yang termasuk buku etika bisnis menurut sonny keraf (1991) adalah

Bagaimana Kegunaan Hukum Memperlihatkan Nilai Bagi Suatu Bisnis?

yang termasuk buku etika bisnis menurut sonny keraf (1991) adalah

Sisi pertama dari seri dua sisi ini mengulas mengapa kegunaan hukum mengenyam kesulitan membuktikan nilainya buat bisnis. Fragmen ini tawarkan bagaimana hal itu dapat terjadi. Artikel kali ini membahas tentang

yang termasuk buku etika bisnis menurut sonny keraf (1991) adalah

Pengacara adalah hambatan paling besar kegunaan hukum untuk memberikan nilai bisnis. Sebagian besar cerdas, konsentrasi, rajin, analisa, dan mengarah pada arah yakni pembawaan tenaga kerja yang dibutuhkan . Maka di mana nilainya? Jawaban singkat: budaya hukum, pengajaran, indoktrinasi, struktur, serta keangkuhan.

Budaya hukum yakni tentang pengacara, bukan konsumen setia. Itu bukan permulaan di zaman alih bentuk digital di mana segalanya ditujukan buat mempertingkat pengalaman konsumen.

 yang termasuk buku etika bisnis menurut sonny keraf (1991) adalah

 

 

Pendahuluan: Skema Berpikir Bisnis Untuk Remit Hukum yang Diperlebar

Guna hukum lagi dirapikan ulang untuk menyinkronkan dengan kepentingan perusahaan digital serta konsumen setia mereka. Bisnis dan sejumlah penyuplai model anyar ada di garda paling depan dalam penataan kembali, bukan pembuatan hukum. Perancangan ulang peran hukum diawali pada sudut pandang konsumen, apa yang diperlukan hukum untuk layani kebutuhannyanya dengan lebih bagus?

Buat gapai kepuasan konsumen di era digital, peran hukum mesti mengerti rintangan konsumennya dan jadi sisi dari pemecahan mereka. Ini memerlukan hukum untuk mengambil pola pikir bisnis buat memenuhi peran hukum yang diperlebar. Buat layani perusahaan digital dan konsumen setia mereka, manfaat hukum harus bekerja selaku pembela perusahaan yang pro-aktif serta didorong oleh data serta berkolaborasi dengan unit bisnis lain untuk menggerakkan nilai perusahaan. Tetapi bagaimana tekniknya?

Mengeruk semakin banyak dari peranan hukum dimulai dengan budaya serta perjalanan management transisi. Ini mengikutsertakan kombinasi peran hukum dengan serta adaptasi terhadap sumber daya bisnis yang ada, metoda pemecahan masalah, metrik, proses, tehnologi, dan data. Focusnya merupakan di bagaimana mereka bisa digunakan, ditingkatkan, dan dibagi bukan sekedar dalam peran hukum dan juga di semuanya perusahaan.

 

yang termasuk buku etika bisnis menurut sonny keraf (1991) adalah

Kegunaan hukum tak dapat lagi didiamkan. Itu harus menjadi bagiab dari perjalanan digital perusahaan yang misinya adalah mempertingkat hasil, nilai, dan pengalaman konsumen. Buat layani bisnis dengan lebih bagus serta berkolaborasi dalam penciptaan nilainya, fungsi hukum mesti pintar ke bahasa bisnis, proses, manajemen dampak, analitik data, kecekatan, kecepatan, perolehan serta manajemen bakat, risiko, pertarungan, dan layanan konsumen.

Ini jauh dari tugas hukum buat  menghasilkan “tugas hukum yang baik sekali” yang diproklamirkan sendiri. Advokat serta profesional hukum terkait, tak perduli oleh siapa mereka diperkerjakan, mesti menggunakan kerjasama laten hukum serta pemberian service hukum dalam skala besar. Elemen praktek dan bisnis dari service hukum memerlukan keterampilan serta tenaga kerja yang berbeda tapi miliki sudut pandang yang serupa.

Mereka yaitu unsur yang sama keutamaan dari guna hukum yang penting bekerja dengan lancar, lincah, serta lancar tidak sekedar dalam peranan hukum namun juga dengan pemangku keperluan bisnis lainnya di seluruhnya perusahaan. Integrasi praktek hukum serta bisnis pemberian layanan hukum (operasi hukum) menambah efektivitas fungsional hukum. Ini yaitu pilar dasar penciptaan nilai.

Cara ke-2 serta yang lebih mengubah paradigma diperjalanan alih bentuk digital peranan hukum ialah penyelarasannya dengan bisnis buat membentuk nilai buat perusahaan serta konsumennya. Ini libatkan rekonfigurasi holistik dari peran, keterkaitan, serta struktur penghargaan dari peranan hukum. Hasil akhirnya yakni membuat kepuasan konsumen setia.

Berikut ini cara-cara buat melepaskan kekuatan laten peranan hukum buat beralih dari hambatan budget dan rintangan kesempatan bisnis menjadi pusat laba, kolaborator nilai perusahaan, dan kepuasan konsumen setia.

 

Kegunaan Hukum yang Menyikapi Keperluan Bisnis

Fungsi hukum mesti manipulasi balik dirinya dari perspektif pelanggan, bagaimana ia dapat|bisa memenuhi serta melewati kebutuhan serta harapan pengalaman konsumen setia. Ini membutuhkan restrukturisasi organisasi tanpa ada hambatan dari peran hukum yang focus pada bagaimana ia dapat mengatur ulang buat melayani bisnis yang beralih secara digital dan konsumennya dengan lebih baik.

Tidak ada peta jalan digital legal yang pas buat semua, akan tetapi, komponen umum meliputi:

-mengganti banyak layanan dengan produk yang mengikutkan alat bantu mandiri serta jawaban atas pertanyaan umum (FAQ);

-bekerja sama dengan TI perusahaan untuk bikin alat technologi yang sama dengan maksud buat fungsi hukum serta memakai alat “hukum” yang ada untuk melayani unit bisnis lain di perusahaan;

-menambang serta menelaah data tak terancang yang ada pada manfaat hukum buat penggunaan perusahaan yang lebih luas dan andil pada data perusahaan;

-mengevaluasi “siapa kerjakan apa” berdasar kompetensi yang ditunjang data, pengalaman yang berkaitan, biaya,  adanya, dan hasil;

– melawan paradigma peninggalan hukum dan menukarnya dengan struktur, mode, metrik, proses, serta tenaga kerja baru yang menanggapi kebuthan serta impian konsumen setia dengan baik;

– singkirkan ketidaksamaan produksi pembela perkara di antara macam pemasok (in-house, firma, firma hukum, dan seterusnya.);

– menyiapkan tenaga kerja berbasis platform, gesit, kolaboratif, mulus, dan terpusat di konsumen yang terdiri dalam bermacam sumber daya;

-memberikan saran yang disokong data

– fokus di penciptaanan nilai bagi bisnis serta pelanggannya serta membentuk pengalaman pelanggan lengkap yang unggul;

– lakukan investasi dalam penambahan keterampilan dan training tenaga kerja buat memenuhi rintangan itu.

 

Tentukan Metrik yang Patuhi Bisnis Serta Dijalankan Olehnya

Peter Drucker mempelajari, “Anda tidak dapat mengurus apa yang tidak bisa Anda ukur.” Metrik hukum secara monumental jarang serta terkait dengan profitabilitas, bukan kepuasan pelanggan. Bisnis, khususnya di waktu digital, memiliki serangkaian metrik yang sama sekali tidak sama yang berfokus pada konsumen setia.

Bisnis memantau kelapangan akses pelanggan, pengantaran tepat waktu, hasil yang sukses, review jejaring sosial, skor promotor bersih, serta indeks lain yang menghitung kepuasan/pengalaman konsumen setia. Ini yaitu kunci kesinambungan, skalabilitas, keuntungan, serta komitmen merek di dunia digital.

Bisnis tempatkan nilai tinggi pada penyesuaian hukum dari metriknya. Analisis Pertukaran Hukum Digital mendapatkan kalau 97% informan bisnis mengucapkan mereka mau metrik keberhasilan kegunaan hukum seirama dengan maksud bisnis. Masa-masa fungsi hukum mendapati aplaus untuk menyamakan bujetnya udah berakhir. Buat memutuskan nilai buat bisnis, ia mesti menyesuaikan dengan metrik yang sama yang diterapkan di manfaat perusahaan yang lain.

 

Memanfaatkan Kekuatan Data

Bisnis jalan dengan data. Peranan hukum juga harus. Itu tidak bermakna advokat mesti menambah analitis data sebagai kompetensi inti. Tetapi, mereka mesti berkolaborasi dengan analisis data, tehnologi, serta professional hukum terkait yang lain dan perlakukan mereka sebagai mitra yang setingkat. Tim multidisiplin yang mulus, gesit, serta terintegrasi ialah apa yang diperlukan buat memenuhi keharusan digital hukum yang diperluas.

Data ialah sumber pembuatan nilai yang luas dan belum difungsikan untuk kegunaan hukum. Dia berkekuatan buat mengambil alih pertaruhan dan perkiraan dengan penglihatan di depan serta pemahaman berbasiskan sains. Data yang sama ialah informasi yang material buat peramalan yang tepat, deteksi dampak awal, mitigasi, Efisiensi, penjabaran kiat cepat, hasil yang lebih baik, dan penjagaan hasil “surprise” (misalnya, resiko yang sangat rendah) adalah alat anyar yang kurang digunakan oleh hukum.

 

yang termasuk buku etika bisnis menurut sonny keraf (1991) adalah

Data bukan sekedar berkekuatan laten untuk memercepat kecepatan, efektivitas, ketepatan, serta kemampuan manfaat hukum, tetapi dapat pula memajukan penciptaan nilai perusahaannya. Contohnya terhitung pelaksanaan data material buat kontrak, litigasi, investigasi dan konflik komersil lainnya, perkara aturan, dan monetisasi IP. Ini hukum digital.

Data tidaklah pengganti|alternatif penilaian hukum, itu yaitu peningkat. Advokat yang ditunjang data berbicara bahasa bisnis dan lebih kredibel  daripada yang “berbasiskan firasat”. Tidak ada “data hukum;” ada informasi yang ada dalam guna hukum yang dapat dibagikan dengan unit bisnis lain untuk memecahkan “rintangan hibrida” yang memajukan nilai perusahaan.

Manajemen risiko, kepatuhan, perampingan kontrak buat tekan siklus pemasaran, dan penghindaran litigasi adalah beberapa dari sejumlah contoh. Masing-masing sediakan peran hukum dengan kapasitas yang besar sekali buat membikin dan membuktikan nilai.

Dari Pusat Ongkos Jadi Pencipta Nilai

Bisnis secara tradisionil memandang hukum selaku penghalang kemungkinan perusahaan serta pusat biaya. Itu beralih. C-Suite mengakui kewajiban digital berlaku untuk guna hukum seperti juga untuk unit bisnis yang lain. Tiada adopsinya, hukum tidak bisa memenuhi pekerjaannya yang diperluas untuk berperan jadi:

1.Pendeteksi dini risiko|kemungkinan perusahaan yang pro-aktif, mitigasi kemungkinan, serta pemecah masalah; dan

2.Kolaborator yang aktif serta lincah dengan peranan bisnis yang lain untuk membuat penerimaan serta peluang pasar baru untuk perusahaan serta konsumennya.

Peranan hukum yang memenuhi kewajiban mereka yang diperluas akan menyatakan nilai dan menikmati posisi perusahaan yang makin tinggi. Sekitaran tiga perempat (74%) responden bisnis dalam studi yang telah dilakukan oleh The Digital Legal Exchange mengatakan penting/paling penting bagi hukum untuk membikin penghasilan serta kemungkinan pasar anyar.

Mereka memandang hukum menjadi mitra sinergis bisnis, bukan menjadi departemen tertutup yang cuma fokus pada “pekerjaan hukum”. Hukum harus memakai modal intelektual|cendekiawan, data, pengetahuan kelembagaan serta konsumen, keterampilan, pengalaman, serta kegesitannya untuk menganalisis dan berkolaborasi dengan unit bisnis lain untuk memajukan nilai perusahaan yang terukur.

 

Pelayanan dan Pengalaman Konsumen yang Unggul

Layanan serta pengalaman konsumen yang unggul adalah elemen kunci buat tunjukkan dan mempertahankan nilai. Jeff Bezos menyamakan interaksi penyedia/pelanggan dengan dinamika tuan rumah/tamu; tuan-rumah yang bagus pastikan kalau tamu diterima, dihormati, serta menjadi perhatian.

Hukum tidak berbeda dengan fungsi perusahaan yang lain dalam soal bagaimana dia harus secara stabil berikan, memelihara, mempertingkat, dan secara empiris perlihatkan service/pengalaman konsumen setia. Daftar check pelayanan konsumen setia buat fungsi hukum meliputi:

-mengadopsi perspektif yang mementingkan pelanggan dan mengaplikasikannya pada semuanya yang Anda dan teman tim Anda kerjakan;

-kemudahan akses ke produk dan layanan hukum;

-kehandalan, efektivitas, kecepatan, nilai, dan transparansi pengiriman;

-bantuan pelanggan yang termasuk alat/sumber daya elektronik serta swadaya manusia;

-mendapatkan dan lekas menyikapi input konsumen setia;

-penggunaan data yang efektif;

-membangun jalinan serta perspektif pelanggan periode panjang, bukan sudut pandang transaksi bisnis;

-“membuat betul” sampai ketika kekeliruan dibuat;

-memperlakukan pelanggan selaku asset perusahaan;

-beroperasi secara pro-aktif, bukan reaktif;

-mengakui kebolehan social media serta pengukuhan pengalaman konsumen yang positif dan negatif;

-peningkatan  keterampilam secara konstan;

-membentuk budaya kolaboratif yang mendukung|memberi dukungan unit bisnis lain buat meningkatkan kepuasan konsumen setia dan pengalaman pemakai akhir yang positif.

 

Ikhtisar

Manfaat hukum tidak bisa perlihatkan nilainya untuk bisnis terkecuali bila sejalan dengannya. Itu mempunyai arti bermitra dengan kegunaan perusahaan lainnya dan focus di pelanggan yakni trik terpilih buat memprediksi dan penuhi keperluan dan angan-angan mereka yang beralih dalam sekejap.

Ini adalah intupokok dari kewajiban digital, khayalan ulang serta konfigurasi ulang yang disokong tehnologi tentang bagaimana produk dan pelayanan lebih gampang dijangkau, kompetitif, terbuka, konsisten, dan  diungkapkan dengan menyenangkan terhadap konsumen. Guna hukum dapat dan harus memainkan peran penting dalam alih bentuk menyeluruh dari dinamika penyuplai/pelanggan ini.

Menghilangkan sudut pandang “pembela perkara dan ‘non-pengacara'” yaitu langkah awal yang bagus.

yang termasuk buku etika bisnis menurut sonny keraf (1991) adalah

Semoga materi yang termasuk buku etika bisnis menurut sonny keraf (1991) adalah bisa menambah wawasan dan pengetahua pembaca mengenai hukum atau etika bisnis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *