paradigma peninggalan hukum dan menukarnya dengan struktur, bentuk, metrik, proses, dan tenaga kerja anyar yang merespons kebuthan dan impian pelanggan dengan baik;

– menghalau ketidakcocokan buatan pengacara antara type penyedia (in-house, firma, firma hukum, dsb.);

– siapkan tenaga kerja berbasis platform, lincah, kolaboratif, mulus, serta terpusat di pelanggan yang terdiri dalam beraneka sumber daya;

-memberikan nasehat yang ditopang data

– fokus pada penciptaanan nilai untuk bisnis serta konsumennya dan membikin pengalaman pelanggan utuh yang unggul;

– menanam investasi dalam penambahan keahlian dan kursus tenaga kerja untuk memenuhi halangan itu.

 

Pastikan Metrik yang Patuhi Bisnis Dan Dijalankan Olehnya

Peter Drucker mempelajari, “Anda tidak dapat mengatur apa yang tidak dapat Anda ukur.” Metrik hukum secara monumental jarang serta terkait dengan profitabilitas, bukan kepuasan konsumen setia. Bisnis, terpenting di masa digital, memiliki sekumpulan metrik yang serupa sekali berlainan yang fokus pada konsumen setia.

Bisnis mengawasi kemudahan akses konsumen setia, pengangkutan on-time, hasil yang sukses, penjelasan sosial media, score promotor bersih, serta indek yang lain mengukur kepuasan/pengalaman pelanggan. Ini adalah kunci keberlanjutan, skalabilitas, keuntungan, serta loyalitas brand di dunia digital.

Bisnis tempatkan nilai tinggi pada penyesuaian hukum dari metriknya. Kajian Pertukaran Hukum Digital mendapatkan bahwa 97% responden bisnis menyampaikan mereka mau metrik kesuksesan kegunaan hukum serasi dengan maksud bisnis. Waktu-waktu kegunaan hukum mendapat penghormatan untuk menyetarakan anggarannyanya udah berakhir. Untuk memastikan nilai untuk bisnis, ia mesti menyesuaikan dengan metrik yang sama yang dipraktekkan di peranan perusahaan yang lain.

 

Manfaatkan Kemampuan Data

Bisnis jalan dengan data. Manfaat hukum harus juga. Itu bukan berarti advokat mesti menambah studi data selaku kompetensi pokok. Tapi, mereka harus bekerjasama dengan analisis data, teknologi, serta professional hukum terkait yang lain dan berlakukan mereka selaku partner yang setara. Tim multidisiplin yang mulus, gesit, dan terpadu yaitu apa yang diperlukan buat penuhi kewajiban digital hukum yang diperlebar.

Data yaitu sumber pembuatan nilai yang luas serta belum difungsikan untuk peran hukum. Dia mempunyai kekuatan buat menukar pertaruhan dan sangkaan dengan pandangan di depan serta pandangan berbasis sains. Data yang relevan yaitu data yang material untuk peramalan yang akurat, diagnosa resiko awal, mitigasi, Efisiensi, penjabaran trik cepat, hasil yang makin baik, dan pengawalan hasil “surprise” (contohnya, dampak yang terlampau rendah) adalah alat anyar yang kurang dipakai oleh hukum.

 

pelanggaran etika bisnis facebook

Data bukan sekedar memiliki kekuatan laten buat mempercepat kecepatan, efisiensi, akurasi, dan kemampuan manfaat hukum, akan tetapi bisa pula mendorong pembuatan nilai perusahaannya. Perumpamaannya termasuk pengaplikasian data material untuk kontrak, litigasi, pengusutan serta perselisihan komersial lainnya, persoalan aturan, dan monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data bukanlah pengganti|substitusi penilaian hukum, itu yakni penambah. Pengacara yang didukung data bicara bahasa bisnis serta semakin lebih dapat dipercaya  dibanding yang “berbasiskan firasat”. Tak ada “data hukum;” ada informasi yang berada dalam guna hukum yang bisa dibagi dengan unit bisnis lain untuk pecahkan “kendala hibrida” yang mendorong nilai perusahaan.

Manajemen kemungkinan, kepatuhan, perampingan kontrak untuk menghimpit perputaran penjualan, serta penghindaran litigasi merupakan beberapa dari sejumlah contoh. Masing-masing sediakan peran hukum dengan potensi yang sangat besar untuk menciptakan serta membuktikan nilai.

Dari Pusat Ongkos Menjadi Pencipta Nilai

Bisnis secara tradisionil merasa hukum sebagai penghalang kesempatan perusahaan dan pusat ongkos. Itu berganti. C-Suite mengaku keharusan digital berlaku untuk guna hukum seperti pada untuk unit bisnis yang lain. Tanpa adopsinya, hukum tidak bisa memenuhi tugasnya yang diperluas buat berfungsi selaku:

1.Pendeteksi awal risiko|resiko perusahaan yang proaktif, mitigasi dampak, serta pemecah masalah; dan

2.Kolaborator yang aktif dan tangkas dengan peranan bisnis lainnya buat membuat penerimaan dan kesempatan pasar baru buat perusahaan dan konsumen setianya.

Peranan hukum yang memenuhi keharusan mereka yang diperlebar bakal tunjukkan nilai serta nikmati posisi perusahaan yang semakin tinggi. Kira-kira tiga perempat (74%) informan bisnis dalam study yang dilakukan oleh The Digital Legal Exchange menuturkan penting/sangat penting untuk hukum untuk membentuk pemasukan dan kesempatan pasar baru.

Mereka merasa hukum selaku mitra sinergis bisnis, bukan jadi departemen tertutup yang hanya berfokus di “pekerjaan hukum”. Hukum mesti manfaatkan modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan serta pelanggan, ketrampilan, pengalaman, serta ketangkasannya buat menganalisis serta bersinergi dengan unit bisnis lain untuk menggerakkan nilai perusahaan yang terarah.

 

Layanan dan Pengalaman Konsumen yang Unggul

Service dan pengalaman konsumen setia yang unggul yaitu komponen kunci buat memperlihatkan dan mempertahankan nilai. Jeff Bezos menyamai jalinan penyuplai/konsumen dengan dinamika tuan-rumah/tamu; tuan rumah yang bagus menegaskan jika tamu diterima, dipandang, serta jadi perhatian.

Hukum persis dengan peran perusahaan lainnya dalam hal bagaimana dia mesti secara stabil memberinya, memelihara, meningkatkan, dan secara empiris membuktikan pelayanan/pengalaman konsumen. Daftar periksa layanan pelanggan buat kegunaan hukum meliputi:

-mengadopsi perspektif yang menekankan pelanggan dan mengimplementasikannya pada semuanya yang Anda dan relasi tim Anda kerjakan;

-kemudahan akses ke produk serta layanan hukum;

-kehandalan, efisiensi, kecepatan, nilai, dan transparansi pengantaran;

-bantuan konsumen yang mencangkup alat/sumber daya electronic dan swadaya manusia;

-mendapatkan serta selekasnya menanggapi saran konsumen setia;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun pertalian serta perspektif konsumen jangka panjang, bukan sudut pandang transaksional

-“membuatnya betul” sampai di saat kekeliruan dibuat;

-memperlakukan konsumen setia jadi asset perusahaan;

-beroperasi secara pro aktif, bukan reaktif;

-mengakui kebolehan sosial media dan pengokohan pengalaman konsumen yang positif serta negatif;

-peningkatan  keterampilam secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberi dukungan unit bisnis lain untuk menaikkan kepuasan konsumen setia serta pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Ikhtisar

Kegunaan hukum tidak dapat menyatakan nilainya bagi bisnis kecuali apabila searah dengannya. Itu bermakna berpartner dengan fungsi perusahaan yang lain serta fokus pada konsumen setia yaitu metode terbaik untuk memprediksi dan penuhi kepentingan dan harapan mereka yang berubah dalam waktu cepat.

Ini yaitu intupokok dari kewajiban digital, khayalan ulang serta konfigurasi ulang yang ditopang teknologi mengenai bagaimana produk dan pelayanan lebih ringan diakses, kompetitif, transparan, konstan, serta  dikatakan dengan membahagiakan terhadap pelanggan. Fungsi hukum dapat dan mesti mainkan peran penting dalam perubahan utuh dari dinamika penyuplai/pelanggan ini.

Menghilangkan pola pikir “advokat dan ‘non-pengacara'” yakni langkah awal yang bagus.

pelanggaran etika bisnis facebook

Semoga materi pelanggaran etika bisnis facebook bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *